|
KEMENTERIAN PENDIDIKAN TINGGI, SAINS, DAN TEKNOLOGI
UNIVERSITAS NEGERI PADANG
– FAKULTAS KEDOKTERAN
– PROGRAM STUDI KEDOKTERAN GIGI (S1)
|
||||||
| RENCANA PEMBELAJARAN SEMESTER | |||||||
| MATA KULIAH (MK) | KODE | Rumpun MK | BOBOT (sks) | SEMESTER | Tgl Penyusunan | ||
| Orthodonti Preventif dan Interseptif | GGI.62.0025 | - | 1 | 2 | 5 | - | |
| OTORISASI / PENGESAHAN | Dosen Pengembang RPS | Koordinator RMK | Koordinator Prodi | ||||
| - | - | - | - | ||||
| Capaian Pembelajaran |
CPL-PRODI yang dibebankan pada MK | |
| CPL-1 | Memiliki karakter yang baik, relijius, semangat nasionalisme dan jiwa entrepreneur dengan memperhatikan norma-etika serta nilai budaya dan kearifan lokal yang berlaku dalam segala aktivitas dan pekerjaan profesional (karakter yang baik / good character) | |
| CPL-2 | Memiliki kemampuan komunikasi yang efektif dan kerjasama team dalam interaksi sosial dan pekerjaan (komunikasi dan Kerjasama team / transferable skill) | |
| CPL-3 | Menguasai teori dan aplikasi ilmu kedokteran gigi secara mendalam, mencakup prinsip - prinsip dasar ilmu biomedis, patologi, dan farmakologi dalam diagnosis, tata laksana, serta pencegahan penyakit dan kelainan gigi mulut berdasarkan pendekatan evidence-based dentistry, termasuk aspek keselamatan pasien dan manajemen nyeri, infeksi, serta kegawatdaruratan medik dan dental | |
| CPL-4 | Menguasai teori dan aplikasi keterampilan klinis kedokteran gigi secara komprehensif,termasuk tindakan konservasi gigi, periodonsia, endodontik, prostodonsia, pedodonsia, bedah minor, radiologi, dan estetika gigi, serta perawatan pasien dengan kebutuhan khusus dan kondisi medis tertentu sesuai standar pelayanan medik. | |
| CPL-7 | Mampu menjalankan pekerjaan sesuai bidang keahliannya dengan standar kompetensi profesi, membuat keputusan mandiri dan logis, menghasilkan karya atau laporan yang sesuai kaidah, serta bertanggung jawab secara etika dan ilmiah atas hasil kerja, baik secara individu maupun dalam tim lintas profesi. | |
| CPL-9 | Lulusan mampu melakukan anamnesis, pemeriksaan klinis dan penunjang, menganalisis informasi medis untuk menegakkan diagnosis kerja maupun definitif, serta menyusun rencana perawatan yang tepat, berbasis bukti dan sesuai kaidah kedokteran gigi. | |
| Capaian Pembelajaran Mata Kuliah (CPMK) | ||
| CPMK 1 | Mampu memilih dan mendemonstrasikan penggunaan material, peralatan dan teknologi kedokteran gigi untuk perawatan ortodonti preventif dan interseptif pada alat peraga (phantom) secara mandiri. | |
| CPMK 2 | Merancang, mendemonstrasikan dan mengevaluasi kelainan maloklusi sebagai upaya preventif dan interseptif sesuai prinsip biomekania berdasarkan faktor risiko pada simulasi pasien anak dan dewasa secara individu dan berkelompok | |
| CPMK 3 | Menentukan diagnosis dan membedakan kelainan dental, skeletal, atau fasial yang berhubungan dengan gangguan tumbuh kembang, fungsi dan estetik berdasarkan analisis riwayat penyakit, temuan klinis, temuan laboratoris, temuan radiografis, dan temuan alat bantu lain | |
| Kemampuan akhir tiap tahapan belajar (Sub-CPMK) | ||
| SUB CPMK | - | |
| Matriks CPL ke CPMK |
|
| Deskripsi Singkat Mata Kuliah |
Ortodonti Preventif dan Interseptif merupakan mata kuliah integrasi semester V yang terdiri dari 3 SKS tatap muka dengan materi meliputi bidang Ortodonti dan IKGA. Pengertian ilmu ortodonti adalah gabungan ilmu dan seni yang yang berhubungan dengan perkembangan dan menegakkan / merawat anomali dari geligi, rahang dan muka serta pengaruhnya terhadap kesehatan fisik, estetik dan mental dari seseorang. Perawatan ortodonti menurut waktu dan tingkat maloklusi dibedakan 3 macam yaitu ortodonti preventif (preventive orthodontics), ortodonti interseptif (interceptive orthodontics) dan ortodonti korektif atau kuratif (corrective atau currative orthodontics). Pada modul semester ini akan dibahas terlebih dahulu ortodonti preventif (preventive orthodontics) dan interseptif (interceptive orthodontics). Ortodonti preventif adalah segala tindakan menghilangkan gangguan /pengaruh pada pertumbuhan dan perkembangan normal, agar tidak terjadi kelainan dental, skeletal ataupun dentoskeletal. Sedangkan ortodonti interseptif adalah tindakan atau perawatan ortodonti pada maloklusi yang mulai tampak dan sedang berkembang. |
| Pustaka | Utama: |
| - | |
|
Pendukung: (Jika diperlukan)
-
|
|
| Dosen Pengampu |
- |
| Mata kuliah syarat |
- |
| Minggu Ke- | SUB-CPMK (Kemampuan Akhir Yang Diharapkan) | Penilaian | Bentuk Pembelajaran, Metode Pembelajaran, Penugasan Mahasiswa [Estimasi Waktu] |
Materi Pembelajaran [Rujukan] |
Bobot Penilaian (%) |
||
|---|---|---|---|---|---|---|---|
| Indikator | Teknik & Kriteria | Luring (Tatap Muka) | Daring (Online) | ||||
| - | - | - | - | - | - | - | 0 |
| UTS | |||||||
| UAS | |||||||