|
KEMENTERIAN PENDIDIKAN TINGGI, SAINS, DAN TEKNOLOGI
UNIVERSITAS NEGERI PADANG
– FAKULTAS PARIWISATA DAN PERHOTELAN
– PROGRAM STUDI PARIWISATA (S1)
|
||||||
| RENCANA PEMBELAJARAN SEMESTER | |||||||
| MATA KULIAH (MK) | KODE | Rumpun MK | BOBOT (sks) | SEMESTER | Tgl Penyusunan | ||
| Pariwisata Berkelanjutan | PAR.62.0086 | - | 0 | 2 | 3 | - | |
| OTORISASI / PENGESAHAN | Dosen Pengembang RPS | Koordinator RMK | Koordinator Prodi | ||||
| - | - | - | - | ||||
| Capaian Pembelajaran |
CPL-PRODI yang dibebankan pada MK | |
| CPL-2 | Memiliki kemampuan komunikasi yang efektif dan kerjasama team dalam interaksi sosial dan pekerjaan (komunikasi dan Kerjasama team / transferable skill) | |
| CPL-4 | Menguasai ilmu pengetahuan, konsep, teori, dan metodologi kepariwisataan secara komprehensif, khususnya pariwisata bahari berkelanjutan, ekologi bahari, konservasi, dan tata kelola destinasi, serta mampu mengaplikasikannya dalam pekerjaan dan penelitian profesional. (Scientific Skill – Tourism Knowledge) | |
| CPL-5 | Memiliki kemampuan mengaplikasikan teknologi informasi pariwisata, sistem informasi geografi, digitalisasi, dan e-commerce dalam merencanakan, mengelola, dan mengembangkan destinasi/kawasan pariwisata bahari secara ilmiah dan berkelanjutan. (Tourism IT, Management & Planning Skill) | |
| Capaian Pembelajaran Mata Kuliah (CPMK) | ||
| CPMK 1 | - | |
| Kemampuan akhir tiap tahapan belajar (Sub-CPMK) | ||
| SUB CPMK | - | |
| Matriks CPL ke CPMK |
|
| Deskripsi Singkat Mata Kuliah |
Mata kuliah ini membekali mahasiswa dengan kerangka konseptual dan kemampuan analitis untuk mengkaji, mengevaluasi, dan merumuskan kebijakan pengembangan pariwisata yang berorientasi pada keberlanjutan ekologi, sosial, budaya, dan ekonomi, dengan penekanan dominan pada konteks pariwisata bahari dan pesisir Indonesia. Pariwisata bahari dan pesisir yang dikelola secara berkelanjutan berpotensi menyeimbangkan tujuan ekonomi, sosial, dan lingkungan melalui penilaian daya dukung sumber daya alam dan budaya, penetapan praktik pariwisata berkelanjutan, serta memastikan pembangunan pariwisata tidak mendegradasi warisan alam dan budaya destinasi. Mahasiswa mengkaji prinsip dan indikator keberlanjutan pariwisata yang dikembangkan oleh UNWTO dan Global Sustainable Tourism Council (GSTC), menganalisis dampak pariwisata terhadap ekosistem laut dan komunitas pesisir, serta menelaah pendekatan pengelolaan seperti ecotourism, community-based tourism, responsible tourism, dan blue tourism dalam kerangka ekonomi biru nasional. Strategi pariwisata biru yang berkelanjutan mensyaratkan koherensi kebijakan lintas sektor melalui keterlibatan pemangku kepentingan dalam pengambilan keputusan, serta penyelarasan antara konservasi laut dan tata kelola spasial pesisir, yang dalam konteks Indonesia dikaitkan dengan agenda SDG 14, Peta Jalan Ekonomi Biru Indonesia, serta regulasi pariwisata nasional. Dengan memadukan analisis kebijakan, studi kasus destinasi bahari Indonesia, dan kajian standar internasional keberlanjutan, mahasiswa diharapkan mampu mendiagnosis kondisi keberlanjutan suatu destinasi, mengidentifikasi kesenjangan antara kebijakan dan implementasi di lapangan, serta menyusun rekomendasi strategis berbasis bukti bagi pengelolaan pariwisata bahari yang inklusif, regeneratif, dan berdaya saing jangka panjang. |
| Pustaka | Utama: |
| - | |
|
Pendukung: (Jika diperlukan)
-
|
|
| Dosen Pengampu |
- |
| Mata kuliah syarat |
- |
| Minggu Ke- | SUB-CPMK (Kemampuan Akhir Yang Diharapkan) | Penilaian | Bentuk Pembelajaran, Metode Pembelajaran, Penugasan Mahasiswa [Estimasi Waktu] |
Materi Pembelajaran [Rujukan] |
Bobot Penilaian (%) |
||
|---|---|---|---|---|---|---|---|
| Indikator | Teknik & Kriteria | Luring (Tatap Muka) | Daring (Online) | ||||
| - | - | - | - | - | - | - | 0 |
| UTS | |||||||
| UAS | |||||||