Logo UNP
KEMENTERIAN PENDIDIKAN TINGGI, SAINS, DAN TEKNOLOGI
UNIVERSITAS NEGERI PADANG – FAKULTAS BAHASA DAN SENI – PROGRAM STUDI PENDIDIKAN BAHASA DAN SASTRA INDONESIA (S2)
RENCANA PEMBELAJARAN SEMESTER
MATA KULIAH (MK) KODE Rumpun MK BOBOT (sks) SEMESTER Tgl Penyusunan
Sastra Bandingan IND.82.0006 - 0 3 1 -
OTORISASI / PENGESAHAN Dosen Pengembang RPS Koordinator RMK Koordinator Prodi
- - - Dr. Yenni Hayati S.S., M.Hum.
CPL-PRODI yang dibebankan pada MK
CPL-1 Memiliki karakter yang baik, relijius, semangat nasionalisme dan jiwa entrepreneur dengan memperhatikan norma-etika serta nilai budaya dan kearifan lokal yang berlaku dalam segala aktivitas dan pekerjaan profesional (karakter yang baik / good character)
CPL-2 Memiliki kemampuan komunikasi yang efektif dan kerjasama team dalam interaksi sosial dan pekerjaan (komunikasi dan Kerjasama team / transferable skill)
CPL-4 Mampu untuk berfikir logis, kritis dan inovatif dalam mengidentifikasi, menganalisis serta memberikan solusi terhadap permasalahan yang sesuai dengan bidang keilmuan dan penguasaan teknologi
CPL-5 Mampu Mengembangkan dan memecahkan permasalahan keilmuan di bidang Bahasa dan Sastra Indonesia melalu Penelitian dan Pendekatan Inter, Multi, dan / transdispliner dalam bentuk laporan penelitian
CPL-6 Mampu mengembangkan rancangan dan melaksanakan penelitian secara mandiri dan kelompok dengan memanfaatkan teknologi mutakhir sehingga menghasilkan laporan penelitian dan artikel ilmiah yang layak diterbitkan dalam jurnal nasional dan/atau internasional
Capaian Pembelajaran Mata Kuliah (CPMK)
CPMK 1 Mampu menguasai hakikat sastra bandingan dan penerapan hasil kajiannya dalam berbagai bidang, khususnya dalam pembelajaran sastra bandingan, termasuk terapan hasil kajian sastra dalam konteks sosial, budaya, politik, dan ideologi serta proses kreatif dalam bersastra.
CPMK 2 Memahami, menguasai, dan mampu menjelaskan situasi sastra daerah, nusantara, nasional, dan dunia secara menyeluruh dalam konsep Ilmu Sastra Perbandingan (ISP).
CPMK 3 Melakukan telaah dan apresiasi dengan mengaplikasikan ISP pada berbagai sastra dalam kerangka supranasional dan alih wahana.
CPMK 4 Menghasilkan makalah yang mengaplikasikan ISP pada berbagai sastra dalam kerangka supranasional dan alih wahana.
CPMK 5 Menghasilkan artikel yang mengaplikasikan ISP pada berbagai sastra dalam kerangka supranasional dan alih wahana untuk dipublikasikan pada jurnal ilmu sastra nasional/internasional.
Kemampuan akhir tiap tahapan belajar (Sub-CPMK)
SUB CPMK 1 Mahasiswa mampu mendeskripsikan gambaran umum ilmu sastra bandingan, yaitu konsep dasar, bidang kajian, dan ruang lingkup sastra bandingan. (7%)
SUB CPMK 2 Mahasiswa mampu mendeskripsikan tujuan dan sejarah perkembangan sastra bandingan. (7%)
SUB CPMK 3 Case Method (CM) dan Pembelajaran Transformatif. Mahasiswa membaca dua contoh teks sastra dalam bahasa yang berbeda (kasus). Mahasiswa mengidentifikasi dan menganalisis kekhasan bahasa pada kedua teks. Mahasiswa mengidentifikasi persoalan kultural pada kedua teks. Mahasiswa mempresentasikan hasil analisis, dosen memberi penguatan atau koreksi. Estimasi waktu: TM 2 x 50 menit. (7%)
SUB CPMK 4 Mahasiswa mampu menganalisis persoalan batas linguistik, kultural, geografi, dan politik dalam sastra bandingan. (7%)
SUB CPMK 5 Mahasiswa mampu menganalisis konsep asli, pinjaman, dan tradisi serta teks sastra umum, lokal, nasional, dan supranasional dalam sastra bandingan. (7%)
SUB CPMK 6 Mahasiswa mampu menganalisis sumber penciptaan, ideologi, dan produksi sosial teks (persoalan kemiripan dan plagiat) dalam sastra bandingan. (7%)
SUB CPMK 7 Mahasiswa mampu menganalisis folklor (tradisi dan sastra lisan), teka-teki, lelucon, anekdot, dan cerita rakyat dari sisi persoalan migrasi, perbandingan, dan kearifan lokal. (7%)
SUB CPMK 8 Mahasiswa mampu menganalisis folklor (tradisi dan sastra lisan), teka-teki, lelucon, anekdot, dan cerita rakyat dari sisi persoalan migrasi, perbandingan, dan kearifan lokal. (8%)
SUB CPMK 9 Melakukan telaah dan apresiasi dengan mengaplikasikan ISP pada berbagai sastra dalam kerangka supranasional dan alih wahana. (30%)
CPL-1 CPL-2 CPL-4 CPL-5 Total
SUB CPMK 1 - - - - 7%
SUB CPMK 2 - - - - 7%
SUB CPMK 3 - - - - 7%
SUB CPMK 4 - - - - 7%
SUB CPMK 5 - - - - 7%
SUB CPMK 6 - - - - 7%
SUB CPMK 7 - - - - 7%
SUB CPMK 8 - - - - 8%
SUB CPMK 9 - - - - 30%
87%
Perkuliahan ini diisi dengan pembahasan tentang hakikat sastra bandingan dan metodologi perbandingan sastra. Ke dalamnya tercakup tentang perbandingan antarsastra nusantara dan antara sastra nusantara dengan sastra mancanegara.
Utama:
-
Pendukung: (Jika diperlukan)
-
-
-
Minggu Ke- SUB-CPMK (Kemampuan Akhir Yang Diharapkan) Penilaian Bentuk Pembelajaran, Metode Pembelajaran, Penugasan Mahasiswa
[Estimasi Waktu]
Materi Pembelajaran
[Rujukan]
Bobot Penilaian
(%)
Indikator Teknik & Kriteria Luring (Tatap Muka) Daring (Online)
1
Mahasiswa mampu mendeskripsikan gambaran umum ilmu sastra bandingan, yaitu konsep dasar, bidang kajian, dan ruang lingkup sastra bandingan.

1. Ketepatan dalam mendeskripsikan konsep dasar sastra bandingan.

2. Ketepatan dalam mendeskripsikan bidang kajian sastra bandingan.

3. Ketepatan dalam mendeskripsikan ruang lingkup sastra bandingan.

Case-Based
Case Method (CM) dan Pembelajaran Transformatif. Dosen membuka perkuliahan (orientasi, apersepsi, dan motivasi) serta menyepakati kontrak perkuliahan. Mahasiswa menganalisis kasus pemantik berupa contoh artikel/esai sastra bandingan yang disajikan dosen, lalu merefleksikan pemahaman awal tentang sastra bandingan. Secara berkelompok, mahasiswa memetakan konsep dasar, bidang kajian, dan ruang lingkup sastra bandingan menggunakan sumber belajar yang beragam. Mahasiswa mempresentasikan peta konsep, dosen membuka ruang tanya jawab dan memberi penguatan. Dosen menutup perkuliahan dengan refleksi dan tindak lanjut berupa mempelajari bahan pertemuan berikutnya di LMS. Estimasi waktu: TM 2 x 50 menit. Sebelum tatap muka, mahasiswa membaca dan merangkum bahan ajar (salindia) tentang konsep sastra bandingan di LMS UNP (www.smile.unp.ac.id). Ringkasan dalam bentuk peta konsep diunggah ke LMS H-2 sebelum pertemuan. Estimasi waktu: PT 2 x 60 menit dan BM 2 x 60 menit.
  1. Konsep dasar ilmu sastra bandingan
  2. Bidang kajian sastra bandingan
  3. Ruang lingkup sastra bandingan
7
2
Mahasiswa mampu mendeskripsikan tujuan dan sejarah perkembangan sastra bandingan.

1. Ketepatan dalam mendeskripsikan tujuan sastra bandingan.

2. Ketepatan dalam mendeskripsikan sejarah perkembangan sastra bandingan.

Case-Based
Case Method (CM) dan Pembelajaran Transformatif. Dosen menyajikan kasus: contoh artikel/esai sastra bandingan dan cuplikan video/film adaptasi dari sastra daerah atau sastra asing. Mahasiswa menyampaikan apresiasi spontan terhadap bacaan atau tontonan tersebut. Secara berkelompok, mahasiswa menelusuri tujuan dan tahap sejarah perkembangan sastra bandingan dari kasus yang diberikan. Mahasiswa mempresentasikan temuan, dosen memberi umpan balik dan penguatan. Estimasi waktu: TM 2 x 50 menit. Mahasiswa mempelajari PEM tentang tujuan dan sejarah sastra bandingan di LMS UNP, lalu membuat dan mengunggah ringkasan materi. Dikumpulkan/diunggah ke LMS H-2 setiap minggu/penugasan. Estimasi waktu: PT 2 x 60 menit dan BM 2 x 60 menit.
  1. Tujuan sastra bandingan
  2. Sejarah perkembangan sastra bandingan
7
3
Case Method (CM) dan Pembelajaran Transformatif. Mahasiswa membaca dua contoh teks sastra dalam bahasa yang berbeda (kasus). Mahasiswa mengidentifikasi dan menganalisis kekhasan bahasa pada kedua teks. Mahasiswa mengidentifikasi persoalan kultural pada kedua teks. Mahasiswa mempresentasikan hasil analisis, dosen memberi penguatan atau koreksi. Estimasi waktu: TM 2 x 50 menit.

1. Ketepatan dalam menganalisis persoalan batas linguistik dalam sastra bandingan.

2.Ketepatan dalam menganalisis persoalan kultural dalam sastra bandingan.

Case-Based
Case Method (CM) dan Pembelajaran Transformatif. Mahasiswa membaca dua contoh teks sastra dalam bahasa yang berbeda (kasus). Mahasiswa mengidentifikasi dan menganalisis kekhasan bahasa pada kedua teks. Mahasiswa mengidentifikasi persoalan kultural pada kedua teks. Mahasiswa mempresentasikan hasil analisis, dosen memberi penguatan atau koreksi. Estimasi waktu: TM 2 x 50 menit. Mahasiswa mempelajari PEM tentang batas linguistik dan kultural di LMS UNP dan mengunggah ringkasan. Mahasiswa mengunggah catatan analisis kasus dua teks ke LMS H-2. Estimasi waktu: PT 2 x 60 menit dan BM 2 x 60 menit.
  1. Persoalan batas linguistik dalam sastra bandingan
  2. Persoalan kultural dalam sastra bandingan
7
4
Mahasiswa mampu menganalisis persoalan batas linguistik, kultural, geografi, dan politik dalam sastra bandingan.

1. Ketepatan dalam menganalisis persoalan batas geografis dalam sastra bandingan.

2. Ketepatan dalam menganalisis persoalan politik dalam sastra bandingan.

Case-Based
Case Method (CM) dan Pembelajaran Transformatif. Melanjutkan pembahasan dua teks sastra dari dua bahasa yang berbeda (kasus pertemuan 3). Mahasiswa mengidentifikasi dan menganalisis kekhasan kultur yang tergambar pada kedua teks. Mahasiswa mengidentifikasi persoalan batas geografis dan politik yang tergambar pada kedua teks. Mahasiswa menyimpulkan hasil analisis, dosen memberi penguatan atau koreksi. Estimasi waktu: TM 2 x 50 menit. Mahasiswa mempelajari PEM tentang batas geografi dan politik di LMS UNP dan mengunggah ringkasan. Dikumpulkan/diunggah ke LMS H-2. Estimasi waktu: PT 2 x 60 menit dan BM 2 x 60 menit.
  1. Persoalan batas geografis dalam sastra bandingan
  2. Persoalan politik dalam sastra bandingan
7
5
Mahasiswa mampu menganalisis konsep asli, pinjaman, dan tradisi serta teks sastra umum, lokal, nasional, dan supranasional dalam sastra bandingan.

1. Ketepatan dalam menganalisis konsep asli, pinjaman, dan tradisi.

2. Ketepatan dalam menganalisis konsep teks sastra umum, lokal, nasional, dan supranasional.

Case-Based
Case Method (CM) dan Pembelajaran Transformatif. Mahasiswa membaca contoh teks adaptasi dari karya asing, karya yang mencerminkan persoalan multikultural, atau karya berhipogram (kasus). Mahasiswa mengidentifikasi dan menganalisis konsep asli, pinjaman, dan tradisi pada teks tersebut. Mahasiswa mengidentifikasi konsep teks sastra umum, lokal, nasional, dan supranasional pada kedua teks. Dosen memberi penguatan atau koreksi. Estimasi waktu: TM 2 x 50 menit. Mahasiswa mempelajari PEM tentang konsep asli, pinjaman, dan tradisi di LMS UNP dan mengunggah ringkasan. Dikumpulkan/diunggah ke LMS H-2. Estimasi waktu: PT 2 x 60 menit dan BM 2 x 60 menit.
  1. Konsep asli, pinjaman, dan tradisi
  2. Teks sastra umum, lokal, nasional
  3. Konsep sastra supranasional
7
6
Mahasiswa mampu menganalisis sumber penciptaan, ideologi, dan produksi sosial teks (persoalan kemiripan dan plagiat) dalam sastra bandingan.

1. Ketepatan dalam menganalisis sumber penciptaan, ideologi, dan produksi sosial teks.

2. Ketepatan dalam membedakan persoalan kemiripan dan plagiat dalam sastra bandingan.

Case-Based
Case Method (CM) dan Pembelajaran Transformatif. Melanjutkan pembahasan dua teks adaptasi/berhipogram dengan kasus kemiripan teks. Mahasiswa menganalisis konsep supranasional pada teks tersebut. Mahasiswa menganalisis sumber penciptaan, ideologi, dan produksi sosial teks serta menimbang persoalan kemiripan dan plagiat. Mahasiswa mempresentasikan hasil analisis, dosen memberi penguatan atau koreksi. Estimasi waktu: TM 2 x 50 menit. Mahasiswa mempelajari PEM tentang sumber penciptaan, ideologi, dan produksi sosial teks di LMS UNP. Mahasiswa mengunggah laporan analisis kasus kemiripan teks ke LMS H-2. Estimasi waktu: PT 2 x 60 menit dan BM 2 x 60 menit.
  1. Sumber penciptaan
  2. Ideologi dan produksi sosial teks
  3. Persoalan kemiripan dan plagiat dalam sastra bandingan
7
7
Mahasiswa mampu menganalisis folklor (tradisi dan sastra lisan), teka-teki, lelucon, anekdot, dan cerita rakyat dari sisi persoalan migrasi, perbandingan, dan kearifan lokal.

1. Ketepatan dalam menganalisis folklor (tradisi dan sastra lisan), teka-teki, lelucon, dan anekdot.

2. Ketepatan dalam menganalisis persoalan migrasi dan kearifan lokal.

Case-Based
Case Method (CM) dan Pembelajaran Transformatif. Mahasiswa membaca contoh teks folklor (tradisi dan sastra lisan), teka-teki, lelucon, dan anekdot (kasus). Mahasiswa mengidentifikasi dan menganalisis struktur intrinsik teks folklor tersebut. Mahasiswa mengidentifikasi dan menganalisis fungsi folklor dalam masyarakat tradisional. Dosen memberi penguatan atau koreksi. Estimasi waktu: TM 2 x 50 menit. -

1. Ketepatan dalam menganalisis folklor (tradisi dan sastra lisan), teka-teki, lelucon, dan anekdot.

2. Ketepatan dalam menganalisis persoalan migrasi dan kearifan lokal.

7
8
Mahasiswa mampu menganalisis folklor (tradisi dan sastra lisan), teka-teki, lelucon, anekdot, dan cerita rakyat dari sisi persoalan migrasi, perbandingan, dan kearifan lokal.

1. Ketepatan dalam menganalisis migrasi dan perbandingan cerita rakyat.

2. Ketepatan dalam menganalisis kearifan lokal cerita rakyat.

Case-Based
Case Method (CM) dan Pembelajaran Transformatif. Mahasiswa mengidentifikasi lebih lanjut persoalan migrasi dan kearifan lokal dalam kasus cerita rakyat. Mahasiswa membandingkan persoalan migrasi, perbandingan, dan kearifan lokal pada contoh teks folklor, teka-teki, lelucon, dan anekdot. Mahasiswa mempresentasikan hasil perbandingan, dosen memberi penguatan atau koreksi. Estimasi waktu: TM 2 x 50 menit. Mahasiswa mempelajari PEM tentang cerita rakyat dan kearifan lokal di LMS UNP serta mengunggah ringkasan. Mahasiswa mempersiapkan diri untuk UTS dengan mereview materi pertemuan 1-8. Estimasi waktu: PT 2 x 60 menit dan BM 2 x 60 menit.

Cerita rakyat: migrasi, perbandingan, dan kearifan lokal

8
9 UTS