|
KEMENTERIAN PENDIDIKAN TINGGI, SAINS, DAN TEKNOLOGI
UNIVERSITAS NEGERI PADANG
– FAKULTAS BAHASA DAN SENI
– PROGRAM STUDI PENDIDIKAN BAHASA DAN SASTRA INDONESIA (S2)
|
||||||
| RENCANA PEMBELAJARAN SEMESTER | |||||||
| MATA KULIAH (MK) | KODE | Rumpun MK | BOBOT (sks) | SEMESTER | Tgl Penyusunan | ||
| Filsafat Ilmu Pendidikan Bahasa dan Sastra | IND.82.0003 | - | 0 | 3 | 2 | - | |
| OTORISASI / PENGESAHAN | Dosen Pengembang RPS | Koordinator RMK | Koordinator Prodi | ||||
| - | - | - | Dr. Yenni Hayati S.S., M.Hum. | ||||
| Capaian Pembelajaran |
CPL-PRODI yang dibebankan pada MK | |
| CPL | - | |
| Capaian Pembelajaran Mata Kuliah (CPMK) | ||
| CPMK 1 | Mampu menganalisis serta menyintesis pengertian, objek kajian filsafat ilmu dengan segala hal yang melingkupinya | |
| CPMK 2 | Mampu menjelaskan tentang pengkajian ilmu (ontology), cara memperoleh pengetahuan yang benar, metode ilmiah (epistemology), serta bagaimana nilai pemanfaatan ilmu (aksiologi); | |
| CPMK 3 | Mampu menerapkan prinsip ontologis, epistemologis, dan aksiologis dalam merancang penelitian dalam bentuk proposal penelitian dan mempresentasikannya dengan kinerja mandiri, bermutu, dan terukur | |
| Kemampuan akhir tiap tahapan belajar (Sub-CPMK) | ||
| SUB CPMK 1 | Mampu menjelaskan tentang pengkajian ilmu (ontology), cara memperoleh pengetahuan yang benar, metode ilmiah (epistemology), serta bagaimana nilai pemanfaatan ilmu (aksiologi) (5%) | |
| SUB CPMK 2 | Mampu menjelaskan Aliran-aliran dalam filsafat, (10%) | |
| SUB CPMK 3 | Menganalisis dan menjelaskan dasar- dasar pengetahuan penalaran logika, benar dan kebenaran; sumber-sumber pengetahuan : teori pengetahuan, tradisi akal sehat (common sense), serta paham barat dan timur watak pengetahuan subjektivisme dan objektivisme. sains dan filsafat: sahnya pengetahuan skeptisme,postulat ilmiah, metode memperoleh pengetahuan. (20%) | |
| SUB CPMK 4 | Mampu menerapkan prinsip ontologis, epistemologis, dan aksiologis dalam merancang penelitian dalam bentuk proposal penelitian dan mempresentasikannya dengan kinerja mandiri, bermutu, dan terukur (5%) | |
| SUB CPMK 5 | Mahaiswa mampu menganalisis dan menjelaskan ontology: metafisika, asumsi, peluang, batas- batas penjelajahan ilmu; epistemology: pengetahuan, (20%) | |
| SUB CPMK 6 | Mampu merancang penerapan aksiologi: ilmu dan moral, tanggung jawab sosial ilmuwan; persoalan moralitas: pertimbangan moral, situasi moral, ukuran- ukuran etika;watak nilai: fakta dan nilai, bagaimana nilai itu dibenarkan, nilai dan pengalaman estetika, pilihan nilai-nilai; menjelaskan penerapan idealisme pendidikan dan pembelajaran untuk pembangunan bangsa dan negara (20%) | |
| SUB CPMK 7 | Mampu menerapkan prinsip ontologis, epistemologis, dan aksiologis dalam merancang penelitian dalam bentuk proposal penelitian dan mempresentasikannya dengan kinerja mandiri, bermutu, dan terukur (20%) | |
| Matriks CPL ke CPMK |
|
| Deskripsi Singkat Mata Kuliah |
Perkuliahan ini diisi dengan pokok-pokok gagasan yang hidup di dalam dunia filsafat, dan aksiologi serta terminologi ilmu, proses penguasaan pengetahuan, nilai, kegunaan ilmu dan kaitannya dengan teknologi, kebudayaan, agama serta pengambilan keputusan, logika, matematika, statistika dan bahasa dalam kegiatan berpikir. |
| Pustaka | Utama: |
|
1. Bakker SJ, JWM. 2001. Filsafat Kebudayaan. Yogyakarta:Kanisius.
Bertens, K. 1988. Sekitar Manusia: Bunga Rampai tentang Filsafat Manusia.
Jakarta: Gramedia.
Sastrapratedja, M. 1998. Manusia Multidimensional: Sebuah Renungan Filsafat.
Jakarta: Gramedia.
Suriasumantri, Jujun S. 1985. Filsafat Ilmu: Sebuah Pengantar Populer. Jakarta:
Sinar Harapan
Suriasumantri, Jujun S (Ed.). 2000. Ilmu dalam Perspektif: Sebuah Kumpulan
Karangan tentang Hakikat Ilmu. Jakarta:Garamedia.
Titus Harold H, dkk. 1979. Living Issues in Philosophy. California:Wardworth
Publishing Company.
Titus Harold H, dkk. 1984. Persoalan-persoalan Filsafat (Alihbahasa H.M.
Rasyidi). Jakarta: Bulan Bintang.
Tafsir Ahmad. 2010. Filsafat Umum. Bandung: Rosdakarya
|
|
|
Pendukung: (Jika diperlukan)
-
|
|
| Dosen Pengampu |
- |
| Mata kuliah syarat |
- |
| Minggu Ke- | SUB-CPMK (Kemampuan Akhir Yang Diharapkan) | Penilaian | Bentuk Pembelajaran, Metode Pembelajaran, Penugasan Mahasiswa [Estimasi Waktu] |
Materi Pembelajaran [Rujukan] |
Bobot Penilaian (%) |
||
|---|---|---|---|---|---|---|---|
| Indikator | Teknik & Kriteria | Luring (Tatap Muka) | Daring (Online) | ||||
| 1 |
Mampu menjelaskan tentang pengkajian ilmu (ontology), cara memperoleh
pengetahuan yang benar, metode ilmiah (epistemology), serta bagaimana nilai
pemanfaatan ilmu (aksiologi)
|
1. Ketepatan mendeskripsikan tugas filsafat, 5. Ketepatan mendeskripsikan manfaat filsafat |
Case-Based
|
Pertemuan 1 Kuliah: Presentasi dan Tanya Jawab tentang hakikat ilmu filsafat ilmu dan metode ilmu filsafat ; tugas filsafat, mengapa kita memerlukan filsafat, arti metode filsafat, cabang-cabang tradisional dari filsafat, serta manfaat filsafat. | - |
Mendeskripsikan gambaran umum hakikat ilmu filsafat ilmu dan metode ilmu filsafat |
5 |
| 2 |
Mampu menjelaskan tentang pengkajian ilmu (ontology), cara memperoleh
pengetahuan yang benar, metode ilmiah (epistemology), serta bagaimana nilai
pemanfaatan ilmu (aksiologi)
|
1. Ketepatan mendeskripsikan tugas filsafat, 5. Ketepatan mendeskripsikan manfaat filsafat |
Case-Based
|
Pertemuan 1 Kuliah: Presentasi dan Tanya Jawab tentang hakikat ilmu filsafat ilmu dan metode ilmu filsafat ; tugas filsafat, mengapa kita memerlukan filsafat, arti metode filsafat, cabang-cabang tradisional dari filsafat, serta manfaat filsafat. | - |
Mendeskripsikan gambaran umum hakikat ilmu filsafat ilmu dan metode ilmu filsafat |
5 |
| 3 |
Mampu menjelaskan Aliran-aliran dalam filsafat,
|
Mampu menjelaskan Aliran-aliran dalam filsafat, |
Case-Based
|
- | - |
Pertemuan 3 Flipped Classroom, Case-Method Sebelum masuk kelas, mahasiswa ditugasi membaca materi Mampu menjelaskan Aliran-aliraan dalam Pertemuan 4 : Case-Method (lanjutan) Pada pertemuan 3 ini mahasiswa membahas materi Mampu menjelaskan Aliran-aliraan dalam filsafat |
10 |
| 4 |
Mampu menjelaskan Aliran-aliran dalam filsafat,
|
Mampu menjelaskan Aliran-aliran dalam filsafat, |
Case-Based
|
- | - |
Pertemuan 3 Flipped Classroom, Case-Method Sebelum masuk kelas, mahasiswa ditugasi membaca materi Mampu menjelaskan Aliran-aliraan dalam Pertemuan 4 : Case-Method (lanjutan) Pada pertemuan 3 ini mahasiswa membahas materi Mampu menjelaskan Aliran-aliraan dalam filsafat |
10 |
| 5 |
Menganalisis dan menjelaskan dasar- dasar pengetahuan penalaran logika, benar dan kebenaran; sumber-sumber pengetahuan : teori pengetahuan,
tradisi akal sehat (common sense), serta paham barat dan timur watak pengetahuan subjektivisme dan objektivisme. sains dan filsafat: sahnya
pengetahuan skeptisme,postulat ilmiah, metode memperoleh pengetahuan.
|
1. Ketepatan mendeskripsikan tugas filsafat, 2. Ketepatan mendeskripsikan mengapa kita memerlukan filsafat, 5. Ketepatan mendeskripsikan manfaat filsafat |
Tugas
|
Pertemuan 5: Pada pertemuan 5 ini mahasiswa membahas dan mendiskusikan dasar- dasar pengetahuan, penalaran dan logika, benar dan kebenaran. Pertemuan 6: Pada pertemuan 6 mahasiswa membahas lebih mendalam dasar-dasar pengetahuan : teori pengetahuan, tradisi akal sehat (common sense) dan berbagai perspektif yang dikemukakan para filsuf tentang teori dasar-dasar pengetahuan. Pertemuan 7: Pada pertemuan 7 ini mahasiswa menganalisis dan mendiskusikan watak pengetahuan subjektivisme dan objektivisme dan menemukan fenomena-fenomena yang bersifat subjektif dan objektif Pertemuan 8: Pada pertemun 8 ini mahasiswa membahas lebih dalam dan mendiskusikan konsep sains dan filsafat yang berhubungan dengan sahnya pengetahuan, skeptisme, postulat ilmiah, dan metode memperoleh pengetahuan | - |
Dasar-dasar pengetahuan penalaran logika, benar dan kebenaran; sumber-sumber pengetahuan : teori pengetahuan, tradisi akal sehat |
20 |
| 6 |
Menganalisis dan menjelaskan dasar- dasar pengetahuan penalaran logika, benar dan kebenaran; sumber-sumber pengetahuan : teori pengetahuan,
tradisi akal sehat (common sense), serta paham barat dan timur watak pengetahuan subjektivisme dan objektivisme. sains dan filsafat: sahnya
pengetahuan skeptisme,postulat ilmiah, metode memperoleh pengetahuan.
|
1. Ketepatan mendeskripsikan tugas filsafat, 2. Ketepatan mendeskripsikan mengapa kita memerlukan filsafat, 5. Ketepatan mendeskripsikan manfaat filsafat |
Tugas
|
Pertemuan 5: Pada pertemuan 5 ini mahasiswa membahas dan mendiskusikan dasar- dasar pengetahuan, penalaran dan logika, benar dan kebenaran. Pertemuan 6: Pada pertemuan 6 mahasiswa membahas lebih mendalam dasar-dasar pengetahuan : teori pengetahuan, tradisi akal sehat (common sense) dan berbagai perspektif yang dikemukakan para filsuf tentang teori dasar-dasar pengetahuan. Pertemuan 7: Pada pertemuan 7 ini mahasiswa menganalisis dan mendiskusikan watak pengetahuan subjektivisme dan objektivisme dan menemukan fenomena-fenomena yang bersifat subjektif dan objektif Pertemuan 8: Pada pertemun 8 ini mahasiswa membahas lebih dalam dan mendiskusikan konsep sains dan filsafat yang berhubungan dengan sahnya pengetahuan, skeptisme, postulat ilmiah, dan metode memperoleh pengetahuan | - |
Dasar-dasar pengetahuan penalaran logika, benar dan kebenaran; sumber-sumber pengetahuan : teori pengetahuan, tradisi akal sehat |
20 |
| 7 |
Menganalisis dan menjelaskan dasar- dasar pengetahuan penalaran logika, benar dan kebenaran; sumber-sumber pengetahuan : teori pengetahuan,
tradisi akal sehat (common sense), serta paham barat dan timur watak pengetahuan subjektivisme dan objektivisme. sains dan filsafat: sahnya
pengetahuan skeptisme,postulat ilmiah, metode memperoleh pengetahuan.
|
1. Ketepatan mendeskripsikan tugas filsafat, 2. Ketepatan mendeskripsikan mengapa kita memerlukan filsafat, 5. Ketepatan mendeskripsikan manfaat filsafat |
Tugas
|
Pertemuan 5: Pada pertemuan 5 ini mahasiswa membahas dan mendiskusikan dasar- dasar pengetahuan, penalaran dan logika, benar dan kebenaran. Pertemuan 6: Pada pertemuan 6 mahasiswa membahas lebih mendalam dasar-dasar pengetahuan : teori pengetahuan, tradisi akal sehat (common sense) dan berbagai perspektif yang dikemukakan para filsuf tentang teori dasar-dasar pengetahuan. Pertemuan 7: Pada pertemuan 7 ini mahasiswa menganalisis dan mendiskusikan watak pengetahuan subjektivisme dan objektivisme dan menemukan fenomena-fenomena yang bersifat subjektif dan objektif Pertemuan 8: Pada pertemun 8 ini mahasiswa membahas lebih dalam dan mendiskusikan konsep sains dan filsafat yang berhubungan dengan sahnya pengetahuan, skeptisme, postulat ilmiah, dan metode memperoleh pengetahuan | - |
Dasar-dasar pengetahuan penalaran logika, benar dan kebenaran; sumber-sumber pengetahuan : teori pengetahuan, tradisi akal sehat |
20 |
| 8 |
Menganalisis dan menjelaskan dasar- dasar pengetahuan penalaran logika, benar dan kebenaran; sumber-sumber pengetahuan : teori pengetahuan,
tradisi akal sehat (common sense), serta paham barat dan timur watak pengetahuan subjektivisme dan objektivisme. sains dan filsafat: sahnya
pengetahuan skeptisme,postulat ilmiah, metode memperoleh pengetahuan.
|
1. Ketepatan mendeskripsikan tugas filsafat, 2. Ketepatan mendeskripsikan mengapa kita memerlukan filsafat, 5. Ketepatan mendeskripsikan manfaat filsafat |
Tugas
|
Pertemuan 5: Pada pertemuan 5 ini mahasiswa membahas dan mendiskusikan dasar- dasar pengetahuan, penalaran dan logika, benar dan kebenaran. Pertemuan 6: Pada pertemuan 6 mahasiswa membahas lebih mendalam dasar-dasar pengetahuan : teori pengetahuan, tradisi akal sehat (common sense) dan berbagai perspektif yang dikemukakan para filsuf tentang teori dasar-dasar pengetahuan. Pertemuan 7: Pada pertemuan 7 ini mahasiswa menganalisis dan mendiskusikan watak pengetahuan subjektivisme dan objektivisme dan menemukan fenomena-fenomena yang bersifat subjektif dan objektif Pertemuan 8: Pada pertemun 8 ini mahasiswa membahas lebih dalam dan mendiskusikan konsep sains dan filsafat yang berhubungan dengan sahnya pengetahuan, skeptisme, postulat ilmiah, dan metode memperoleh pengetahuan | - |
Dasar-dasar pengetahuan penalaran logika, benar dan kebenaran; sumber-sumber pengetahuan : teori pengetahuan, tradisi akal sehat |
20 |
| 9 | UTS | ||||||
| 10 |
Mahaiswa mampu menganalisis dan menjelaskan ontology: metafisika, asumsi, peluang, batas- batas penjelajahan ilmu; epistemology: pengetahuan,
|
1. Ketepatan dalam Menganalisis dan menjelaskan ontology: metafisika, asumsi, peluang, batas-batas penjelajahan ilmu; 2. Ketepatan menjelaskan epistemology: pengetahuan, metode ilmiah,keterbata san metode ilmiah, |
Project-Based
|
FLIPPEN CLASSROOM PjBL Pada pertemuan ini dosen dan mahasiswa membahas sintak PjBL(Team-Based Project) dan implementasinya dalam proyek penulisan proposal yang akan dikerjakan. Sintak atau langkah-langkah pembelajaran Project Based. Learning/PjBL adalah; 1) menetapkan tema proyek, 2) menetapkan konteks belajar, 3) merencanakan aktivitas-aktivitas, 4) memproses aktivitas-aktivitas, 5) penerapan aktivitas-aktivitas untuk menyelesaikan proyek. Pertemuan 10 PjBL(Team-Based Project): Mahasiswa membahas secara mendalam prinsip-prinsip ontology: metafisika, asumsi, peluang, batas-batas penjelajahan ilmu yang dibutuhkan untuk landasan keilmuan Pertemuan 11 PjBL(Team-Based Project) : Mahasiswa membahas secara mendalam konsep epistemology dan pengaplikasiannya ke dalam proposal mencakup pengetahuan, metode ilmiah, keterbatasan metode ilmiah, hubungan antara filsafat, agama,dan sains, Pertemuan 12 : PjBL(Team-Based Project) ) Mahasiswa menganalisis dan mendalami pengaplikasiaannya ke dalam penelitian ilmiah tentang sarana berpikir ilmiah:bahasa, matekatika, dan statistika. Tagihan adalah kerangka proposal | - |
ontology: metafisika, asumsi, peluang, batas- batas penjelajahan ilmu; epistemology: pengetahuan, metode ilmiah,keterbatasan metode ilmiah, |
20 |
| 11 |
Mahaiswa mampu menganalisis dan menjelaskan ontology: metafisika, asumsi, peluang, batas- batas penjelajahan ilmu; epistemology: pengetahuan,
|
1. Ketepatan dalam Menganalisis dan menjelaskan ontology: metafisika, asumsi, peluang, batas-batas penjelajahan ilmu; 2. Ketepatan menjelaskan epistemology: pengetahuan, metode ilmiah,keterbata san metode ilmiah, |
Project-Based
|
FLIPPEN CLASSROOM PjBL Pada pertemuan ini dosen dan mahasiswa membahas sintak PjBL(Team-Based Project) dan implementasinya dalam proyek penulisan proposal yang akan dikerjakan. Sintak atau langkah-langkah pembelajaran Project Based. Learning/PjBL adalah; 1) menetapkan tema proyek, 2) menetapkan konteks belajar, 3) merencanakan aktivitas-aktivitas, 4) memproses aktivitas-aktivitas, 5) penerapan aktivitas-aktivitas untuk menyelesaikan proyek. Pertemuan 10 PjBL(Team-Based Project): Mahasiswa membahas secara mendalam prinsip-prinsip ontology: metafisika, asumsi, peluang, batas-batas penjelajahan ilmu yang dibutuhkan untuk landasan keilmuan Pertemuan 11 PjBL(Team-Based Project) : Mahasiswa membahas secara mendalam konsep epistemology dan pengaplikasiannya ke dalam proposal mencakup pengetahuan, metode ilmiah, keterbatasan metode ilmiah, hubungan antara filsafat, agama,dan sains, Pertemuan 12 : PjBL(Team-Based Project) ) Mahasiswa menganalisis dan mendalami pengaplikasiaannya ke dalam penelitian ilmiah tentang sarana berpikir ilmiah:bahasa, matekatika, dan statistika. Tagihan adalah kerangka proposal | - |
ontology: metafisika, asumsi, peluang, batas- batas penjelajahan ilmu; epistemology: pengetahuan, metode ilmiah,keterbatasan metode ilmiah, |
20 |
| 12 |
Mahaiswa mampu menganalisis dan menjelaskan ontology: metafisika, asumsi, peluang, batas- batas penjelajahan ilmu; epistemology: pengetahuan,
|
1. Ketepatan dalam Menganalisis dan menjelaskan ontology: metafisika, asumsi, peluang, batas-batas penjelajahan ilmu; 2. Ketepatan menjelaskan epistemology: pengetahuan, metode ilmiah,keterbata san metode ilmiah, |
Project-Based
|
FLIPPEN CLASSROOM PjBL Pada pertemuan ini dosen dan mahasiswa membahas sintak PjBL(Team-Based Project) dan implementasinya dalam proyek penulisan proposal yang akan dikerjakan. Sintak atau langkah-langkah pembelajaran Project Based. Learning/PjBL adalah; 1) menetapkan tema proyek, 2) menetapkan konteks belajar, 3) merencanakan aktivitas-aktivitas, 4) memproses aktivitas-aktivitas, 5) penerapan aktivitas-aktivitas untuk menyelesaikan proyek. Pertemuan 10 PjBL(Team-Based Project): Mahasiswa membahas secara mendalam prinsip-prinsip ontology: metafisika, asumsi, peluang, batas-batas penjelajahan ilmu yang dibutuhkan untuk landasan keilmuan Pertemuan 11 PjBL(Team-Based Project) : Mahasiswa membahas secara mendalam konsep epistemology dan pengaplikasiannya ke dalam proposal mencakup pengetahuan, metode ilmiah, keterbatasan metode ilmiah, hubungan antara filsafat, agama,dan sains, Pertemuan 12 : PjBL(Team-Based Project) ) Mahasiswa menganalisis dan mendalami pengaplikasiaannya ke dalam penelitian ilmiah tentang sarana berpikir ilmiah:bahasa, matekatika, dan statistika. Tagihan adalah kerangka proposal | - |
ontology: metafisika, asumsi, peluang, batas- batas penjelajahan ilmu; epistemology: pengetahuan, metode ilmiah,keterbatasan metode ilmiah, |
20 |
| 13 |
Mampu merancang penerapan aksiologi: ilmu dan moral, tanggung jawab sosial ilmuwan; persoalan moralitas: pertimbangan
moral, situasi moral, ukuran- ukuran etika;watak nilai: fakta dan nilai, bagaimana nilai itu dibenarkan, nilai dan pengalaman
estetika, pilihan nilai-nilai; menjelaskan penerapan idealisme pendidikan dan pembelajaran untuk pembangunan bangsa dan negara
|
1. Ketepatan dalam menerapkan aksiologi: ilmu dan moral, tanggung jawab sosial ilmuwan; persoalan moralitas: |
Project-Based
|
Pertemuan 13: Mahasiswa di bawah bimbingan dosen merancang proposal dan berdiskusi lebih jauh serta berupaya menerapkan prinsip- pripsip ontologi, epistemologi, dan aksiologi. Pertemuan 14: Pada pertemuan ini mahasiswa membahas juga persoalan moralitas: pertimbangan moral, situasi moral, ukuran-ukuran etika; watak nilai: fakta dan nilai, bagaimana nilai itu dibenarkan, nilai dan pengalaman estetika, pilihan nilai-nilai untuk diterapkan di dalam karya ilmiah (proposal mereka). Tagihan adalah draft lengkap proposal tesis dan atau artikel ilmiah. Pertemuan 15: Mahasiswa diproyeksikan pula menonton film “Alangkah Lucunya Negeri Ini” dan mendiskusikan idealisme pendidikan dan pembelajaran yang diungkap dalam film tersebut untuk pembangunan bangsa dan negara sebagai salah satu bentuk kepedulian dalam menyikapi persoalan bangsa berdasarkan konsep filsafat ilmu dan moralitas pendidik. Karya/proyek yang telah direvisi untuk bisa ditindaklanjuti sebagai proposal tesis | - |
Penerapan aksiologi: ilmu dan moral, tanggung jawab sosial ilmuwan; persoalan moralitas: pertimbangan |
20 |
| 14 |
Mampu merancang penerapan aksiologi: ilmu dan moral, tanggung jawab sosial ilmuwan; persoalan moralitas: pertimbangan
moral, situasi moral, ukuran- ukuran etika;watak nilai: fakta dan nilai, bagaimana nilai itu dibenarkan, nilai dan pengalaman
estetika, pilihan nilai-nilai; menjelaskan penerapan idealisme pendidikan dan pembelajaran untuk pembangunan bangsa dan negara
|
1. Ketepatan dalam menerapkan aksiologi: ilmu dan moral, tanggung jawab sosial ilmuwan; persoalan moralitas: |
Project-Based
|
Pertemuan 13: Mahasiswa di bawah bimbingan dosen merancang proposal dan berdiskusi lebih jauh serta berupaya menerapkan prinsip- pripsip ontologi, epistemologi, dan aksiologi. Pertemuan 14: Pada pertemuan ini mahasiswa membahas juga persoalan moralitas: pertimbangan moral, situasi moral, ukuran-ukuran etika; watak nilai: fakta dan nilai, bagaimana nilai itu dibenarkan, nilai dan pengalaman estetika, pilihan nilai-nilai untuk diterapkan di dalam karya ilmiah (proposal mereka). Tagihan adalah draft lengkap proposal tesis dan atau artikel ilmiah. Pertemuan 15: Mahasiswa diproyeksikan pula menonton film “Alangkah Lucunya Negeri Ini” dan mendiskusikan idealisme pendidikan dan pembelajaran yang diungkap dalam film tersebut untuk pembangunan bangsa dan negara sebagai salah satu bentuk kepedulian dalam menyikapi persoalan bangsa berdasarkan konsep filsafat ilmu dan moralitas pendidik. Karya/proyek yang telah direvisi untuk bisa ditindaklanjuti sebagai proposal tesis | - |
Penerapan aksiologi: ilmu dan moral, tanggung jawab sosial ilmuwan; persoalan moralitas: pertimbangan |
20 |
| 15 |
Mampu merancang penerapan aksiologi: ilmu dan moral, tanggung jawab sosial ilmuwan; persoalan moralitas: pertimbangan
moral, situasi moral, ukuran- ukuran etika;watak nilai: fakta dan nilai, bagaimana nilai itu dibenarkan, nilai dan pengalaman
estetika, pilihan nilai-nilai; menjelaskan penerapan idealisme pendidikan dan pembelajaran untuk pembangunan bangsa dan negara
|
1. Ketepatan dalam menerapkan aksiologi: ilmu dan moral, tanggung jawab sosial ilmuwan; persoalan moralitas: |
Project-Based
|
Pertemuan 13: Mahasiswa di bawah bimbingan dosen merancang proposal dan berdiskusi lebih jauh serta berupaya menerapkan prinsip- pripsip ontologi, epistemologi, dan aksiologi. Pertemuan 14: Pada pertemuan ini mahasiswa membahas juga persoalan moralitas: pertimbangan moral, situasi moral, ukuran-ukuran etika; watak nilai: fakta dan nilai, bagaimana nilai itu dibenarkan, nilai dan pengalaman estetika, pilihan nilai-nilai untuk diterapkan di dalam karya ilmiah (proposal mereka). Tagihan adalah draft lengkap proposal tesis dan atau artikel ilmiah. Pertemuan 15: Mahasiswa diproyeksikan pula menonton film “Alangkah Lucunya Negeri Ini” dan mendiskusikan idealisme pendidikan dan pembelajaran yang diungkap dalam film tersebut untuk pembangunan bangsa dan negara sebagai salah satu bentuk kepedulian dalam menyikapi persoalan bangsa berdasarkan konsep filsafat ilmu dan moralitas pendidik. Karya/proyek yang telah direvisi untuk bisa ditindaklanjuti sebagai proposal tesis | - |
Penerapan aksiologi: ilmu dan moral, tanggung jawab sosial ilmuwan; persoalan moralitas: pertimbangan |
20 |
| 16 | UAS | ||||||