Logo UNP
KEMENTERIAN PENDIDIKAN TINGGI, SAINS, DAN TEKNOLOGI
UNIVERSITAS NEGERI PADANG – FAKULTAS MATEMATIKA DAN ILMU PENGETAHUAN ALAM – PROGRAM STUDI PENDIDIKAN BIOLOGI (S2)
RENCANA PEMBELAJARAN SEMESTER
MATA KULIAH (MK) KODE Rumpun MK BOBOT (sks) SEMESTER Tgl Penyusunan
Etnosains Pembelajaran Biologi BIO.82.0044 - 0 2 2 -
OTORISASI / PENGESAHAN Dosen Pengembang RPS Koordinator RMK Koordinator Prodi
- - - Dr. Fitri Arsih S.Si., M.Pd
CPL-PRODI yang dibebankan pada MK
CPL-1 Memiliki karakter yang baik, relijius, semangat nasionalisme dan jiwa entrepreneur dengan memperhatikan norma-etika serta nilai budaya dan kearifan lokal yang berlaku dalam segala aktivitas dan pekerjaan profesional (karakter yang baik / good character)
CPL-2 Memiliki kemampuan komunikasi yang efektif dan kerjasama team dalam interaksi sosial dan pekerjaan (komunikasi dan Kerjasama team / transferable skill)
CPL-5 Mampu merancang, melaksanakan, mengevaluasi, dan mengembangkan pembelajaran biologi yang inovatif sesuai dengan kebutuhan peserta didik.
CPL-7 Menguasai konsep dasar dan lanjut ilmu biologi secara komprehensif
CPL-8 Mampu menguasai TPACK untuk mengembangkan dan menghasilkan produk Pendidikan biologi yang inovatif berbasis riset berorientasi kearifan local.
Capaian Pembelajaran Mata Kuliah (CPMK)
CPMK 1 Mampu menunjukkan sikap menghargai kekayaan budaya nasional, serta mengintegrasikan etika profesi, nilai-nilai religius, dan jiwa entrepreneur (bio-ecopreneurship) dalam mengeksplorasi pengetahuan asli masyarakat (indigenous knowledge) agar menjadi peluang inovasi yang bermanfaat bagi masyarakat secara bertanggung jawab
CPMK 2 Mampu mengomunikasikan hasil eksplorasi dan kajian etnosains pembelajaran biologi secara efektif serta bekerja sama dalam tim selama kegiatan eksplorasi lapangan, diskusi
CPMK 3 Mampu merancang dan mengembangkan pembelajaran biologi berbasis etnosains yang adaptif dan inovatif sesuai kebutuhan peserta didik
CPMK 4 Menguasai konsep dasar dan lanjut ilmu biologi secara komprehensif sebagai dasar untuk merekonstruksi pengetahuan etnosains/kearifan lokal menjadi konsep biologi ilmiah yang sahih
CPMK 5 Mampu mengintegrasikan kerangka kerja TPACK (Technological Pedagogical Content Knowledge) berbasis riset etnosains terkini untuk menciptakan produk pendidikan biologi inovatif berorientasi kearifan lokal
Kemampuan akhir tiap tahapan belajar (Sub-CPMK)
SUB CPMK 1 Mampu mengkontruk pengetahuan terkait hakekat Etnosains dan ruang lingkupnya (10%)
SUB CPMK 2 Mampu mengkontruk pengetahuan terkait kearifan lokal dan ruang lingkupnya (10%)
SUB CPMK 3 Memahami tentang  Transformasi sains asli masyarakat menjadi  sains ilmiah. (10%)
SUB CPMK 4 Mampu mengkontruk pengetahuan terkait peran etnosains dalam membangun pembelajaran abad-21 (10%)
SUB CPMK 5 Memahami pengetahuan terkait  kajian etnosains dalam biologi lingkungan (10%)
SUB CPMK 6 Mampu pengetahuan  terkait kajian etnosian  dalam biologi konservasi (10%)
SUB CPMK 7 Menganalisis jurnal penelitian terkait konservasi dan kearifan lokal (10%)
SUB CPMK 8 Mampu menunjukkan sikap menghargai kekayaan budaya nasional, serta mengintegrasikan etika profesi, nilai-nilai religius, dan jiwa entrepreneur (bio-ecopreneurship) dalam mengeksplorasi pengetahuan asli masyarakat (indigenous knowledge) agar menjadi peluang inovasi yang bermanfaat bagi masyarakat secara bertanggung jawab (20%)
SUB CPMK 9 Mampu mengeidentifikasi kearifan local atau  Etnosains Pendidikan Biologi (Biologi Lingkungan, Biologi  Kesehatan, Biologi Reproduksi, Biologi Terapan) daerah setempat sebagai dasar pengembangan konten dan konsep belajar sains (10%)
SUB CPMK 10 Mampu mengeidentifikasi kearifan local atau Etnosains Pendidikan Biologi (Biologi  Lingkungan, Biologi  Kesehatan, Biologi Reproduksi, Biologi  Terapan) daerah setempat sebagai dasar pengembangan konten  dan konsep belajar  sains   (10%)
SUB CPMK 11 Mampu menunjukkan sikap menghargai kekayaan budaya nasional, serta mengintegrasikan etika profesi, nilai-nilai religius, dan jiwa entrepreneur (bio-ecopreneurship) dalam mengeksplorasi pengetahuan asli masyarakat (indigenous knowledge) agar menjadi peluang inovasi yang bermanfaat bagi masyarakat secara bertanggung jawab (15%)
SUB CPMK 12 Mengkontruksi rancangan kegiatan/konten pembelajaran.bermuatan kearifan local atau Etnosains Pendidikan  Biologi (Biologi Lingkungan, Biologi  Kesehatan, Biologi  Reproduksi, Biologi Terapan) daerah setempat (10%)
SUB CPMK 13 Mengkontruksi rancangan kegiatan/konten pembelajaran.bermuatan kearifan local atau Etnosains Pendidikan  Biologi (Biologi Lingkungan, Biologi  Kesehatan, Biologi  Reproduksi, Biologi  Terapan) daerah setempat (10%)
SUB CPMK 14 Mampu menuangkan  hasil rancangan kegiatan/konten pembelajaran.bermuatan kearifan lokal atau  Etnosains dalam bentuk artikel ilmiah,  dan dianjurkan mengirim artikel tersebut ke Jurnal ilmiah nasional sinta 1-4 atau seminar atau  media publikasi lain  sebagai tugas akhir   (10%)
SUB CPMK 15 Mampu menuangkan  hasil rancangan kegiatan/konten pembelajaran.bermuatan kearifan lokal atau  Etnosains dalam bentuk artikel ilmiah,  dan dianjurkan mengirim artikel tersebut ke Jurnal ilmiah nasional sinta 1-4 atau seminar atau  media publikasi lain  sebagai tugas akhir (10%)
SUB CPMK 16 Mampu menuangkan  hasil rancangan kegiatan/konten pembelajaran.bermuatan kearifan lokal atau Etnosains dalam bentuk artikel ilmiah, dan dianjurkan mengirim artikel tersebut ke Jurnal ilmiah nasional sinta 1-4 atau seminar atau  media publikasi lain  sebagai tugas akhir (10%)
CPL-1 CPL-2 CPL-5 CPL-7 Total
SUB CPMK 1 - - - - 10%
SUB CPMK 2 - - - - 10%
SUB CPMK 3 - - - - 10%
SUB CPMK 4 - - - - 10%
SUB CPMK 5 - - - - 10%
SUB CPMK 6 - - - - 10%
SUB CPMK 7 - - - - 10%
SUB CPMK 8 - - - - 20%
SUB CPMK 9 - - - - 10%
SUB CPMK 10 - - - - 10%
SUB CPMK 11 - - - - 15%
SUB CPMK 12 - - - - 10%
SUB CPMK 13 - - - - 10%
SUB CPMK 14 - - - - 10%
SUB CPMK 15 - - - - 10%
SUB CPMK 16 - - - - 10%
175%
Mata kuliah ini mengkaji konsep, prinsip, dan kajian etnosains sebagai bidang interdisipliner yang mengintegrasikan pengetahuan asli (indigenous knowledge)/kearifan lokal masyarakat dengan konsep-konsep sains, khususnya biologi. Matakuliah ini berisi pemahaman tentang hakikat etnosains, hubungan antara sains ilmiah dan sains asli (native science), serta metode eksplorasi dan dokumentasi pengetahuan lokal masyarakat terkait pemanfaatan tumbuhan, hewan, dan lingkungan. Mahasiswa dilatih untuk mengidentifikasi, menganalisis, dan merekonstruksi pengetahuan etnosains/kearifan lokal menjadi konsep biologi ilmiah yang dapat diintegrasikan ke dalam pembelajaran biologi secara kontekstual dan inovatif.
Utama:
1. Cross,R.T & R.F. Price 1992. Teaching Science for Social Responsibility. Sydney: St.Louis Press.
2. Darren M. O’Hern. 2014. Natural Science Education, Indigenous Knowledge,and Sustainable Development in Rural and Urban Schools in Kenya.
3. Ogawa,M. 1995. Science Education in MultiScience Perspective. Science Education. 79, 583-593.
Pendukung: (Jika diperlukan)
1. Snively,G & J. Corsiglia. 2001. Discovering Indigenous Science: Implications for Science Education. Science Education. Vol 85 (1): 7-34.
2. Suastra, W.I. 2009. Merekonstruksi Sains Asli (Indegenous Science) dalam Upaya Mengembangkan Pendidikan Sains Berbasis Budaya lokal di Sekolah. Makalah. Bali: Jurusan Pend. Fisika IKIP Singaraja.
3. Suastra,W.I. 2003. Implementasi Pembelajaran Sains Berbasis Inkuiri di SLTP. Laporan Penelitian Research Grand IKIP Negeri Singaraja. Tidak Dipublikasikan.
4. Sudarmin. 2014. Pendidikan karakter, etnosains dan kearifan lokal : konsep dan penerapannya dalam penelitian dan pembelajaran sains. Semarang: FMIPA Universitas Negeri Semarang.
5. Wulansari, K., Dian, I, R., Nur, A. P., Sri, W., Abdul, R., Firi, A. 2022. Analisis Kearifan Lokal Keripik Sanjai di Kota Bukittinggi sebagai Sumber Belajar Biologi Materi Keanekaragaman Biologi.Journal of Biological Education and Science, 3(2), 71-77. http://ftik.iainkerinci.ac.id/symbiotic/index.php/symbiotic/article/view/58/37
6. Rikizaputra., Lufri., Syamsurizal., Fitri, A., Mega, E. 2022. Analisis Etnosains Tradisi Rantau Larangan Kampung Tandikat sebagai Sumber Belajar Biologi, Bio-Lectura: Jurnal Pendidikan Biologi, 9(1), 90-102. https://journal.unilak.ac.id/index.php/BL/article/view/9592/3923
-
-
Minggu Ke- SUB-CPMK (Kemampuan Akhir Yang Diharapkan) Penilaian Bentuk Pembelajaran, Metode Pembelajaran, Penugasan Mahasiswa
[Estimasi Waktu]
Materi Pembelajaran
[Rujukan]
Bobot Penilaian
(%)
Indikator Teknik & Kriteria Luring (Tatap Muka) Daring (Online)
1
Mampu mengkontruk pengetahuan terkait hakekat Etnosains dan ruang lingkupnya
  • Ketajaman dan ketepatan analisis
  • Kemampuan kolaborasi
  • Kemampuan komunikasi
Tugas
Kuis
Case-Based
Project-Based
Metode Pembelajaran: Team Based Project, Presentasi, diskusi, tanya jawab, resitasi Model Pembelajaran: PjBL Penugasan Mahasiswa: Membuat jurnal belajar yang diunggahkan pada https://smile.unp.ac.id/ Bentuk Pembelajaran: Melalui Platform https://smile.unp.ac.id/ Zoom, dan Whatsapp
  1. Sejarah etnosains
  2. Hakikat dari etnosains
  3. Sains asli sebagai sumber  belajar sains  
[Cross,R.T & R.F. Price 1992. Teaching Science for Social Responsibility. Sydney: St.Louis Press.]
[Darren M. O’Hern. 2014. Natural Science Education, Indigenous Knowledge,and Sustainable Development in Rural and Urban Schools in Kenya.]
[Ogawa,M. 1995. Science Education in MultiScience Perspective. Science Education. 79, 583-593.]
[Snively,G & J. Corsiglia. 2001. Discovering Indigenous Science: Implications for Science Education. Science Education. Vol 85 (1): 7-34.]
[Suastra, W.I. 2009. Merekonstruksi Sains Asli (Indegenous Science) dalam Upaya Mengembangkan Pendidikan Sains Berbasis Budaya lokal di Sekolah. Makalah. Bali: Jurusan Pend. Fisika IKIP Singaraja.]
[Suastra,W.I. 2003. Implementasi Pembelajaran Sains Berbasis Inkuiri di SLTP. Laporan Penelitian Research Grand IKIP Negeri Singaraja. Tidak Dipublikasikan.]
[Sudarmin. 2014. Pendidikan karakter, etnosains dan kearifan lokal : konsep dan penerapannya dalam penelitian dan pembelajaran sains. Semarang: FMIPA Universitas Negeri Semarang.]
[Wulansari, K., Dian, I, R., Nur, A. P., Sri, W., Abdul, R., Firi, A. 2022. Analisis Kearifan Lokal Keripik Sanjai di Kota Bukittinggi sebagai Sumber Belajar Biologi Materi Keanekaragaman Biologi.Journal of Biological Education and Science, 3(2), 71-77. http://ftik.iainkerinci.ac.id/symbiotic/index.php/symbiotic/article/view/58/37]
[Rikizaputra., Lufri., Syamsurizal., Fitri, A., Mega, E. 2022. Analisis Etnosains Tradisi Rantau Larangan Kampung Tandikat sebagai Sumber Belajar Biologi, Bio-Lectura: Jurnal Pendidikan Biologi, 9(1), 90-102. https://journal.unilak.ac.id/index.php/BL/article/view/9592/3923]
10
2
Mampu mengkontruk pengetahuan terkait kearifan lokal dan ruang lingkupnya
  • Ketajaman dan ketepatan analisis
  • Kemampuan kolaborasi
  • Kemampuan komunikasi
Tugas
Kuis
Case-Based
Project-Based
Metode Pembelajaran: Team Based Project, Presentasi, diskusi, tanya jawab, resitasi Model Pembelajaran: PjBL Penugasan Mahasiswa: Membuat jurnal belajar yang diunggahkan pada https://smile.unp.ac.id/ Bentuk Pembelajaran: Melalui Platform https://smile.unp.ac.id/ Zoom, dan Whatsapp
  1. Kearifan lokal dan kearifan  lingkungan
  2. Fungsi dan wujud kearifan  lokal
  3. Kearifan lokal sebagai  fenomena keilmuan
  4. Perlunya Kurikulum Sains  yang Peduli terhadap Kearifan lokal
[Cross,R.T & R.F. Price 1992. Teaching Science for Social Responsibility. Sydney: St.Louis Press.]
[Darren M. O’Hern. 2014. Natural Science Education, Indigenous Knowledge,and Sustainable Development in Rural and Urban Schools in Kenya.]
[Ogawa,M. 1995. Science Education in MultiScience Perspective. Science Education. 79, 583-593.]
[Snively,G & J. Corsiglia. 2001. Discovering Indigenous Science: Implications for Science Education. Science Education. Vol 85 (1): 7-34.]
[Suastra, W.I. 2009. Merekonstruksi Sains Asli (Indegenous Science) dalam Upaya Mengembangkan Pendidikan Sains Berbasis Budaya lokal di Sekolah. Makalah. Bali: Jurusan Pend. Fisika IKIP Singaraja.]
[Suastra,W.I. 2003. Implementasi Pembelajaran Sains Berbasis Inkuiri di SLTP. Laporan Penelitian Research Grand IKIP Negeri Singaraja. Tidak Dipublikasikan.]
[Sudarmin. 2014. Pendidikan karakter, etnosains dan kearifan lokal : konsep dan penerapannya dalam penelitian dan pembelajaran sains. Semarang: FMIPA Universitas Negeri Semarang.]
[Wulansari, K., Dian, I, R., Nur, A. P., Sri, W., Abdul, R., Firi, A. 2022. Analisis Kearifan Lokal Keripik Sanjai di Kota Bukittinggi sebagai Sumber Belajar Biologi Materi Keanekaragaman Biologi.Journal of Biological Education and Science, 3(2), 71-77. http://ftik.iainkerinci.ac.id/symbiotic/index.php/symbiotic/article/view/58/37]
[Rikizaputra., Lufri., Syamsurizal., Fitri, A., Mega, E. 2022. Analisis Etnosains Tradisi Rantau Larangan Kampung Tandikat sebagai Sumber Belajar Biologi, Bio-Lectura: Jurnal Pendidikan Biologi, 9(1), 90-102. https://journal.unilak.ac.id/index.php/BL/article/view/9592/3923]
10
3
Memahami tentang  Transformasi sains asli masyarakat menjadi  sains ilmiah.
  • Ketajaman dan ketepatan analisis
  • Kemampuan kolaborasi
  • Kemampuan komunikasi
Tugas
Kuis
Case-Based
Project-Based
Metode Pembelajaran: Team Based Project, Presentasi, diskusi, tanya jawab, resitasi Model Pembelajaran: PjBL Penugasan Mahasiswa: Membuat jurnal belajar yang diunggahkan pada https://smile.unp.ac.id/ Bentuk Pembelajaran: Melalui Platform https://smile.unp.ac.id/ Zoom, dan Whatsapp
  1. Sains ilmiah
  2. Perbedaan sains asli dan  ilmiah
[Cross,R.T & R.F. Price 1992. Teaching Science for Social Responsibility. Sydney: St.Louis Press.]
[Darren M. O’Hern. 2014. Natural Science Education, Indigenous Knowledge,and Sustainable Development in Rural and Urban Schools in Kenya.]
[Ogawa,M. 1995. Science Education in MultiScience Perspective. Science Education. 79, 583-593.]
[Snively,G & J. Corsiglia. 2001. Discovering Indigenous Science: Implications for Science Education. Science Education. Vol 85 (1): 7-34.]
[Suastra, W.I. 2009. Merekonstruksi Sains Asli (Indegenous Science) dalam Upaya Mengembangkan Pendidikan Sains Berbasis Budaya lokal di Sekolah. Makalah. Bali: Jurusan Pend. Fisika IKIP Singaraja.]
[Suastra,W.I. 2003. Implementasi Pembelajaran Sains Berbasis Inkuiri di SLTP. Laporan Penelitian Research Grand IKIP Negeri Singaraja. Tidak Dipublikasikan.]
[Sudarmin. 2014. Pendidikan karakter, etnosains dan kearifan lokal : konsep dan penerapannya dalam penelitian dan pembelajaran sains. Semarang: FMIPA Universitas Negeri Semarang.]
[Wulansari, K., Dian, I, R., Nur, A. P., Sri, W., Abdul, R., Firi, A. 2022. Analisis Kearifan Lokal Keripik Sanjai di Kota Bukittinggi sebagai Sumber Belajar Biologi Materi Keanekaragaman Biologi.Journal of Biological Education and Science, 3(2), 71-77. http://ftik.iainkerinci.ac.id/symbiotic/index.php/symbiotic/article/view/58/37]
[Rikizaputra., Lufri., Syamsurizal., Fitri, A., Mega, E. 2022. Analisis Etnosains Tradisi Rantau Larangan Kampung Tandikat sebagai Sumber Belajar Biologi, Bio-Lectura: Jurnal Pendidikan Biologi, 9(1), 90-102. https://journal.unilak.ac.id/index.php/BL/article/view/9592/3923]
10
4
Mampu mengkontruk pengetahuan terkait peran etnosains dalam membangun pembelajaran abad-21
  • Ketajaman dan ketepatan analisis
  • Kemampuan kolaborasi
  • Kemampuan komunikasi
Tugas
Kuis
Case-Based
Project-Based
Metode Pembelajaran: Team Based Project, Presentasi, diskusi, tanya jawab, resitasi Model Pembelajaran: PjBL Penugasan Mahasiswa: Membuat jurnal belajar yang diunggahkan pada https://smile.unp.ac.id/ Bentuk Pembelajaran: Melalui Platform https://smile.unp.ac.id/ Zoom, dan Whatsapp

Mampu mengkontruk  pengetahuan terkait  peran etnosains dalam  membangun pembelajaran abad-21

[Cross,R.T & R.F. Price 1992. Teaching Science for Social Responsibility. Sydney: St.Louis Press.]
[Darren M. O’Hern. 2014. Natural Science Education, Indigenous Knowledge,and Sustainable Development in Rural and Urban Schools in Kenya.]
[Ogawa,M. 1995. Science Education in MultiScience Perspective. Science Education. 79, 583-593.]
[Snively,G & J. Corsiglia. 2001. Discovering Indigenous Science: Implications for Science Education. Science Education. Vol 85 (1): 7-34.]
[Suastra, W.I. 2009. Merekonstruksi Sains Asli (Indegenous Science) dalam Upaya Mengembangkan Pendidikan Sains Berbasis Budaya lokal di Sekolah. Makalah. Bali: Jurusan Pend. Fisika IKIP Singaraja.]
[Suastra,W.I. 2003. Implementasi Pembelajaran Sains Berbasis Inkuiri di SLTP. Laporan Penelitian Research Grand IKIP Negeri Singaraja. Tidak Dipublikasikan.]
[Sudarmin. 2014. Pendidikan karakter, etnosains dan kearifan lokal : konsep dan penerapannya dalam penelitian dan pembelajaran sains. Semarang: FMIPA Universitas Negeri Semarang.]
[Wulansari, K., Dian, I, R., Nur, A. P., Sri, W., Abdul, R., Firi, A. 2022. Analisis Kearifan Lokal Keripik Sanjai di Kota Bukittinggi sebagai Sumber Belajar Biologi Materi Keanekaragaman Biologi.Journal of Biological Education and Science, 3(2), 71-77. http://ftik.iainkerinci.ac.id/symbiotic/index.php/symbiotic/article/view/58/37]
[Rikizaputra., Lufri., Syamsurizal., Fitri, A., Mega, E. 2022. Analisis Etnosains Tradisi Rantau Larangan Kampung Tandikat sebagai Sumber Belajar Biologi, Bio-Lectura: Jurnal Pendidikan Biologi, 9(1), 90-102. https://journal.unilak.ac.id/index.php/BL/article/view/9592/3923]
10
5
Memahami pengetahuan terkait  kajian etnosains dalam biologi lingkungan
  • Ketajaman dan ketepatan analisis
  • Kemampuan kolaborasi
  • Kemampuan komunikasi
Tugas
Kuis
Case-Based
Project-Based
Metode Pembelajaran: Team Based Project, Presentasi, diskusi, tanya jawab, resitasi Model Pembelajaran:  PjBL Penugasan Mahasiswa: Membuat jurnal belajar yang diunggahkan pada https://smile.unp.ac.id/ Bentuk Pembelajaran: Melalui Platform https://smile.unp.ac.id/ Zoom, dan Whatsapp
  1. Konsep biologi lingkungan
  2. Pengetahuan Sains asli masyarakat dalam biologi  lingkungan
  3. Hasil penelitian etnosains  dalam kontek biologi lingkungan
  4. Implementasi sains asli  masyarakat dalam biologi  lingkungan dalam pembelajaran IPA
[Cross,R.T & R.F. Price 1992. Teaching Science for Social Responsibility. Sydney: St.Louis Press.]
[Darren M. O’Hern. 2014. Natural Science Education, Indigenous Knowledge,and Sustainable Development in Rural and Urban Schools in Kenya.]
[Ogawa,M. 1995. Science Education in MultiScience Perspective. Science Education. 79, 583-593.]
[Snively,G & J. Corsiglia. 2001. Discovering Indigenous Science: Implications for Science Education. Science Education. Vol 85 (1): 7-34.]
[Suastra, W.I. 2009. Merekonstruksi Sains Asli (Indegenous Science) dalam Upaya Mengembangkan Pendidikan Sains Berbasis Budaya lokal di Sekolah. Makalah. Bali: Jurusan Pend. Fisika IKIP Singaraja.]
[Suastra,W.I. 2003. Implementasi Pembelajaran Sains Berbasis Inkuiri di SLTP. Laporan Penelitian Research Grand IKIP Negeri Singaraja. Tidak Dipublikasikan.]
[Sudarmin. 2014. Pendidikan karakter, etnosains dan kearifan lokal : konsep dan penerapannya dalam penelitian dan pembelajaran sains. Semarang: FMIPA Universitas Negeri Semarang.]
[Wulansari, K., Dian, I, R., Nur, A. P., Sri, W., Abdul, R., Firi, A. 2022. Analisis Kearifan Lokal Keripik Sanjai di Kota Bukittinggi sebagai Sumber Belajar Biologi Materi Keanekaragaman Biologi.Journal of Biological Education and Science, 3(2), 71-77. http://ftik.iainkerinci.ac.id/symbiotic/index.php/symbiotic/article/view/58/37]
[Rikizaputra., Lufri., Syamsurizal., Fitri, A., Mega, E. 2022. Analisis Etnosains Tradisi Rantau Larangan Kampung Tandikat sebagai Sumber Belajar Biologi, Bio-Lectura: Jurnal Pendidikan Biologi, 9(1), 90-102. https://journal.unilak.ac.id/index.php/BL/article/view/9592/3923]
10
6
Mampu pengetahuan  terkait kajian etnosian  dalam biologi konservasi
  • Ketajaman dan ketepatan analisis
  • Kemampuan kolaborasi
  • Kemampuan komunikasi
Tugas
Kuis
Case-Based
Project-Based
Metode Pembelajaran: Team Based Project, Presentasi, diskusi, tanya jawab, resitasi Model Pembelajaran: PjBL Penugasan Mahasiswa: Membuat jurnal belajar yang diunggahkan pada https://smile.unp.ac.id/ Bentuk Pembelajaran: Melalui Platform https://smile.unp.ac.id/ Zoom, dan Whatsapp

Konsep biologi konservasi

Pengetahuan Sains asli  masyarakat dalam biologi  konservasi

Hasil penelitian etnosains  dalam kontek biologi konseravasi 

Implementasi sains asli  masyarakat dalam biologi  konseravasi dalam pembelajaran IPA 

[Cross,R.T & R.F. Price 1992. Teaching Science for Social Responsibility. Sydney: St.Louis Press.]
[Darren M. O’Hern. 2014. Natural Science Education, Indigenous Knowledge,and Sustainable Development in Rural and Urban Schools in Kenya.]
[Ogawa,M. 1995. Science Education in MultiScience Perspective. Science Education. 79, 583-593.]
[Snively,G & J. Corsiglia. 2001. Discovering Indigenous Science: Implications for Science Education. Science Education. Vol 85 (1): 7-34.]
[Suastra, W.I. 2009. Merekonstruksi Sains Asli (Indegenous Science) dalam Upaya Mengembangkan Pendidikan Sains Berbasis Budaya lokal di Sekolah. Makalah. Bali: Jurusan Pend. Fisika IKIP Singaraja.]
[Suastra,W.I. 2003. Implementasi Pembelajaran Sains Berbasis Inkuiri di SLTP. Laporan Penelitian Research Grand IKIP Negeri Singaraja. Tidak Dipublikasikan.]
[Sudarmin. 2014. Pendidikan karakter, etnosains dan kearifan lokal : konsep dan penerapannya dalam penelitian dan pembelajaran sains. Semarang: FMIPA Universitas Negeri Semarang.]
[Wulansari, K., Dian, I, R., Nur, A. P., Sri, W., Abdul, R., Firi, A. 2022. Analisis Kearifan Lokal Keripik Sanjai di Kota Bukittinggi sebagai Sumber Belajar Biologi Materi Keanekaragaman Biologi.Journal of Biological Education and Science, 3(2), 71-77. http://ftik.iainkerinci.ac.id/symbiotic/index.php/symbiotic/article/view/58/37]
[Rikizaputra., Lufri., Syamsurizal., Fitri, A., Mega, E. 2022. Analisis Etnosains Tradisi Rantau Larangan Kampung Tandikat sebagai Sumber Belajar Biologi, Bio-Lectura: Jurnal Pendidikan Biologi, 9(1), 90-102. https://journal.unilak.ac.id/index.php/BL/article/view/9592/3923]
10
7
Menganalisis jurnal penelitian terkait konservasi dan kearifan lokal
  • Ketajaman dan ketepatan analisis
  • Kemampuan kolaborasi
  • Kemampuan komunikasi
Tugas
Kuis
Case-Based
Project-Based
Metode Pembelajaran: Team Based Project, Presentasi, diskusi, tanya jawab, resitasi Model Pembelajaran: PjBL Penugasan Mahasiswa: Membuat jurnal belajar yang diunggahkan pada https://smile.unp.ac.id/ Bentuk Pembelajaran: Melalui Platform https://smile.unp.ac.id/ Zoom, dan Whatsapp

Analisis jurnal terkait konservasi dan kearifan local 

[Cross,R.T & R.F. Price 1992. Teaching Science for Social Responsibility. Sydney: St.Louis Press.]
[Darren M. O’Hern. 2014. Natural Science Education, Indigenous Knowledge,and Sustainable Development in Rural and Urban Schools in Kenya.]
[Ogawa,M. 1995. Science Education in MultiScience Perspective. Science Education. 79, 583-593.]
[Snively,G & J. Corsiglia. 2001. Discovering Indigenous Science: Implications for Science Education. Science Education. Vol 85 (1): 7-34.]
[Suastra, W.I. 2009. Merekonstruksi Sains Asli (Indegenous Science) dalam Upaya Mengembangkan Pendidikan Sains Berbasis Budaya lokal di Sekolah. Makalah. Bali: Jurusan Pend. Fisika IKIP Singaraja.]
[Suastra,W.I. 2003. Implementasi Pembelajaran Sains Berbasis Inkuiri di SLTP. Laporan Penelitian Research Grand IKIP Negeri Singaraja. Tidak Dipublikasikan.]
[Sudarmin. 2014. Pendidikan karakter, etnosains dan kearifan lokal : konsep dan penerapannya dalam penelitian dan pembelajaran sains. Semarang: FMIPA Universitas Negeri Semarang.]
[Wulansari, K., Dian, I, R., Nur, A. P., Sri, W., Abdul, R., Firi, A. 2022. Analisis Kearifan Lokal Keripik Sanjai di Kota Bukittinggi sebagai Sumber Belajar Biologi Materi Keanekaragaman Biologi.Journal of Biological Education and Science, 3(2), 71-77. http://ftik.iainkerinci.ac.id/symbiotic/index.php/symbiotic/article/view/58/37]
[Rikizaputra., Lufri., Syamsurizal., Fitri, A., Mega, E. 2022. Analisis Etnosains Tradisi Rantau Larangan Kampung Tandikat sebagai Sumber Belajar Biologi, Bio-Lectura: Jurnal Pendidikan Biologi, 9(1), 90-102. https://journal.unilak.ac.id/index.php/BL/article/view/9592/3923]
10
8 UTS
9
Mampu mengeidentifikasi kearifan local atau  Etnosains Pendidikan Biologi (Biologi Lingkungan, Biologi  Kesehatan, Biologi Reproduksi, Biologi Terapan) daerah setempat sebagai dasar pengembangan konten dan konsep belajar sains
  • Ketajaman dan ketepatan analisis
  • Kemampuan kolaborasi
  • Kemampuan komunikasi
Tugas
Kuis
Case-Based
Project-Based
Metode Pembelajaran: Team Based Project, Presentasi, diskusi, tanya jawab, resitasi Model Pembelajaran: PjBL Penugasan Mahasiswa: Membuat jurnal belajar yang diunggahkan pada https://smile.unp.ac.id/ Bentuk Pembelajaran: Melalui Platform https://smile.unp.ac.id/ Zoom, dan Whatsapp

Jenis-jenis Etnosains Pendidikan Biologi (Biologi  Lingkungan, Biologi  Kesehatan, Biologi Reproduksi, Biologi Terapan) local 

 

[Cross,R.T & R.F. Price 1992. Teaching Science for Social Responsibility. Sydney: St.Louis Press.]
[Darren M. O’Hern. 2014. Natural Science Education, Indigenous Knowledge,and Sustainable Development in Rural and Urban Schools in Kenya.]
[Ogawa,M. 1995. Science Education in MultiScience Perspective. Science Education. 79, 583-593.]
[Snively,G & J. Corsiglia. 2001. Discovering Indigenous Science: Implications for Science Education. Science Education. Vol 85 (1): 7-34.]
[Suastra, W.I. 2009. Merekonstruksi Sains Asli (Indegenous Science) dalam Upaya Mengembangkan Pendidikan Sains Berbasis Budaya lokal di Sekolah. Makalah. Bali: Jurusan Pend. Fisika IKIP Singaraja.]
[Suastra,W.I. 2003. Implementasi Pembelajaran Sains Berbasis Inkuiri di SLTP. Laporan Penelitian Research Grand IKIP Negeri Singaraja. Tidak Dipublikasikan.]
[Sudarmin. 2014. Pendidikan karakter, etnosains dan kearifan lokal : konsep dan penerapannya dalam penelitian dan pembelajaran sains. Semarang: FMIPA Universitas Negeri Semarang.]
[Wulansari, K., Dian, I, R., Nur, A. P., Sri, W., Abdul, R., Firi, A. 2022. Analisis Kearifan Lokal Keripik Sanjai di Kota Bukittinggi sebagai Sumber Belajar Biologi Materi Keanekaragaman Biologi.Journal of Biological Education and Science, 3(2), 71-77. http://ftik.iainkerinci.ac.id/symbiotic/index.php/symbiotic/article/view/58/37]
[Rikizaputra., Lufri., Syamsurizal., Fitri, A., Mega, E. 2022. Analisis Etnosains Tradisi Rantau Larangan Kampung Tandikat sebagai Sumber Belajar Biologi, Bio-Lectura: Jurnal Pendidikan Biologi, 9(1), 90-102. https://journal.unilak.ac.id/index.php/BL/article/view/9592/3923]
10
10
Mampu mengeidentifikasi kearifan local atau Etnosains Pendidikan Biologi (Biologi  Lingkungan, Biologi  Kesehatan, Biologi Reproduksi, Biologi  Terapan) daerah setempat sebagai dasar pengembangan konten  dan konsep belajar  sains  
  • Ketajaman dan ketepatan analisis
  • Kemampuan kolaborasi
  • Kemampuan komunikasi
Tugas
Kuis
Case-Based
Project-Based
Metode Pembelajaran: Team Based Project, Presentasi, diskusi, tanya jawab, resitasi Model Pembelajaran: PjBL Penugasan Mahasiswa: Membuat jurnal belajar yang diunggahkan pada https://smile.unp.ac.id/     Bentuk Pembelajaran: Melalui Platform https://smile.unp.ac.id/ Zoom, dan Whatsapp

Jenis-jenis Etnosains

Pendidikan Biologi (Biologi Lingkungan, Biologi Kesehatan, Biologi Reproduksi, Biologi Terapan) local 

 

[Cross,R.T & R.F. Price 1992. Teaching Science for Social Responsibility. Sydney: St.Louis Press.]
[Darren M. O’Hern. 2014. Natural Science Education, Indigenous Knowledge,and Sustainable Development in Rural and Urban Schools in Kenya.]
[Ogawa,M. 1995. Science Education in MultiScience Perspective. Science Education. 79, 583-593.]
[Snively,G & J. Corsiglia. 2001. Discovering Indigenous Science: Implications for Science Education. Science Education. Vol 85 (1): 7-34.]
[Suastra, W.I. 2009. Merekonstruksi Sains Asli (Indegenous Science) dalam Upaya Mengembangkan Pendidikan Sains Berbasis Budaya lokal di Sekolah. Makalah. Bali: Jurusan Pend. Fisika IKIP Singaraja.]
[Suastra,W.I. 2003. Implementasi Pembelajaran Sains Berbasis Inkuiri di SLTP. Laporan Penelitian Research Grand IKIP Negeri Singaraja. Tidak Dipublikasikan.]
[Sudarmin. 2014. Pendidikan karakter, etnosains dan kearifan lokal : konsep dan penerapannya dalam penelitian dan pembelajaran sains. Semarang: FMIPA Universitas Negeri Semarang.]
[Wulansari, K., Dian, I, R., Nur, A. P., Sri, W., Abdul, R., Firi, A. 2022. Analisis Kearifan Lokal Keripik Sanjai di Kota Bukittinggi sebagai Sumber Belajar Biologi Materi Keanekaragaman Biologi.Journal of Biological Education and Science, 3(2), 71-77. http://ftik.iainkerinci.ac.id/symbiotic/index.php/symbiotic/article/view/58/37]
[Rikizaputra., Lufri., Syamsurizal., Fitri, A., Mega, E. 2022. Analisis Etnosains Tradisi Rantau Larangan Kampung Tandikat sebagai Sumber Belajar Biologi, Bio-Lectura: Jurnal Pendidikan Biologi, 9(1), 90-102. https://journal.unilak.ac.id/index.php/BL/article/view/9592/3923]
10
11
Mengkontruksi rancangan kegiatan/konten pembelajaran.bermuatan kearifan local atau Etnosains Pendidikan  Biologi (Biologi Lingkungan, Biologi  Kesehatan, Biologi  Reproduksi, Biologi Terapan) daerah setempat
  • Ketajaman dan ketepatan analisis
  • Kemampuan kolaborasi
  • Kemampuan komunikasi
Tugas
Kuis
Case-Based
Project-Based
  Metode Pembelajaran: Team Based Project, Presentasi, diskusi, tanya jawab, resitasi Model Pembelajaran: PjBL Penugasan Mahasiswa: Membuat jurnal belajar yang diunggahkan pada https://smile.unp.ac.id/ Bentuk Pembelajaran: Melalui Platform https://smile.unp.ac.id/ Zoom, dan Whatsapp

Strategi mengimplemtasikan  kearifan local dalam proses pembelajaran

[Cross,R.T & R.F. Price 1992. Teaching Science for Social Responsibility. Sydney: St.Louis Press.]
[Darren M. O’Hern. 2014. Natural Science Education, Indigenous Knowledge,and Sustainable Development in Rural and Urban Schools in Kenya.]
[Ogawa,M. 1995. Science Education in MultiScience Perspective. Science Education. 79, 583-593.]
[Snively,G & J. Corsiglia. 2001. Discovering Indigenous Science: Implications for Science Education. Science Education. Vol 85 (1): 7-34.]
[Suastra, W.I. 2009. Merekonstruksi Sains Asli (Indegenous Science) dalam Upaya Mengembangkan Pendidikan Sains Berbasis Budaya lokal di Sekolah. Makalah. Bali: Jurusan Pend. Fisika IKIP Singaraja.]
[Suastra,W.I. 2003. Implementasi Pembelajaran Sains Berbasis Inkuiri di SLTP. Laporan Penelitian Research Grand IKIP Negeri Singaraja. Tidak Dipublikasikan.]
[Sudarmin. 2014. Pendidikan karakter, etnosains dan kearifan lokal : konsep dan penerapannya dalam penelitian dan pembelajaran sains. Semarang: FMIPA Universitas Negeri Semarang.]
[Wulansari, K., Dian, I, R., Nur, A. P., Sri, W., Abdul, R., Firi, A. 2022. Analisis Kearifan Lokal Keripik Sanjai di Kota Bukittinggi sebagai Sumber Belajar Biologi Materi Keanekaragaman Biologi.Journal of Biological Education and Science, 3(2), 71-77. http://ftik.iainkerinci.ac.id/symbiotic/index.php/symbiotic/article/view/58/37]
[Rikizaputra., Lufri., Syamsurizal., Fitri, A., Mega, E. 2022. Analisis Etnosains Tradisi Rantau Larangan Kampung Tandikat sebagai Sumber Belajar Biologi, Bio-Lectura: Jurnal Pendidikan Biologi, 9(1), 90-102. https://journal.unilak.ac.id/index.php/BL/article/view/9592/3923]
10
12
Mengkontruksi rancangan kegiatan/konten pembelajaran.bermuatan kearifan local atau Etnosains Pendidikan  Biologi (Biologi Lingkungan, Biologi  Kesehatan, Biologi  Reproduksi, Biologi  Terapan) daerah setempat
  • Ketajaman dan ketepatan analisis
  • Kemampuan kolaborasi
  • Kemampuan komunikasi
Tugas
Kuis
Case-Based
Project-Based
Metode Pembelajaran: Team Based Project, Presentasi, diskusi, tanya jawab, resitasi Model Pembelajaran: PjBL Penugasan Mahasiswa: Membuat jurnal belajar yang diunggahkan pada https://smile.unp.ac.id/ Bentuk Pembelajaran: Melalui Platform https://smile.unp.ac.id/ Zoom, dan Whatsapp

Strategi mengimplemtasikan  kearifan local dalam proses pembelajaran 

 

[Cross,R.T & R.F. Price 1992. Teaching Science for Social Responsibility. Sydney: St.Louis Press.]
[Darren M. O’Hern. 2014. Natural Science Education, Indigenous Knowledge,and Sustainable Development in Rural and Urban Schools in Kenya.]
[Ogawa,M. 1995. Science Education in MultiScience Perspective. Science Education. 79, 583-593.]
[Snively,G & J. Corsiglia. 2001. Discovering Indigenous Science: Implications for Science Education. Science Education. Vol 85 (1): 7-34.]
[Suastra, W.I. 2009. Merekonstruksi Sains Asli (Indegenous Science) dalam Upaya Mengembangkan Pendidikan Sains Berbasis Budaya lokal di Sekolah. Makalah. Bali: Jurusan Pend. Fisika IKIP Singaraja.]
[Suastra,W.I. 2003. Implementasi Pembelajaran Sains Berbasis Inkuiri di SLTP. Laporan Penelitian Research Grand IKIP Negeri Singaraja. Tidak Dipublikasikan.]
[Sudarmin. 2014. Pendidikan karakter, etnosains dan kearifan lokal : konsep dan penerapannya dalam penelitian dan pembelajaran sains. Semarang: FMIPA Universitas Negeri Semarang.]
[Wulansari, K., Dian, I, R., Nur, A. P., Sri, W., Abdul, R., Firi, A. 2022. Analisis Kearifan Lokal Keripik Sanjai di Kota Bukittinggi sebagai Sumber Belajar Biologi Materi Keanekaragaman Biologi.Journal of Biological Education and Science, 3(2), 71-77. http://ftik.iainkerinci.ac.id/symbiotic/index.php/symbiotic/article/view/58/37]
[Rikizaputra., Lufri., Syamsurizal., Fitri, A., Mega, E. 2022. Analisis Etnosains Tradisi Rantau Larangan Kampung Tandikat sebagai Sumber Belajar Biologi, Bio-Lectura: Jurnal Pendidikan Biologi, 9(1), 90-102. https://journal.unilak.ac.id/index.php/BL/article/view/9592/3923]
10
13
Mampu menuangkan  hasil rancangan kegiatan/konten pembelajaran.bermuatan kearifan lokal atau  Etnosains dalam bentuk artikel ilmiah,  dan dianjurkan mengirim artikel tersebut ke Jurnal ilmiah nasional sinta 1-4 atau seminar atau  media publikasi lain  sebagai tugas akhir  
  • Ketajaman dan ketepatan analisis
  • Kemampuan kolaborasi
  • Kemampuan komunikasi
Tugas
Kuis
Case-Based
Project-Based
  Metode Pembelajaran: Team Based Project, Presentasi, diskusi, tanya jawab, resitasi Model Pembelajaran: PjBL Penugasan Mahasiswa: Membuat jurnal belajar yang diunggahkan pada https://smile.unp.ac.id/ Bentuk Pembelajaran: Melalui Platform https://smile.unp.ac.id/ Zoom, dan Whatsapp

Miniresearch tentang etnosains  yang terdapat pada daerah asal  

 

[Cross,R.T & R.F. Price 1992. Teaching Science for Social Responsibility. Sydney: St.Louis Press.]
[Darren M. O’Hern. 2014. Natural Science Education, Indigenous Knowledge,and Sustainable Development in Rural and Urban Schools in Kenya.]
[Ogawa,M. 1995. Science Education in MultiScience Perspective. Science Education. 79, 583-593.]
[Snively,G & J. Corsiglia. 2001. Discovering Indigenous Science: Implications for Science Education. Science Education. Vol 85 (1): 7-34.]
[Suastra, W.I. 2009. Merekonstruksi Sains Asli (Indegenous Science) dalam Upaya Mengembangkan Pendidikan Sains Berbasis Budaya lokal di Sekolah. Makalah. Bali: Jurusan Pend. Fisika IKIP Singaraja.]
[Suastra,W.I. 2003. Implementasi Pembelajaran Sains Berbasis Inkuiri di SLTP. Laporan Penelitian Research Grand IKIP Negeri Singaraja. Tidak Dipublikasikan.]
[Sudarmin. 2014. Pendidikan karakter, etnosains dan kearifan lokal : konsep dan penerapannya dalam penelitian dan pembelajaran sains. Semarang: FMIPA Universitas Negeri Semarang.]
[Wulansari, K., Dian, I, R., Nur, A. P., Sri, W., Abdul, R., Firi, A. 2022. Analisis Kearifan Lokal Keripik Sanjai di Kota Bukittinggi sebagai Sumber Belajar Biologi Materi Keanekaragaman Biologi.Journal of Biological Education and Science, 3(2), 71-77. http://ftik.iainkerinci.ac.id/symbiotic/index.php/symbiotic/article/view/58/37]
[Rikizaputra., Lufri., Syamsurizal., Fitri, A., Mega, E. 2022. Analisis Etnosains Tradisi Rantau Larangan Kampung Tandikat sebagai Sumber Belajar Biologi, Bio-Lectura: Jurnal Pendidikan Biologi, 9(1), 90-102. https://journal.unilak.ac.id/index.php/BL/article/view/9592/3923]
10
14
Mampu menuangkan  hasil rancangan kegiatan/konten pembelajaran.bermuatan kearifan lokal atau  Etnosains dalam bentuk artikel ilmiah,  dan dianjurkan mengirim artikel tersebut ke Jurnal ilmiah nasional sinta 1-4 atau seminar atau  media publikasi lain  sebagai tugas akhir
  • Ketajaman dan ketepatan analisis
  • Kemampuan kolaborasi
  • Kemampuan komunikasi
Tugas
Kuis
Case-Based
Project-Based
Metode Pembelajaran: Team Based Project, Presentasi, diskusi, tanya jawab, resitasi Model Pembelajaran: PjBL Penugasan Mahasiswa: Membuat jurnal belajar yang diunggahkan pada https://smile.unp.ac.id/ Bentuk Pembelajaran: Melalui Platform https://smile.unp.ac.id/ Zoom, dan Whatsapp

Miniresearch tentang etnosains  yang terdapat pada daerah asal  

 

[Cross,R.T & R.F. Price 1992. Teaching Science for Social Responsibility. Sydney: St.Louis Press.]
[Darren M. O’Hern. 2014. Natural Science Education, Indigenous Knowledge,and Sustainable Development in Rural and Urban Schools in Kenya.]
[Ogawa,M. 1995. Science Education in MultiScience Perspective. Science Education. 79, 583-593.]
[Snively,G & J. Corsiglia. 2001. Discovering Indigenous Science: Implications for Science Education. Science Education. Vol 85 (1): 7-34.]
[Suastra, W.I. 2009. Merekonstruksi Sains Asli (Indegenous Science) dalam Upaya Mengembangkan Pendidikan Sains Berbasis Budaya lokal di Sekolah. Makalah. Bali: Jurusan Pend. Fisika IKIP Singaraja.]
[Suastra,W.I. 2003. Implementasi Pembelajaran Sains Berbasis Inkuiri di SLTP. Laporan Penelitian Research Grand IKIP Negeri Singaraja. Tidak Dipublikasikan.]
[Sudarmin. 2014. Pendidikan karakter, etnosains dan kearifan lokal : konsep dan penerapannya dalam penelitian dan pembelajaran sains. Semarang: FMIPA Universitas Negeri Semarang.]
[Wulansari, K., Dian, I, R., Nur, A. P., Sri, W., Abdul, R., Firi, A. 2022. Analisis Kearifan Lokal Keripik Sanjai di Kota Bukittinggi sebagai Sumber Belajar Biologi Materi Keanekaragaman Biologi.Journal of Biological Education and Science, 3(2), 71-77. http://ftik.iainkerinci.ac.id/symbiotic/index.php/symbiotic/article/view/58/37]
[Rikizaputra., Lufri., Syamsurizal., Fitri, A., Mega, E. 2022. Analisis Etnosains Tradisi Rantau Larangan Kampung Tandikat sebagai Sumber Belajar Biologi, Bio-Lectura: Jurnal Pendidikan Biologi, 9(1), 90-102. https://journal.unilak.ac.id/index.php/BL/article/view/9592/3923]
10
15
Mampu menuangkan  hasil rancangan kegiatan/konten pembelajaran.bermuatan kearifan lokal atau Etnosains dalam bentuk artikel ilmiah, dan dianjurkan mengirim artikel tersebut ke Jurnal ilmiah nasional sinta 1-4 atau seminar atau  media publikasi lain  sebagai tugas akhir
  • Ketajaman dan ketepatan analisis
  • Kemampuan kolaborasi
  • Kemampuan komunikasi
Tugas
Kuis
Case-Based
Project-Based
Metode Pembelajaran: Team Based Project, Presentasi, diskusi, tanya jawab, resitasi Model Pembelajaran: PjBL Penugasan Mahasiswa: Membuat jurnal belajar yang diunggahkan pada https://smile.unp.ac.id/ Bentuk Pembelajaran: Melalui Platform https://smile.unp.ac.id/ Zoom, dan Whatsapp

Miniresearch tentang etnosains  yang terdapat pada daerah asal

[Cross,R.T & R.F. Price 1992. Teaching Science for Social Responsibility. Sydney: St.Louis Press.]
[Darren M. O’Hern. 2014. Natural Science Education, Indigenous Knowledge,and Sustainable Development in Rural and Urban Schools in Kenya.]
[Ogawa,M. 1995. Science Education in MultiScience Perspective. Science Education. 79, 583-593.]
[Snively,G & J. Corsiglia. 2001. Discovering Indigenous Science: Implications for Science Education. Science Education. Vol 85 (1): 7-34.]
[Suastra, W.I. 2009. Merekonstruksi Sains Asli (Indegenous Science) dalam Upaya Mengembangkan Pendidikan Sains Berbasis Budaya lokal di Sekolah. Makalah. Bali: Jurusan Pend. Fisika IKIP Singaraja.]
[Suastra,W.I. 2003. Implementasi Pembelajaran Sains Berbasis Inkuiri di SLTP. Laporan Penelitian Research Grand IKIP Negeri Singaraja. Tidak Dipublikasikan.]
[Sudarmin. 2014. Pendidikan karakter, etnosains dan kearifan lokal : konsep dan penerapannya dalam penelitian dan pembelajaran sains. Semarang: FMIPA Universitas Negeri Semarang.]
[Wulansari, K., Dian, I, R., Nur, A. P., Sri, W., Abdul, R., Firi, A. 2022. Analisis Kearifan Lokal Keripik Sanjai di Kota Bukittinggi sebagai Sumber Belajar Biologi Materi Keanekaragaman Biologi.Journal of Biological Education and Science, 3(2), 71-77. http://ftik.iainkerinci.ac.id/symbiotic/index.php/symbiotic/article/view/58/37]
[Rikizaputra., Lufri., Syamsurizal., Fitri, A., Mega, E. 2022. Analisis Etnosains Tradisi Rantau Larangan Kampung Tandikat sebagai Sumber Belajar Biologi, Bio-Lectura: Jurnal Pendidikan Biologi, 9(1), 90-102. https://journal.unilak.ac.id/index.php/BL/article/view/9592/3923]
10
16 UAS