|
KEMENTERIAN PENDIDIKAN TINGGI, SAINS, DAN TEKNOLOGI
UNIVERSITAS NEGERI PADANG
– FAKULTAS EKONOMI DAN BISNIS
– PROGRAM STUDI PENDIDIKAN EKONOMI (S1)
|
||||||
| RENCANA PEMBELAJARAN SEMESTER | |||||||
| MATA KULIAH (MK) | KODE | Rumpun MK | BOBOT (sks) | SEMESTER | Tgl Penyusunan | ||
| Pengembangan Bahan Ajar Inovatif | PDE.61.0057 | - | 0 | 2 | 5 | - | |
| OTORISASI / PENGESAHAN | Dosen Pengembang RPS | Koordinator RMK | Koordinator Prodi | ||||
| - | - | - | Dr. Friyatmi S.Pd., M.Pd. | ||||
| Capaian Pembelajaran |
CPL-PRODI yang dibebankan pada MK | |
| CPL-1 | Memiliki karakter yang baik, relijius, semangat nasionalisme dan jiwa entrepreneur dengan memperhatikan norma-etika serta nilai budaya dan kearifan lokal yang berlaku dalam segala aktivitas dan pekerjaan profesional (karakter yang baik / good character) | |
| CPL-2 | Memiliki kemampuan komunikasi yang efektif dan kerjasama team dalam interaksi sosial dan pekerjaan (komunikasi dan Kerjasama team / transferable skill) | |
| CPL-3 | Mampu berfikir logis, kritis dan inovatif dalam mengidentifikasi, menganalisis dan memberikan solusi terhadap permasalahan yang sesuai dengan bidang keahlian. | |
| CPL-5 | Menguasai konsep dasar pendidikan, pedagogik, dan kurikulum dalam perencanaan, pengelolaan, dan asesmen pembelajaran ekonomi yang berbasis teknologi informasi dan berpusat pada peserta didik | |
| CPL-7 | Mampu merancang, melaksanakan, dan mengevaluasi praktik pembelajaran ekonomi yang efektif dengan memanfaatkan teknologi informasi sehingga tercipta lingkungan pembelajaran yang aman, nyaman, dan berpusat pada peserta didik. | |
| Capaian Pembelajaran Mata Kuliah (CPMK) | ||
| CPMK 1 | - | |
| CPMK 2 | - | |
| CPMK 3 | - | |
| CPMK 4 | - | |
| CPMK 5 | Mahasiswa mampu menganalisis karakteristik, kebutuhan, dan konteks peserta didik, kurikulum, serta buku teks Ekonomi sekolah sebagai dasar dalam menentukan jenis, struktur, dan model pengembangan bahan ajar Ekonomi inovatif secara kritis, sistematis, dan bertanggung jawab. | |
| CPMK 6 | Mahasiswa mampu merancang peta bahan ajar, struktur materi, instrumen pengembangan, serta pemilihan media dan teknologi inovatif berdasarkan hasil analisis kurikulum dan karakteristik peserta didik secara kreatif, sistematis, dan kolaboratif. | |
| CPMK 7 | Mahasiswa mampu mengembangkan produk bahan ajar Ekonomi inovatif dalam bentuk cetak dan/atau digital yang sesuai dengan tujuan pembelajaran, karakteristik peserta didik, prinsip desain pembelajaran, serta kaidah penyajian materi yang valid, menarik, dan kontekstual. | |
| CPMK 8 | Mahasiswa mampu mengevaluasi dan menyempurnakan produk bahan ajar Ekonomi inovatif berdasarkan hasil validasi ahli, simulasi implementasi, dan respons pengguna, serta menyusun dan mempresentasikan laporan pengembangan secara sistematis dengan memperhatikan etika akademik dan perlindungan hak cipta. | |
| CPMK 9 | Mahasiswa mampu menganalisis karakteristik, kebutuhan, dan konteks peserta didik, kurikulum, serta buku teks Ekonomi sekolah sebagai dasar dalam menentukan jenis, struktur, dan model pengembangan bahan ajar Ekonomi inovatif secara kritis, sistematis, dan bertanggung jawab. | |
| CPMK 10 | Mahasiswa mampu merancang peta bahan ajar, struktur materi, instrumen pengembangan, serta pemilihan media dan teknologi inovatif berdasarkan hasil analisis kurikulum dan karakteristik peserta didik secara kreatif, sistematis, dan kolaboratif. | |
| CPMK 11 | Mahasiswa mampu mengembangkan produk bahan ajar Ekonomi inovatif dalam bentuk cetak dan/atau digital yang sesuai dengan tujuan pembelajaran, karakteristik peserta didik, prinsip desain pembelajaran, serta kaidah penyajian materi yang valid, menarik, dan kontekstual. | |
| CPMK 12 | Mahasiswa mampu mengevaluasi dan menyempurnakan produk bahan ajar Ekonomi inovatif berdasarkan hasil validasi ahli, simulasi implementasi, dan respons pengguna, serta menyusun dan mempresentasikan laporan pengembangan secara sistematis dengan memperhatikan etika akademik dan perlindungan hak cipta. | |
| CPMK 13 | Mahasiswa mampu menganalisis karakteristik, kebutuhan, dan konteks peserta didik, kurikulum, serta buku teks Ekonomi sekolah sebagai dasar dalam menentukan jenis, struktur, dan model pengembangan bahan ajar Ekonomi inovatif secara kritis, sistematis, dan bertanggung jawab. | |
| CPMK 14 | Mahasiswa mampu merancang peta bahan ajar, struktur materi, instrumen pengembangan, serta pemilihan media dan teknologi inovatif berdasarkan hasil analisis kurikulum dan karakteristik peserta didik secara kreatif, sistematis, dan kolaboratif. | |
| CPMK 15 | Mahasiswa mampu mengembangkan produk bahan ajar Ekonomi inovatif dalam bentuk cetak dan/atau digital yang sesuai dengan tujuan pembelajaran, karakteristik peserta didik, prinsip desain pembelajaran, serta kaidah penyajian materi yang valid, menarik, dan kontekstual. | |
| CPMK 16 | Mahasiswa mampu mengevaluasi dan menyempurnakan produk bahan ajar Ekonomi inovatif berdasarkan hasil validasi ahli, simulasi implementasi, dan respons pengguna, serta menyusun dan mempresentasikan laporan pengembangan secara sistematis dengan memperhatikan etika akademik dan perlindungan hak cipta. | |
| CPMK 17 | Mahasiswa mampu menganalisis karakteristik, kebutuhan, dan konteks peserta didik, kurikulum, serta buku teks Ekonomi sekolah sebagai dasar dalam menentukan jenis, struktur, dan model pengembangan bahan ajar Ekonomi inovatif secara kritis, sistematis, dan bertanggung jawab. | |
| CPMK 18 | Mahasiswa mampu merancang peta bahan ajar, struktur materi, instrumen pengembangan, serta pemilihan media dan teknologi inovatif berdasarkan hasil analisis kurikulum dan karakteristik peserta didik secara kreatif, sistematis, dan kolaboratif. | |
| CPMK 19 | Mahasiswa mampu mengembangkan produk bahan ajar Ekonomi inovatif dalam bentuk cetak dan/atau digital yang sesuai dengan tujuan pembelajaran, karakteristik peserta didik, prinsip desain pembelajaran, serta kaidah penyajian materi yang valid, menarik, dan kontekstual. | |
| CPMK 20 | Mahasiswa mampu mengevaluasi dan menyempurnakan produk bahan ajar Ekonomi inovatif berdasarkan hasil validasi ahli, simulasi implementasi, dan respons pengguna, serta menyusun dan mempresentasikan laporan pengembangan secara sistematis dengan memperhatikan etika akademik dan perlindungan hak cipta. | |
| CPMK 21 | Mahasiswa mampu menganalisis karakteristik, kebutuhan, dan konteks peserta didik, kurikulum, serta buku teks Ekonomi sekolah sebagai dasar dalam menentukan jenis, struktur, dan model pengembangan bahan ajar Ekonomi inovatif secara kritis, sistematis, dan bertanggung jawab. | |
| CPMK 22 | Mahasiswa mampu merancang peta bahan ajar, struktur materi, instrumen pengembangan, serta pemilihan media dan teknologi inovatif berdasarkan hasil analisis kurikulum dan karakteristik peserta didik secara kreatif, sistematis, dan kolaboratif. | |
| CPMK 23 | Mahasiswa mampu mengembangkan produk bahan ajar Ekonomi inovatif dalam bentuk cetak dan/atau digital yang sesuai dengan tujuan pembelajaran, karakteristik peserta didik, prinsip desain pembelajaran, serta kaidah penyajian materi yang valid, menarik, dan kontekstual. | |
| CPMK 24 | Mahasiswa mampu mengevaluasi dan menyempurnakan produk bahan ajar Ekonomi inovatif berdasarkan hasil validasi ahli, simulasi implementasi, dan respons pengguna, serta menyusun dan mempresentasikan laporan pengembangan secara sistematis dengan memperhatikan etika akademik dan perlindungan hak cipta. | |
| Kemampuan akhir tiap tahapan belajar (Sub-CPMK) | ||
| SUB CPMK 1 | Mahasiswa mampu menganalisis kesesuaian capaian pembelajaran, tujuan pembelajaran, materi, aktivitas, dan asesmen dalam kurikulum serta mengevaluasi kualitas dan relevansi buku teks Ekonomi sekolah sebagai dasar pengembangan bahan ajar. (3%) | |
| SUB CPMK 2 | - (3%) | |
| SUB CPMK 3 | Mahasiswa mampu menganalisis karakteristik, kebutuhan, kemampuan awal, dan konteks belajar peserta didik (3%) | |
| SUB CPMK 4 | Mahasiswa mampu merancang peta bahan ajar dan struktur materi Ekonomi secara logis, sistematis, hierarkis, dan sesuai dengan capaian serta tujuan pembelajaran. (5%) | |
| SUB CPMK 5 | Mahasiswa mampu merancang instrumen pengembangan dan evaluasi bahan ajar serta memilih media, teknologi, dan format penyajian inovatif berdasarkan karakteristik materi, peserta didik, tujuan pembelajaran, dan konteks penggunaan. (5%) | |
| SUB CPMK 6 | Mahasiswa mampu mengembangkan prototipe bahan ajar cetak Ekonomi yang sistematis, akurat, kontekstual, komunikatif, menarik, dan sesuai dengan prinsip desain bahan ajar. (10%) | |
| SUB CPMK 7 | Mahasiswa mampu mengembangkan prototipe bahan ajar digital Ekonomi dengan memanfaatkan media dan teknologi yang relevan serta mengintegrasikan unsur teks, visual, multimedia, interaktivitas, dan aktivitas pembelajaran secara efektif. (10%) | |
| SUB CPMK 8 | - (10%) | |
| SUB CPMK 9 | Mahasiswa mampu mengembangkan prototipe bahan ajar digital Ekonomi dengan memanfaatkan media dan teknologi yang relevan serta mengintegrasikan unsur teks, visual, multimedia, interaktivitas, dan aktivitas pembelajaran secara efektif. (10%) | |
| SUB CPMK 10 | Mahasiswa mampu melakukan dan menganalisis validasi bahan ajar melalui expert judgment berdasarkan aspek isi/materi, kebahasaan, penyajian, kegrafikan, dan/atau aspek media serta menginterpretasikan hasil validasi secara objektif. (7%) | |
| SUB CPMK 11 | Mahasiswa mampu melakukan dan menganalisis validasi bahan ajar melalui expert judgment berdasarkan aspek isi/materi, kebahasaan, penyajian, kegrafikan, dan/atau aspek media serta menginterpretasikan hasil validasi secara objektif. (8%) | |
| SUB CPMK 12 | Mahasiswa mampu mengevaluasi dan merevisi prototipe bahan ajar berdasarkan hasil validasi dan masukan ahli secara sistematis serta mendokumentasikan perubahan produk secara bertanggung jawab. (8%) | |
| SUB CPMK 13 | Mahasiswa mampu mengimplementasikan dan mempresentasikan penggunaan bahan ajar dalam simulasi pembelajaran Ekonomi (microteaching) serta merefleksikan keterlaksanaan, kejelasan, keterpakaian, dan efektivitas awal bahan ajar. (10%) | |
| SUB CPMK 14 | Mahasiswa mampu mengumpulkan, menganalisis, dan menginterpretasikan respons pengguna terhadap bahan ajar serta mengidentifikasi kekuatan, kelemahan, dan aspek yang perlu disempurnakan berdasarkan data pengguna. (8%) | |
| SUB CPMK 15 | Mahasiswa mampu menyusun dan mempresentasikan laporan pengembangan bahan ajar secara sistematis serta mendokumentasikan produk dengan memperhatikan etika akademik, sitasi, orisinalitas, dan ketentuan perlindungan hak cipta. (10%) | |
| SUB CPMK 16 | - (15%) | |
| Matriks CPL ke CPMK |
|
| Deskripsi Singkat Mata Kuliah |
Mata kuliah ini terdiri dari teori tentang Pengembangan Bahan Ajar Inovatif |
| Pustaka | Utama: |
|
1. Branch, Robert Maribe. (2009). Instructional Design: The ADDIE Approach. New York: Springer.
2. Plomp, T., & Nieveen, N. (Eds.). (2013). Educational Design Research – Part A: An Introduction. Enschede: SLO.
3. Isri Laila Syatroh dkk. (2024). Metode Pengembangan Bahan Ajar. Solok: PT Mafy Media Literasi Indonesia.
4. Nasruddin dkk. (2022). Pengembangan Bahan Ajar. Padang: PT Global Eksekutif Teknologi.
5. Grace Selvia Surwuy dkk. (2023). Pengembangan Bahan Ajar. Medan: PT Mifandi Mandiri Digital.
|
|
|
Pendukung: (Jika diperlukan)
1. Armiati, A & Hidayat, M. T. (2024). Podcast Spotify Sebagai Media Pembelajaran Audio untuk Meningkatkan Hasil Belajar Siswa. Jurnal Penelitian dan Pengembangan Pendidikan, 8(1), 116-126. https://ejournal.undiksha.ac.id/index.php/JJL/article/view/62871
2. Anggraini, S., & Armiati, A. (2022). Development of E-Modules with Online Tests to Increase Students' Motivation and Learning Outcomes in Class XI. QALAMUNA: Jurnal Pendidikan, Sosial, Dan Agama, 14(2), 685-704. https://ejournal.insuriponorogo.ac.id/index.php/qalamuna/article/view/3496
3. Susanti, D., Armiati, A., Rahmidani, R., Sulikah, S., Aulya, V. R., & Anggraini, J. (2022). E-Book dengan Memanfaatkan Flipbook Maker sebagai Multimedia pada Pembelajaran Berbasis E-Newspaper Literacy dalam Mengoptimalkan Critical Thinking Skills di Perguruan Tinggi. Jurnal Inovasi Pendidikan Ekonomi (JIPE), 12(2), 158-166.
|
|
| Dosen Pengampu |
- |
| Mata kuliah syarat |
- |
| Minggu Ke- | SUB-CPMK (Kemampuan Akhir Yang Diharapkan) | Penilaian | Bentuk Pembelajaran, Metode Pembelajaran, Penugasan Mahasiswa [Estimasi Waktu] |
Materi Pembelajaran [Rujukan] |
Bobot Penilaian (%) |
||
|---|---|---|---|---|---|---|---|
| Indikator | Teknik & Kriteria | Luring (Tatap Muka) | Daring (Online) | ||||
| 1 | ORIENTASI | ||||||
| 2 |
Mahasiswa mampu menganalisis kesesuaian capaian pembelajaran, tujuan pembelajaran, materi, aktivitas, dan asesmen dalam kurikulum serta mengevaluasi kualitas dan relevansi buku teks Ekonomi sekolah sebagai dasar pengembangan bahan ajar.
|
Ketepatan dalam menganalisis kesesuaian capaian pembelajaran, tujuan pembelajaran, materi, aktivitas, dan asesmen dalam kurikulum serta mengevaluasi kualitas dan relevansi buku teks Ekonomi sekolah sebagai dasar pengembangan bahan ajar. |
Tugas
Kuis
|
Pendahuluan: Dosen membuka perkuliahan dengan hangat dan bersemangat melalui orientasi tujuan pembelajaran, apersepsi dengan mengaitkan bahan ajar dengan kurikulum yang digunakan di sekolah, serta motivasi pentingnya bahan ajar yang selaras dengan kurikulum. Inti: Dosen memberikan pemantik berupa contoh bahan ajar/buku teks Ekonomi yang tidak sepenuhnya sesuai dengan tuntutan kurikulum. Mahasiswa menganalisis CP/KI-KD, tujuan pembelajaran, materi, aktivitas, dan asesmen serta membandingkannya dengan isi buku teks. Mahasiswa mengidentifikasi kesenjangan, kekurangan, dan potensi miskonsepsi pada materi Ekonomi. Dosen memfasilitasi diskusi dan memberikan umpan balik untuk menetapkan masalah yang akan dikembangkan menjadi proyek. Penutup: Dosen mengonfirmasi hasil analisis mahasiswa, memfasilitasi refleksi tentang pentingnya analisis kurikulum dan buku teks, serta memberikan tindak lanjut dengan meminta mahasiswa mempelajari analisis karakteristik peserta didik pada LMS UNP. | Mahasiswa mempelajari PEM yang tersedia di LMS UNP: www.smile.unp.ac.id dan membuat serta mengunggah ringkasan dalam bentuk infografis. Selain itu juga mengerjakan penugasan tentang hasil analisis kurikulum dan buku teks ekonomi. Quiz yang ada di LMS juga diselesaikan Dikumpul/diunggah ke LMS H-2 setiap minggu/penugasan |
Analisis Kurikulum dan Buku Teks Ekonomi Sekolah
[Branch, Robert Maribe. (2009). Instructional Design: The ADDIE Approach. New York: Springer.]
[Plomp, T., & Nieveen, N. (Eds.). (2013). Educational Design Research – Part A: An Introduction. Enschede: SLO.]
[Isri Laila Syatroh dkk. (2024). Metode Pengembangan Bahan Ajar. Solok: PT Mafy Media Literasi Indonesia.]
[Nasruddin dkk. (2022). Pengembangan Bahan Ajar. Padang: PT Global Eksekutif Teknologi.]
[Grace Selvia Surwuy dkk. (2023). Pengembangan Bahan Ajar. Medan: PT Mifandi Mandiri Digital.]
|
3 |
| 3 |
Mahasiswa mampu menganalisis karakteristik, kebutuhan, kemampuan awal, dan konteks belajar peserta didik
|
Ketepatan dalam menganalisis karakteristik, kebutuhan, kemampuan awal, dan konteks belajar peserta didik |
Tugas
|
Pendahuluan: Dosen membuka perkuliahan dengan hangat dan bersemangat melalui orientasi tujuan pembelajaran, apersepsi tentang pengalaman belajar mahasiswa pada era digital, serta motivasi mengenai pentingnya memahami karakteristik peserta didik dalam mengembangkan bahan ajar. Inti: Dosen memberikan pemantik berupa profil/kasus peserta didik Generasi Z dan Alpha dengan karakteristik belajar yang beragam. Mahasiswa menganalisis kebutuhan, karakteristik, kemampuan awal, minat, konteks, dan kebutuhan belajar peserta didik. Mahasiswa menghubungkan hasil analisis dengan pilihan jenis bahan ajar dan model pengembangan yang sesuai. Dosen memberikan scaffolding dan memfasilitasi mahasiswa dalam menetapkan sasaran pengguna serta arah proyek. Penutup: Dosen mengonfirmasi hasil analisis dan keputusan desain awal mahasiswa, memfasilitasi refleksi, serta memberikan tindak lanjut berupa mempelajari peta bahan ajar dan struktur materi pada LMS UNP. | Mahasiswa mempelajari PEM yang tersedia di LMS UNP: www.smile.unp.ac.id dan membuat serta mengunggah ringkasan dalam bentuk infografis. Selain itu juga mengerjakan penugasan tentang analisis karakteristik siswa dan pemilihan model pengembangan. Dikumpul/diunggah ke LMS H-2 setiap minggu/penugasan |
Analisis Karakteristik Siswa dan Pemilihan Model Pengembangan
[Branch, Robert Maribe. (2009). Instructional Design: The ADDIE Approach. New York: Springer.]
[Isri Laila Syatroh dkk. (2024). Metode Pengembangan Bahan Ajar. Solok: PT Mafy Media Literasi Indonesia.]
[Nasruddin dkk. (2022). Pengembangan Bahan Ajar. Padang: PT Global Eksekutif Teknologi.]
|
3 |
| 4 |
Mahasiswa mampu merancang peta bahan ajar dan struktur materi Ekonomi secara logis, sistematis, hierarkis, dan sesuai dengan capaian serta tujuan pembelajaran.
|
Ketepatan dalam merancang peta bahan ajar dan struktur materi Ekonomi secara logis, sistematis, hierarkis, dan sesuai dengan capaian serta tujuan pembelajaran. |
Tugas
|
Pendahuluan: Dosen membuka perkuliahan dengan hangat dan bersemangat melalui orientasi tujuan, apersepsi tentang struktur buku/modul yang pernah digunakan mahasiswa, serta motivasi mengenai pentingnya struktur materi yang sistematis dalam menghasilkan bahan ajar berkualitas. Inti: Dosen memberikan pemantik berupa contoh peta konsep dan struktur bahan ajar Ekonomi. Mahasiswa menentukan tujuan pembelajaran, memetakan konsep dan materi, menyusun alur tujuan pembelajaran, serta membuat outline bahan ajar. Dosen membimbing mahasiswa mengorganisasikan materi secara logis, sistematis, dan sesuai karakteristik peserta didik. Mahasiswa mempresentasikan rancangan dan memperoleh umpan balik. Penutup: Dosen mengonfirmasi ketepatan peta dan struktur materi, memfasilitasi refleksi, serta memberikan tindak lanjut berupa mempelajari perancangan instrumen evaluasi dan pemilihan media inovatif pada LMS UNP. | Mahasiswa mempelajari PEM yang tersedia di LMS UNP: www.smile.unp.ac.id dan membuat serta mengunggah ringkasan dalam bentuk infografis. Selain itu juga mengerjakan penugasan tentang penyusunan peta bahan ajar dan struktur materi. Dikumpul/diunggah ke LMS H-2 setiap minggu/penugasan |
Penyusunan Peta Bahan Ajar dan Struktur Materi
[Branch, Robert Maribe. (2009). Instructional Design: The ADDIE Approach. New York: Springer.]
[Isri Laila Syatroh dkk. (2024). Metode Pengembangan Bahan Ajar. Solok: PT Mafy Media Literasi Indonesia.]
|
5 |
| 5 |
Mahasiswa mampu merancang instrumen pengembangan dan evaluasi bahan ajar serta memilih media, teknologi, dan format penyajian inovatif berdasarkan karakteristik materi, peserta didik, tujuan pembelajaran, dan konteks penggunaan.
|
Ketepatan dalam merancang instrumen pengembangan dan evaluasi bahan ajar serta memilih media, teknologi, dan format penyajian inovatif berdasarkan karakteristik materi, peserta didik, tujuan pembelajaran, dan konteks penggunaan |
Tugas
|
Pendahuluan: Dosen membuka perkuliahan dengan hangat dan bersemangat melalui orientasi tujuan, apersepsi mengenai berbagai media bahan ajar yang telah digunakan mahasiswa, serta motivasi untuk memilih teknologi berdasarkan kebutuhan pembelajaran, bukan sekadar mengikuti tren. Inti: Dosen memberikan pemantik berupa perbandingan beberapa produk bahan ajar cetak, e-modul, infografis interaktif, dan podcast Ekonomi. Mahasiswa menentukan format/platform produk, memilih media dan teknologi inovatif, merancang instrumen evaluasi formatif, membagi tugas, serta menyusun jadwal dan target proyek. Dosen memberikan bimbingan dan umpan balik terhadap kelayakan rancangan proyek. Penutup: Dosen melakukan konfirmasi terhadap desain, instrumen, dan timeline proyek, memfasilitasi refleksi kesiapan pengembangan produk, serta memberikan tindak lanjut berupa mempelajari prinsip pengembangan bahan ajar cetak pada LMS UNP. | Mahasiswa mempelajari PEM yang tersedia di LMS UNP: www.smile.unp.ac.id dan membuat serta mengunggah ringkasan dalam bentuk infografis. Selain itu juga mengerjakan penugasan tentang perancangan instrumen dan pemilihan media inovatif. Dikumpul/diunggah ke LMS H-2 setiap minggu/penugasan |
Perancangan Instrumen dan Pemilihan Media Inovatif
[Branch, Robert Maribe. (2009). Instructional Design: The ADDIE Approach. New York: Springer.]
[Isri Laila Syatroh dkk. (2024). Metode Pengembangan Bahan Ajar. Solok: PT Mafy Media Literasi Indonesia.]
|
5 |
| 6 |
Mahasiswa mampu mengembangkan prototipe bahan ajar cetak Ekonomi yang sistematis, akurat, kontekstual, komunikatif, menarik, dan sesuai dengan prinsip desain bahan ajar.
|
Ketepatan dalam mengembangkan prototipe bahan ajar cetak Ekonomi yang sistematis, akurat, kontekstual, komunikatif, menarik, dan sesuai dengan prinsip desain bahan ajar. |
Tugas
Kuis
Project-Based
|
Skenario TBP (Team Based Project) yang mengikuti sintak PjBL secara sederhana. Pendahuluan: Dosen membuka perkuliahan dengan hangat dan bersemangat melalui orientasi tujuan, apersepsi tentang karakteristik modul/LKS yang baik, serta motivasi agar mahasiswa menghasilkan produk yang fungsional dan bukan sekadar menarik secara visual. Inti: Dosen memberikan pemantik berupa contoh bahan ajar cetak Ekonomi berbasis PjBL/Case Method. Mahasiswa mulai mengembangkan bahan ajar cetak berdasarkan desain yang telah dibuat, menyusun materi, aktivitas pembelajaran, latihan, dan evaluasi. Dosen memonitor proses, memberikan scaffolding, dan memberikan umpan balik terhadap isi, struktur, bahasa, dan desain produk. Penutup: Dosen mengonfirmasi progres dan kendala proyek, memfasilitasi refleksi terhadap proses pengembangan, serta memberikan tindak lanjut berupa mempelajari prinsip desain visual dan pengembangan bahan ajar digital pada LMS UNP. | Mahasiswa mempelajari PEM yang tersedia di LMS UNP: www.smile.unp.ac.id dan membuat serta mengunggah ringkasan dalam bentuk infografis. Selain itu juga mengerjakan Quiz yang ada di LMS. Dikumpul/diunggah ke LMS H-2 setiap minggu/penugasan |
Pengembangan Bahan Ajar Cetak Ekonomi Modern Praktik menyusun LKS/Modul ekonomi berbasis Project-Based Learning (PjBL) atau Case Method [Branch, Robert Maribe. (2009). Instructional Design: The ADDIE Approach. New York: Springer.]
[Anggraini, S., & Armiati, A. (2022). Development of E-Modules with Online Tests to Increase Students' Motivation and Learning Outcomes in Class XI. QALAMUNA: Jurnal Pendidikan, Sosial, Dan Agama, 14(2), 685-704. https://ejournal.insuriponorogo.ac.id/index.php/qalamuna/article/view/3496]
|
10 |
| 7 |
Mahasiswa mampu mengembangkan prototipe bahan ajar digital Ekonomi dengan memanfaatkan media dan teknologi yang relevan serta mengintegrasikan unsur teks, visual, multimedia, interaktivitas, dan aktivitas pembelajaran secara efektif.
|
Ketepatan dalam mengembangkan prototipe bahan ajar digital Ekonomi dengan memanfaatkan media dan teknologi yang relevan serta mengintegrasikan unsur teks, visual, multimedia, interaktivitas, dan aktivitas pembelajaran secara efektif. |
Tugas
Project-Based
|
Skenario TBP (Team Based Project) yang mengikuti sintak PjBL secara sederhana. Pendahuluan: Dosen membuka perkuliahan dengan hangat dan bersemangat melalui orientasi tujuan, apersepsi tentang penggunaan visual dalam pembelajaran, serta motivasi pentingnya kemampuan menyajikan konsep Ekonomi secara menarik dan mudah dipahami. Inti: Dosen memberikan pemantik berupa contoh infografis/komik Ekonomi yang efektif dan kurang efektif. Mahasiswa mengembangkan infografis atau komik Ekonomi menggunakan Canva atau perangkat digital lainnya dengan memperhatikan akurasi materi, hierarki informasi, visualisasi data, keterbacaan, dan estetika. Dosen memonitor proses dan memberikan umpan balik. Penutup: Dosen melakukan konfirmasi terhadap hasil sementara, memfasilitasi refleksi, serta memberikan tindak lanjut berupa mempelajari modul digital interaktif pada LMS UNP sebagai persiapan perkuliahan berikutnya. | Mahasiswa mempelajari PEM yang tersedia di LMS UNP: www.smile.unp.ac.id dan membuat serta mengunggah ringkasan dalam bentuk infografis. Selain itu juga mengerjakan penugasan tentang pengembangan bahan ajar digital ekonomi. Dikumpul/diunggah ke LMS H-2 setiap minggu/penugasan |
Pengembangan Bahan Ajar Digital Ekonomi (Bagian 1) Praktik membuat infografis/komik ekonomi dengan Canva/alat digital [Branch, Robert Maribe. (2009). Instructional Design: The ADDIE Approach. New York: Springer.]
[Anggraini, S., & Armiati, A. (2022). Development of E-Modules with Online Tests to Increase Students' Motivation and Learning Outcomes in Class XI. QALAMUNA: Jurnal Pendidikan, Sosial, Dan Agama, 14(2), 685-704. https://ejournal.insuriponorogo.ac.id/index.php/qalamuna/article/view/3496]
[Susanti, D., Armiati, A., Rahmidani, R., Sulikah, S., Aulya, V. R., & Anggraini, J. (2022). E-Book dengan Memanfaatkan Flipbook Maker sebagai Multimedia pada Pembelajaran Berbasis E-Newspaper Literacy dalam Mengoptimalkan Critical Thinking Skills di Perguruan Tinggi. Jurnal Inovasi Pendidikan Ekonomi (JIPE), 12(2), 158-166.]
|
10 |
| 8 | UTS | 10 | |||||
| 9 |
Mahasiswa mampu mengembangkan prototipe bahan ajar digital Ekonomi dengan memanfaatkan media dan teknologi yang relevan serta mengintegrasikan unsur teks, visual, multimedia, interaktivitas, dan aktivitas pembelajaran secara efektif.
|
Ketepatan dalam mengembangkan prototipe bahan ajar digital Ekonomi dengan memanfaatkan media dan teknologi yang relevan serta mengintegrasikan unsur teks, visual, multimedia, interaktivitas, dan aktivitas pembelajaran secara efektif |
Tugas
Project-Based
|
Skenario TBP (Team Based Project) yang mengikuti sintak PjBL secara sederhana. Pendahuluan: Dosen membuka perkuliahan dengan hangat dan bersemangat melalui orientasi tujuan, apersepsi terhadap produk digital yang telah dibuat, serta motivasi untuk mengembangkan bahan ajar yang interaktif dan bermakna. Inti: Dosen memberikan pemantik berupa demonstrasi e-modul interaktif. Mahasiswa mengembangkan modul digital menggunakan Flip PDF Professional, Book Creator, atau platform yang dipilih dengan mengintegrasikan teks, visual, multimedia, navigasi, aktivitas, dan evaluasi formatif. Dosen memonitor perkembangan proyek, memberikan konsultasi, dan memberikan umpan balik. Penutup: Dosen mengonfirmasi progres produk, memfasilitasi refleksi terhadap interaktivitas dan keterpakaian produk, serta memberikan tindak lanjut berupa mempelajari pemanfaatan data ekonomi riil dalam bahan ajar pada LMS UNP. | Mahasiswa mempelajari PEM yang tersedia di LMS UNP: www.smile.unp.ac.id dan membuat serta mengunggah ringkasan dalam bentuk infografis. Selain itu juga mengerjakan penugasan tentang pengembangan bahan ajar digital ekonomi. Dikumpul/diunggah ke LMS H-2 setiap minggu/penugasan |
Pengembangan Bahan Ajar Digital Ekonomi (Bagian 2) Praktik membuat modul digital interaktif menggunakan Flip PDF Professional, Book Creator atau Canva [Branch, Robert Maribe. (2009). Instructional Design: The ADDIE Approach. New York: Springer.]
[Anggraini, S., & Armiati, A. (2022). Development of E-Modules with Online Tests to Increase Students' Motivation and Learning Outcomes in Class XI. QALAMUNA: Jurnal Pendidikan, Sosial, Dan Agama, 14(2), 685-704. https://ejournal.insuriponorogo.ac.id/index.php/qalamuna/article/view/3496]
[Susanti, D., Armiati, A., Rahmidani, R., Sulikah, S., Aulya, V. R., & Anggraini, J. (2022). E-Book dengan Memanfaatkan Flipbook Maker sebagai Multimedia pada Pembelajaran Berbasis E-Newspaper Literacy dalam Mengoptimalkan Critical Thinking Skills di Perguruan Tinggi. Jurnal Inovasi Pendidikan Ekonomi (JIPE), 12(2), 158-166.]
|
10 |
| 10 |
Mahasiswa mampu melakukan dan menganalisis validasi bahan ajar melalui expert judgment berdasarkan aspek isi/materi, kebahasaan, penyajian, kegrafikan, dan/atau aspek media serta menginterpretasikan hasil validasi secara objektif.
|
Ketepatan dalam melakukan dan menganalisis validasi bahan ajar melalui expert judgment berdasarkan aspek isi/materi, kebahasaan, penyajian, kegrafikan, dan/atau aspek media serta menginterpretasikan hasil validasi secara objektif. |
Tugas
Project-Based
|
Skenario TBP (Team Based Project) yang mengikuti sintak PjBL secara sederhana. Pendahuluan: Dosen membuka perkuliahan dengan hangat dan bersemangat melalui orientasi tujuan, apersepsi tentang pengalaman mahasiswa menerima umpan balik terhadap suatu karya, serta motivasi pentingnya validasi untuk menjamin kualitas bahan ajar. Inti: Dosen memberikan pemantik berupa contoh hasil validasi produk bahan ajar. Mahasiswa mempelajari kriteria dan instrumen validasi, melakukan expert judgment/peer review, serta menilai aspek materi, bahasa, penyajian, kegrafikan, dan media. Dosen membimbing proses validasi dan analisis hasil. Penutup: Dosen mengonfirmasi prosedur dan hasil validasi, memfasilitasi refleksi terhadap kualitas produk, serta memberikan tindak lanjut berupa mempelajari teknik analisis hasil validasi dan revisi produk pada LMS UNP. | Mahasiswa mempelajari PEM yang tersedia di LMS UNP: www.smile.unp.ac.id dan membuat serta mengunggah ringkasan dalam bentuk infografis. Selain itu juga mengerjakan penugasan tentang penyusunan angket validasi ahli. Dikumpul/diunggah ke LMS H-2 setiap minggu/penugasan |
Validasi Ahli (Expert Judgment) (bagian 1)
[Branch, Robert Maribe. (2009). Instructional Design: The ADDIE Approach. New York: Springer.]
[Isri Laila Syatroh dkk. (2024). Metode Pengembangan Bahan Ajar. Solok: PT Mafy Media Literasi Indonesia.]
[Anggraini, S., & Armiati, A. (2022). Development of E-Modules with Online Tests to Increase Students' Motivation and Learning Outcomes in Class XI. QALAMUNA: Jurnal Pendidikan, Sosial, Dan Agama, 14(2), 685-704. https://ejournal.insuriponorogo.ac.id/index.php/qalamuna/article/view/3496]
|
7 |
| 11 |
Mahasiswa mampu melakukan dan menganalisis validasi bahan ajar melalui expert judgment berdasarkan aspek isi/materi, kebahasaan, penyajian, kegrafikan, dan/atau aspek media serta menginterpretasikan hasil validasi secara objektif.
|
Ketepatan dalam melakukan dan menganalisis validasi bahan ajar melalui expert judgment berdasarkan aspek isi/materi, kebahasaan, penyajian, kegrafikan, dan/atau aspek media serta menginterpretasikan hasil validasi secara objektif. |
Tugas
Kuis
Project-Based
|
Skenario TBP (Team Based Project) yang mengikuti sintak PjBL secara sederhana. Pendahuluan: Dosen membuka perkuliahan dengan hangat dan bersemangat melalui orientasi tujuan, apersepsi tentang masukan validator yang telah diperoleh, serta motivasi agar mahasiswa mampu menerima kritik sebagai bagian dari proses penyempurnaan produk. Inti: Dosen memberikan pemantik berupa contoh produk sebelum dan sesudah revisi. Mahasiswa menganalisis data kuantitatif dan kualitatif dari validator, menentukan prioritas perbaikan, melakukan re-design, dan merevisi produk. Dosen memonitor proses revisi dan memberikan umpan balik. Penutup: Dosen melakukan konfirmasi terhadap hasil revisi, memfasilitasi refleksi mengenai perubahan produk, serta memberikan tindak lanjut berupa mempelajari microteaching dan implementasi bahan ajar pada LMS UNP. | Mahasiswa mempelajari PEM yang tersedia di LMS UNP: www.smile.unp.ac.id dan membuat serta mengunggah ringkasan dalam bentuk infografis. Selain itu juga mengerjakan Quiz yang ada di LMS. Dikumpul/diunggah ke LMS H-2 setiap minggu/penugasan |
Validasi Ahli (Expert Judgment) (bagian 2)
[Branch, Robert Maribe. (2009). Instructional Design: The ADDIE Approach. New York: Springer.]
[Isri Laila Syatroh dkk. (2024). Metode Pengembangan Bahan Ajar. Solok: PT Mafy Media Literasi Indonesia.]
[Anggraini, S., & Armiati, A. (2022). Development of E-Modules with Online Tests to Increase Students' Motivation and Learning Outcomes in Class XI. QALAMUNA: Jurnal Pendidikan, Sosial, Dan Agama, 14(2), 685-704. https://ejournal.insuriponorogo.ac.id/index.php/qalamuna/article/view/3496]
|
8 |
| 12 |
Mahasiswa mampu mengevaluasi dan merevisi prototipe bahan ajar berdasarkan hasil validasi dan masukan ahli secara sistematis serta mendokumentasikan perubahan produk secara bertanggung jawab.
|
Ketepatan dalam mengevaluasi dan merevisi prototipe bahan ajar berdasarkan hasil validasi dan masukan ahli secara sistematis serta mendokumentasikan perubahan produk secara bertanggung jawab. |
Tugas
Project-Based
|
Skenario TBP (Team Based Project) yang mengikuti sintak PjBL secara sederhana. Pendahuluan: Dosen membuka perkuliahan dengan hangat dan bersemangat melalui orientasi dengan menyampaikan tujuan pembelajaran dan tahapan kegiatan revisi produk, apersepsi dengan mengaitkan hasil validasi ahli pada pertemuan sebelumnya dengan kebutuhan penyempurnaan bahan ajar, serta motivasi tentang pentingnya sikap terbuka terhadap kritik dan masukan dalam menghasilkan produk bahan ajar yang berkualitas. Inti: Dosen memberikan pemantik berupa contoh produk bahan ajar sebelum dan sesudah direvisi berdasarkan hasil expert judgment serta contoh data hasil validasi yang menunjukkan masukan kuantitatif dan kualitatif. Mahasiswa mengidentifikasi, mengelompokkan, dan menganalisis data hasil validasi berdasarkan aspek materi, bahasa, penyajian, kegrafikan, dan media. Mahasiswa menentukan bagian produk yang perlu dipertahankan, diperbaiki, atau dikembangkan berdasarkan prioritas masukan validator. Selanjutnya, mahasiswa melakukan re-design dan revisi produk bahan ajar secara sistematis sesuai hasil analisis. Dosen memfasilitasi proses revisi melalui diskusi, konsultasi, scaffolding, dan umpan balik untuk memastikan perbaikan produk sesuai dengan tujuan pembelajaran dan karakteristik pengguna. Penutup: Dosen melakukan konfirmasi terhadap hasil analisis dan revisi produk mahasiswa serta memberikan penguatan terhadap prinsip revisi berbasis bukti. Mahasiswa melakukan refleksi dengan mengidentifikasi perubahan yang telah dilakukan, alasan perbaikan, serta kendala yang dihadapi selama proses re-design. Dosen memberikan tindak lanjut berupa penyempurnaan produk hasil revisi dan meminta mahasiswa mempelajari materi Simulasi Implementasi (Microteaching) dan penggunaan bahan ajar dalam pembelajaran yang tersedia di LMS UNP sebagai persiapan pertemuan berikutnya. | Mahasiswa mempelajari PEM yang tersedia di LMS UNP: www.smile.unp.ac.id dan membuat serta mengunggah ringkasan dalam bentuk infografis. Selain itu juga melakukan melakukan re-design produk. Dikumpul/diunggah ke LMS H-2 setiap minggu/penugasan |
Revisi Produk Berdasarkan Masukan Ahli
[Branch, Robert Maribe. (2009). Instructional Design: The ADDIE Approach. New York: Springer.]
|
8 |
| 13 |
Mahasiswa mampu mengimplementasikan dan mempresentasikan penggunaan bahan ajar dalam simulasi pembelajaran Ekonomi (microteaching) serta merefleksikan keterlaksanaan, kejelasan, keterpakaian, dan efektivitas awal bahan ajar.
|
Ketepatan dalam mengimplementasikan dan mempresentasikan penggunaan bahan ajar dalam simulasi pembelajaran Ekonomi (microteaching) serta merefleksikan keterlaksanaan, kejelasan, keterpakaian, dan efektivitas awal bahan ajar. |
Tugas
Kuis
Project-Based
|
Skenario TBP (Team Based Project) yang mengikuti sintak PjBL secara sederhana. Pendahuluan: Dosen membuka perkuliahan dengan hangat dan bersemangat melalui orientasi tujuan, apersepsi tentang pengalaman mengajar mahasiswa, serta motivasi untuk menguji keterpakaian produk dalam situasi pembelajaran yang menyerupai kondisi nyata. Inti: Dosen memberikan pemantik berupa video/contoh microteaching menggunakan bahan ajar inovatif. Mahasiswa melaksanakan simulasi pembelajaran Ekonomi menggunakan produk yang dikembangkan. Mahasiswa lain berperan sebagai peserta didik dan observer, sedangkan dosen memberikan penguatan serta umpan balik terhadap keterlaksanaan, kejelasan, keterpakaian, dan kualitas bahan ajar. Penutup: Dosen melakukan konfirmasi terhadap hasil simulasi, memfasilitasi refleksi pengalaman implementasi, serta memberikan tindak lanjut berupa mempelajari evaluasi respons pengguna dan kepraktisan bahan ajar pada LMS UNP. | Mahasiswa mempelajari PEM yang tersedia di LMS UNP: www.smile.unp.ac.id dan membuat serta mengunggah ringkasan dalam bentuk infografis. Selain itu juga mengerjakan Quiz yang ada di LMS. Dikumpul/diunggah ke LMS H-2 setiap minggu/penugasan |
Simulasi Implementasi (Microteaching) Praktik menggunakan bahan ajar buatan sendiri dalam simulasi mengajar kelas ekonomi [Branch, Robert Maribe. (2009). Instructional Design: The ADDIE Approach. New York: Springer.]
[Nasruddin dkk. (2022). Pengembangan Bahan Ajar. Padang: PT Global Eksekutif Teknologi.]
[Susanti, D., Armiati, A., Rahmidani, R., Sulikah, S., Aulya, V. R., & Anggraini, J. (2022). E-Book dengan Memanfaatkan Flipbook Maker sebagai Multimedia pada Pembelajaran Berbasis E-Newspaper Literacy dalam Mengoptimalkan Critical Thinking Skills di Perguruan Tinggi. Jurnal Inovasi Pendidikan Ekonomi (JIPE), 12(2), 158-166.]
|
10 |
| 14 |
Mahasiswa mampu mengumpulkan, menganalisis, dan menginterpretasikan respons pengguna terhadap bahan ajar serta mengidentifikasi kekuatan, kelemahan, dan aspek yang perlu disempurnakan berdasarkan data pengguna.
|
Ketepatan dalam mengumpulkan, menganalisis, dan menginterpretasikan respons pengguna terhadap bahan ajar serta mengidentifikasi kekuatan, kelemahan, dan aspek yang perlu disempurnakan berdasarkan data pengguna. |
Tugas
Project-Based
|
Skenario TBP (Team Based Project) yang mengikuti sintak PjBL secara sederhana. Pendahuluan: Dosen membuka perkuliahan dengan hangat dan bersemangat melalui orientasi tujuan, apersepsi tentang hasil microteaching, serta motivasi pentingnya memperoleh data dari pengguna untuk menyempurnakan produk. Inti: Dosen memberikan pemantik berupa contoh hasil respons pengguna. Mahasiswa mengumpulkan respons pengguna/sejawat menggunakan angket, mengolah dan menganalisis data, kemudian mengidentifikasi kelebihan, kelemahan, dan aspek yang perlu diperbaiki. Dosen membimbing interpretasi data dan penyusunan rekomendasi perbaikan. Penutup: Dosen melakukan konfirmasi hasil evaluasi, memfasilitasi refleksi terhadap kualitas dan keterpakaian produk, serta memberikan tindak lanjut berupa mempelajari penyusunan laporan pengembangan dan hak cipta pada LMS UNP. | Mahasiswa mempelajari PEM yang tersedia di LMS UNP: www.smile.unp.ac.id dan membuat serta mengunggah ringkasan dalam bentuk infografis. Selain itu juga mengerjakan penugasan tentang menyusun dan mengukur praktikalitas. Dikumpul/diunggah ke LMS H-2 setiap minggu/penugasan |
Evaluasi Respons Pengguna
[Branch, Robert Maribe. (2009). Instructional Design: The ADDIE Approach. New York: Springer.]
[Isri Laila Syatroh dkk. (2024). Metode Pengembangan Bahan Ajar. Solok: PT Mafy Media Literasi Indonesia.]
[Nasruddin dkk. (2022). Pengembangan Bahan Ajar. Padang: PT Global Eksekutif Teknologi.]
[Anggraini, S., & Armiati, A. (2022). Development of E-Modules with Online Tests to Increase Students' Motivation and Learning Outcomes in Class XI. QALAMUNA: Jurnal Pendidikan, Sosial, Dan Agama, 14(2), 685-704. https://ejournal.insuriponorogo.ac.id/index.php/qalamuna/article/view/3496]
|
8 |
| 15 |
Mahasiswa mampu menyusun dan mempresentasikan laporan pengembangan bahan ajar secara sistematis serta mendokumentasikan produk dengan memperhatikan etika akademik, sitasi, orisinalitas, dan ketentuan perlindungan hak cipta.
|
Ketepatan dalam menyusun dan mempresentasikan laporan pengembangan bahan ajar secara sistematis serta mendokumentasikan produk dengan memperhatikan etika akademik, sitasi, orisinalitas, dan ketentuan perlindungan hak cipta |
Tugas
Project-Based
|
Skenario TBP (Team Based Project) yang mengikuti sintak PjBL secara sederhana. Pendahuluan: Dosen membuka perkuliahan dengan hangat dan bersemangat melalui orientasi tujuan, apersepsi terhadap keseluruhan perjalanan proyek, serta motivasi untuk menghasilkan produk akhir yang layak dan dapat dipertanggungjawabkan. Inti: Dosen memberikan pemantik berupa contoh laporan pengembangan dan produk bahan ajar yang telah memperoleh HKI. Mahasiswa menyempurnakan produk berdasarkan seluruh hasil evaluasi, menyusun laporan pengembangan, mendokumentasikan proses dan produk, melakukan refleksi proyek, serta mempelajari prinsip etika akademik, orisinalitas, sitasi, dan hak cipta. Dosen memberikan konsultasi dan umpan balik akhir terhadap produk dan laporan. Penutup: Dosen melakukan konfirmasi kesiapan produk dan laporan untuk UAS, memfasilitasi refleksi akhir proses proyek, serta memberikan tindak lanjut berupa mempersiapkan produk final, laporan, dan final presentasi/exhibition UAS berdasarkan panduan yang tersedia di LMS UNP. | Mahasiswa mempelajari PEM yang tersedia di LMS UNP: www.smile.unp.ac.id dan membuat serta mengunggah ringkasan dalam bentuk infografis. Selain itu juga mengerjakan penugasan menghasilkan HKI Produk Bahan Ajar. Dikumpul/diunggah ke LMS H-2 setiap minggu/penugasan |
Penyusunan Laporan Pengembangan & Hak Cipta
[Branch, Robert Maribe. (2009). Instructional Design: The ADDIE Approach. New York: Springer.]
[Isri Laila Syatroh dkk. (2024). Metode Pengembangan Bahan Ajar. Solok: PT Mafy Media Literasi Indonesia.]
[Armiati, A & Hidayat, M. T. (2024). Podcast Spotify Sebagai Media Pembelajaran Audio untuk Meningkatkan Hasil Belajar Siswa. Jurnal Penelitian dan Pengembangan Pendidikan, 8(1), 116-126. https://ejournal.undiksha.ac.id/index.php/JJL/article/view/62871]
|
10 |
| 16 | UAS | 15 | |||||