|
KEMENTERIAN PENDIDIKAN TINGGI, SAINS, DAN TEKNOLOGI
UNIVERSITAS NEGERI PADANG
– FAKULTAS ILMU SOSIAL
– PROGRAM STUDI PENDIDIKAN GEOGRAFI (S2)
|
||||||
| RENCANA PEMBELAJARAN SEMESTER | |||||||
| MATA KULIAH (MK) | KODE | Rumpun MK | BOBOT (sks) | SEMESTER | Tgl Penyusunan | ||
| Pendidikan Kebencanaan Berbasis Kearifan Lokal | GEO.82.0051 | - | 0 | 2 | 2 | - | |
| OTORISASI / PENGESAHAN | Dosen Pengembang RPS | Koordinator RMK | Koordinator Prodi | ||||
| - | - | - | Prof. Dr. Dedi Hermon S.Pd, MP | ||||
| Capaian Pembelajaran |
CPL-PRODI yang dibebankan pada MK | |
| CPL-8 | Lulusan mampu merancang dan mengimplementasikan pembelajaran geografi yang berbasis riset serta berorientasi pada penguatan keterampilan berpikir kritis, kreatif, dan analitis bagi peserta didik melalui berbagai pendekatan inovatif yang kontekstual dan berbasis teknologi. | |
| CPL-9 | Lulusan mampu merancang dan melaksanakan penelitian pendidikan geografi yang berkualitas dengan pendekatan kuantitatif, kualitatif, atau metode campuran secara mandiri maupun kolaboratif, serta menyajikan hasil penelitian dalam publikasi ilmiah yang diakui secara nasional dan internasional. | |
| CPL-12 | Lulusan mampu berkontribusi dalam pengembangan kebijakan pendidikan geografi berbasis riset dan praktik terbaik, serta menginisiasi program edukasi dan pemberdayaan masyarakat dalam pengurangan risiko bencana melalui pendekatan geografi dan teknologi pembelajaran. | |
| Capaian Pembelajaran Mata Kuliah (CPMK) | ||
| CPMK 1 | Mahasiswa mampu menganalisis secara kritis bentuk-bentuk kearifan lokal dalam mitigasi bencana serta relevansinya dengan pengurangan risiko bencana modern. | |
| CPMK 2 | Menganalisis secara kritis konsep pendidikan kebencanaan berbasis kearifan lokal dalam konteks sosial dan budaya masyarakat | |
| CPMK 3 | Merancang strategi pembelajaran kebencanaan yang mengintegrasikan kearifan lokal untuk memperkuat karakter sadar bencana pada peserta didik | |
| CPMK 4 | Mengevaluasi relevansi dan efektivitas penerapan kearifan lokal dalam praktik pendidikan kebencanaan di sekolah | |
| Kemampuan akhir tiap tahapan belajar (Sub-CPMK) | ||
| SUB CPMK | - | |
| Matriks CPL ke CPMK |
|
| Deskripsi Singkat Mata Kuliah |
Mata kuliah Pendidikan Kebencanaan Berbasis Kearifan Lokal dirancang untuk membekali mahasiswa magister pendidikan geografi dengan kemampuan analitis, reflektif, dan aplikatif dalam mengkaji peran kearifan lokal sebagai bagian integral dari strategi pengurangan risiko bencana dalam konteks pendidikan. Mata kuliah ini mengkaji secara kritis konsep, nilai, dan praktik kearifan lokal dalam mitigasi bencana di berbagai wilayah, serta mengevaluasi keterpaduannya dengan pendekatan mitigasi modern berbasis sains dan teknologi. Mahasiswa diarahkan untuk menganalisis efektivitas kearifan lokal melalui kajian empiris dan studi kasus, serta mengintegrasikannya ke dalam desain pembelajaran geografi dan pendidikan kebencanaan yang kontekstual, berbasis riset, dan berorientasi pada penguatan literasi bencana masyarakat. Melalui pendekatan ini, mahasiswa diharapkan mampu merancang model, bahan ajar, dan program edukasi kebencanaan berbasis budaya lokal yang inovatif dan berkelanjutan, sebagai wujud kompetensi lulusan KKNI level 8 yang mampu mengembangkan ilmu pengetahuan dan praktik pendidikan secara mandiri dan bertanggung jawab. |
| Pustaka | Utama: |
|
1. Kemendikbud. (2019). Panduan pendidikan pengurangan risiko bencana di sekolah. Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan.
2. Shaw, R., Shiwaku, K., & Takeuchi, Y. (Eds.). (2011). Disaster education. Emerald Group Publishing.
3. UNDRR. (2015). Sendai framework for disaster risk reduction 2015–2030. United Nations Office for Disaster Risk Reduction
|
|
|
Pendukung: (Jika diperlukan)
1. Amri, M. R., Yulianti, G., Yunus, R., Wiguna, S., Adi, A. W., Ichwana, A. N., & Randongkir, R. E. (2016). Risiko bencana Indonesia. Badan Nasional
Penanggulangan Bencana
2. Bankoff, G., Frerks, G., & Hilhorst, D. (Eds.). (2004). Mapping vulnerability: Disasters, development and people. Earthscan.
3. Barlian, E., Umar, I., Dewata, I., Danhas, Y., Osronita, O., & Hasmira, M. H. (2021). Community capacity building in flood disaster mitigation efforts in
Limapuluh Kota Regency. Science and Environmental Journal for Postgraduate, 4(1), 1–7.
4. Erianjoni, Hermon, D., Dewata, I., & Putra, A. (2020). A survival and adaptation of the community in potentially disaster area of Sinabung volcano eruption
in Karo Regency Indonesia. Journal of Talent Development and Excellence, 12(3s), 2134–2140.
5. Erianjoni, & Wilis, R. (2016). The formulation of natural disaster-based local wisdom values after tsunami disaster in Aceh Jaya District, Aceh Province,
Indonesia. Journal Research on Humanities and Social Science, 6(4).
6. Gaillard, J. C., & Maceda, E. A. (2009). Participatory three-dimensional mapping for disaster risk reduction. Area, 41(1), 109–118.
7. Gaillard, J. C., & Mercer, J. (2013). From knowledge to action: Bridging gaps in disaster risk reduction. Progress in Human Geography, 37(1), 93–114.
8. Hermon, D., Barlian, E., Dewata, I., & Umar, I. (2020). Disaster management of Dempo volcano eruption, Pagar Alam City–Indonesia based on local wisdom.
International Journal of Management and Humanities, 4(9), 49–53.
9. Hermon, D., Erianjoni, E., & Putra, A. (2021). Dissemination of disaster preparedness schools (SSB) in Pariaman City. Science and Environmental Journal for
Postgraduate, 4(1), 8–16
10. Hiwasaki, L., Luna, E., Syamsidik, & Marçal, J. A. (2014). Local and indigenous knowledge on climate-related hazards of coastal and small island communities
in Southeast Asia. Climate and Development, 6(1), 34–49
11. Krüger, F., Bankoff, G., Cannon, T., Orlowski, B., & Schipper, E. L. F. (Eds.). (2015). Cultures and disasters: Understanding cultural framings in disaster risk
reduction. Routledge.
12. Mercer, J., Kelman, I., Taranis, L., & Suchet-Pearson, S. (2010). Framework for integrating indigenous and scientific knowledge for disaster risk reduction.
Disasters, 34(1), 214–239
13. Putra, S. E., Dewata, I., Barlian, E., Syah, N., Fatimah, S., & Erianjoni. (2023). Peran kearifan lokal masyarakat Suku Mentawai dalam upaya mitigasi bencana:
Sistematik review. Dinamika Lingkungan Indonesia, 10(2), 88–96.
14. Septama, P. Y. I., & Iswandi, U. (2025). Pengaruh penggunaan media permainan monopoli terhadap kemampuan literasi bencana siswa kelas XI SMAN 1
Pariaman. Pendas: Jurnal Ilmiah Pendidikan Dasar, 10(03), 230–245.
15. Shaw, R., Takeuchi, Y., & Shiwaku, K. (2021). Disaster education for sustainable development: Integration of local knowledge and school learning.
International Journal of Disaster Risk Science, 12(3), 345–357
16. Syamsaputri, A. D., & Hermon, D. (2025). Sustainability of community social resilience in flood disaster mitigation and adaptation for global flood-prone
communities: Evidence from Kampar Regency, Riau, Indonesia. Jambura Geo Education Journal, 6(2), 269–285.
17. Wijayanto, B. (2025). Tingkat kesiapsiagaan sekolah terhadap bencana banjir di MTsN 12 Pesisir Selatan. Dinamika Sosial: Jurnal Pendidikan Ilmu
Pengetahuan Sosial, 4(2), 204–215.
18. Wilis, R., & Erianjoni. (2016). The formulation of natural disaster-based local wisdom values after tsunami disaster in Aceh Jaya District, Aceh Province,
Indonesia. Journal Research on Humanities and Social Science, 6(4).
19. Wisner, B., Blaikie, P., Cannon, T., & Davis, I. (2004). At risk: Natural hazards, people’s vulnerability and disasters (2nd ed.). Routledge.
|
|
| Dosen Pengampu |
- |
| Mata kuliah syarat |
- |
| Minggu Ke- | SUB-CPMK (Kemampuan Akhir Yang Diharapkan) | Penilaian | Bentuk Pembelajaran, Metode Pembelajaran, Penugasan Mahasiswa [Estimasi Waktu] |
Materi Pembelajaran [Rujukan] |
Bobot Penilaian (%) |
||
|---|---|---|---|---|---|---|---|
| Indikator | Teknik & Kriteria | Luring (Tatap Muka) | Daring (Online) | ||||
| - | - | - | - | - | - | - | 0 |