Logo UNP
KEMENTERIAN PENDIDIKAN TINGGI, SAINS, DAN TEKNOLOGI
UNIVERSITAS NEGERI PADANG – FAKULTAS ILMU SOSIAL – PROGRAM STUDI PENDIDIKAN GEOGRAFI (S2)
RENCANA PEMBELAJARAN SEMESTER
MATA KULIAH (MK) KODE Rumpun MK BOBOT (sks) SEMESTER Tgl Penyusunan
Lanskap Ekowisata GEO.82.0045 - 0 2 1 -
OTORISASI / PENGESAHAN Dosen Pengembang RPS Koordinator RMK Koordinator Prodi
- - - Prof. Dr. Dedi Hermon S.Pd, MP
CPL-PRODI yang dibebankan pada MK
CPL-6 Lulusan mampu melakukan kajian dan analisis geosfer secara komprehensif dengan pendekatan geografi dalam memahami interaksi antar litosfer, atmosfer, hidrosfer, biosfer, dan antroposfer serta dampaknya terhadap kehidupan manusia, guna memberikan solusi terhadap isu-isu lingkungan dan pembangunan berkelanjutan.
CPL-8 Lulusan mampu merancang dan mengimplementasikan pembelajaran geografi yang berbasis riset serta berorientasi pada penguatan keterampilan berpikir kritis, kreatif, dan analitis bagi peserta didik melalui berbagai pendekatan inovatif yang kontekstual dan berbasis teknologi.
Capaian Pembelajaran Mata Kuliah (CPMK)
CPMK 1 Menganalisis potensi lanskap fisik dan sosial dalam penentuan zona ekowisata berbasis prinsip keberlanjutan.
CPMK 2 Menganalisis konsep dan karakteristik lanskap ekowisata dalam perspektif geografi dan keberlanjutan
CPMK 3 Menerapkan pendekatan geografi dalam perencanaan dan pengelolaan lanskap ekowisata berbasis potensi wilayah
CPMK 4 Mengevaluasi pengembangan lanskap ekowisata dalam konteks mitigasi risiko dan keberlanjutan lingkungan
Kemampuan akhir tiap tahapan belajar (Sub-CPMK)
SUB CPMK -
CPL-6 CPL-8 CPL 3 (%) dst Total
CPMK/Sub CPMK - - - - -
CPMK/Sub CPMK - - - - -
Lanskap ekowisata adalah kombinasi dari elemen-elemen alami (seperti hutan, gunung, sungai, pantai, dll.) dan elemen-elemen buatan manusia (seperti jalan setapak, fasilitas akomodasi, dll.) yang dirancang dan dikelola untuk mendukung kegiatan ekowisata. Contoh Lanskap Ekowisata: Taman Nasional: Wilayah yang dilindungi dengan keanekaragaman hayati tinggi dan potensi untuk kegiatan ekowisata seperti hiking, pengamatan satwa, dan penelitian. Desa Wisata: Wilayah pedesaan yang dikembangkan untuk pariwisata dengan fokus pada pelestarian budaya dan lingkungan. Area Pasca Tambang: Area bekas pertambangan yang direhabilitasi dan dikembangkan menjadi destinasi ekowisata dengan daya tarik unik. Pantai dan Pulau: Area pesisir yang menawarkan pemandangan indah, kegiatan air, dan potensi untuk konservasi terumbu karang. Pengembangan Lanskap Ekowisata: Perencanaan dan desain lanskap yang mempertimbangkan kondisi alami area tersebut. Penggunaan bahan-bahan ramah lingkungan dalam pembangunan fasilitas. Penyediaan informasi dan interpretasi yang akurat tentang lingkungan dan budaya lokal. Keterlibatan masyarakat lokal dalam proses perencanaan dan pengelolaan.
Utama:
1. Fennell, D. A. (2021). Ecotourism. Routledge.
2. Weaver, D. (2020). Sustainable Tourism: Theory and Practice. Routledge.
3. Sunarta, I. N., & Arida, N. S. (2019). Pariwisata Berkelanjutan. Cakra Press.
4. Hermon, D. (2020). Geografi Lingkungan dan Kebencanaan. UNP Press.
5. Pitana, I. G., & Diarta, I. K. S. (2019). Pengantar Ilmu Pariwisata. Andi Offset.
6. Damanik, J. (2023). Ekowisata dan Pembangunan Berkelanjutan. Gadjah Mada University Press.
7. Arida, N. S. (2017). Ekowisata: Pengembangan, Partisipasi Lokal, dan Tantangan Ekowisata. Cakra Press.
8. Nugroho, I. (2018). Perencanaan dan Pengembangan Ekowisata. Pustaka Pelajar.
9. Wahab, S. (2016). Manajemen Kepariwisataan Berkelanjutan. Pradnya Paramita.
10. Djalante, R. (2021). Disaster risk reduction in Indonesia: Progress, challenges, and issues. Springer.
Pendukung: (Jika diperlukan)
1. Dewi, T., et al. (2021). Disaster mitigation in ecotourism destination management. IOP Conference Series: Earth and Environmental Science, 683(1), 1–9
2. Dewita, Wita Puspa, and Yurni Suasti. “ANALYSIS OF NAGARI DEVELOPMENT BASED ON NATURAL RESOURCE POTENTIAL IN IV KOTO AUR MALINTANG DISTRICT, PADANG PARIAMAN REGENCY.” . . Vol., n.d.
3. Hidayat, M., et al. (2022). GIS application for ecotourism landscape planning. International Journal of Geoinformatics, 18(3), 77–89.
4. Herliani, and Yurni Suasti. Pengaruh Kepuasan Wisatawan Terhadap Niat Berkunjung Kembali Pada Objek Wisata Nagari Tuo Pariangan. n.d.
5. Kurniawan, E., & Putri, L. (2021). Environmental impacts of ecotourism development in protected areas. Environmental Challenges, 5, 100–112.
6. Lestari, P., & Arida, N. S. (2020). Sustainable tourism and local economic development. Journal of Indonesian Tourism and Development Studies, 8(2), 88–97.
7. Nofrion, Nofrion, Sulis Purwanto, Erwin Pri Utomo, and Saddam Al Aziz. “THE DEVELOPMENT MODELOF COMMUNITY-BASED TOURISM IN NAGARI KOTO SANI, SOLOK REGENCY, WEST SUMATRA.” GeoEco 9, no. 2 (2023): 160. https://doi.org/10.20961/ge.v9i2.71735.
8. Oktorie, Olivia, Indang Dewata, Eri Barlian, Dedi Hermon, and Aprizon Putra. “ASSESSING THE SUSTAINABILITY OF LAGOON-BASED ENVIRONMENTAL WATERFRONT IN THE COASTAL ZONE OF PARIAMAN CITY, INDONESIA.” Geographia Technica 20, no. 2/2025 (2025): 134–49. https://doi.org/10.21163/GT_2025.202.09.
9. Prasetyo, A., & Hermon, D. (2023). Spatial analysis for ecotourism development in disaster-prone areas. GeoJournal of Tourism and Geosites, 48(1), 55–67. Rahmawati, D., & Nugroho, S. (2024). Sustainable ecotourism development based on community participation in Indonesia. Journal of Sustainable Tourism, 32(2), 115–129.
10. Saputra, H., & Damanik, J. (2020). Ecotourism policy and sustainable regional development. Journal of Tourism Futures, 6(3), 245–258.
-
-
Minggu Ke- SUB-CPMK (Kemampuan Akhir Yang Diharapkan) Penilaian Bentuk Pembelajaran, Metode Pembelajaran, Penugasan Mahasiswa
[Estimasi Waktu]
Materi Pembelajaran
[Rujukan]
Bobot Penilaian
(%)
Indikator Teknik & Kriteria Luring (Tatap Muka) Daring (Online)
- - - - - - - 0