Logo UNP
KEMENTERIAN PENDIDIKAN TINGGI, SAINS, DAN TEKNOLOGI
UNIVERSITAS NEGERI PADANG – FAKULTAS ILMU SOSIAL – PROGRAM STUDI PENDIDIKAN GEOGRAFI (S2)
RENCANA PEMBELAJARAN SEMESTER
MATA KULIAH (MK) KODE Rumpun MK BOBOT (sks) SEMESTER Tgl Penyusunan
Interaksi Sosial Budaya dalam Perspektif Keruangan GEO.82.0050 - 0 2 2 -
OTORISASI / PENGESAHAN Dosen Pengembang RPS Koordinator RMK Koordinator Prodi
- - - Prof. Dr. Dedi Hermon S.Pd, MP
CPL-PRODI yang dibebankan pada MK
CPL-5 Lulusan mampu menganalisis dan mengembangkan teori serta konsep pendidikan geografi secara kritis dan sistematis untuk menghasilkan model pembelajaran yang inovatif, adaptif, dan berbasis riset sesuai dengan perkembangan teknologi dan karakter peserta didik di berbagai jenjang pendidikan.
CPL-6 Lulusan mampu melakukan kajian dan analisis geosfer secara komprehensif dengan pendekatan geografi dalam memahami interaksi antar litosfer, atmosfer, hidrosfer, biosfer, dan antroposfer serta dampaknya terhadap kehidupan manusia, guna memberikan solusi terhadap isu-isu lingkungan dan pembangunan berkelanjutan.
CPL-8 Lulusan mampu merancang dan mengimplementasikan pembelajaran geografi yang berbasis riset serta berorientasi pada penguatan keterampilan berpikir kritis, kreatif, dan analitis bagi peserta didik melalui berbagai pendekatan inovatif yang kontekstual dan berbasis teknologi.
Capaian Pembelajaran Mata Kuliah (CPMK)
CPMK 1 Menganalisis hubungan antara budaya, ruang, dan lingkungan dalam konteks nasional dan global.
CPMK 2 Mengevaluasi dampak globalisasi terhadap perubahan sosial dan budaya dalam suatu wilayah.
CPMK 3 Meneliti peran kearifan lokal dalam pengelolaan ruang dan sumber daya.
Kemampuan akhir tiap tahapan belajar (Sub-CPMK)
SUB CPMK -
CPL-5 CPL-6 CPL-8 dst Total
CPMK/Sub CPMK - - - - -
CPMK/Sub CPMK - - - - -
Mata kuliah ini membahas interaksi sosial dan budaya dalam perspektif keruangan dengan menyoroti hubungan antara budaya, ruang, dan lingkungan dalam skala nasional maupun global. Mahasiswa akan menganalisis dampak globalisasi terhadap perubahan sosial budaya di berbagai wilayah serta mengkritisi kebijakan yang dapat mengurangi dampak negatifnya terhadap budaya lokal. Selain itu, mata kuliah ini mengkaji peran kearifan lokal dalam pengelolaan ruang dan sumber daya melalui studi kasus serta relevansinya dengan prinsip pembangunan berkelanjutan. Dengan pendekatan analitis dan kritis, mahasiswa diharapkan mampu memahami dinamika sosial budaya dalam pembentukan dan pengelolaan ruang serta merumuskan strategi berbasis kearifan lokal untuk pengelolaan lingkungan yang berkelanjutan.
Utama:
1. Daniels, P., Bradshaw, M., Shaw, D., Sidaway, J., Hall, T., & Hodder, A. (2016). An Introduction to Human Geography: Issues for the 21st Century (5th ed.). Pearson.
2. Milson, A., Demirci, A., & Kerski, J. (2016). International Perspectives on Geography Education and Geospatial Technologies. Springer.
3. Cresswell, T. (2017). Place: An Introduction (2nd ed.). Wiley-Blackwell.
4. Jordan, T., Domosh, M., Rowntree, L., & Price, M. (2019). The Human Mosaic: A Thematic Introduction to Cultural Geography (13th ed.). W.H. Freeman.
5. Hermon, D. (2022). Geografi Lingkungan dan Pembangunan Berkelanjutan. UNP Press.
Pendukung: (Jika diperlukan)
1. Longley, P. A., Goodchild, M. F., Maguire, D. J., & Rhind, D. W. (2020). Geographic Information Science and Systems (8th ed.). Wiley.
2. Pacione, M. (2021). Urban Geography: A Global Perspective. Routledge.
3. Knieling, J., & Othengrafen, F. (2022). Planning Cultures in Europe: Decoding Cultural Phenomena in Urban and Regional Planning. Routledge.
4. Rodríguez-Pose, A. (2023). Regional Development and Planning in Contemporary Geography. Springer.
5. Bednarz, S., Heffron, S., & Huynh, N. T. (2021). Spatial thinking and geospatial technologies in geography education. International Research in Geographical and Environmental Education, 30(4), 299–314.
6. Wang, J., & Liu, Y. (2022). Regional inequality and sustainable development in the global era. Sustainability, 14(6), 3350.
7. Hermon, D., Ganefri, & Putra, A. (2022). Regional development and environmental change in Indonesia. International Journal of Geography and Geography Education, 45(1), 35–49.
8. Kerski, J., & Demirci, A. (2023). Geography education and regional transformation in the digital era. International Research in Geographical and Environmental Education, 32(2), 115–129.
9. Walshe, N. (2023). Geography education and contemporary regional perspectives. Teaching Geography, 48(1), 16–28.
10. Putra, A., & Hermon, D. (2024). Dinamika sosial budaya dan perubahan ruang dalam perspektif geografi. Jurnal Geografi Indonesia, 17(1), 55–70.
11. Kim, M., & Bednarz, R. (2024). Globalization and changing regional landscapes. Journal of Geography in Higher Education, 48(2), 222–240.
12. Yulfa, A., & Febriandi. (2024). Interaksi sosial budaya dalam perspektif keruangan dan pendidikan geografi. Jurnal Pendidikan Geografi, 29(2), 88–102.
13. Rahman, M., et al. (2025). Spatial interaction and socio-cultural transformation in higher education studies. Education and Information Technologies, 30(2), 933–951.
-
-
Minggu Ke- SUB-CPMK (Kemampuan Akhir Yang Diharapkan) Penilaian Bentuk Pembelajaran, Metode Pembelajaran, Penugasan Mahasiswa
[Estimasi Waktu]
Materi Pembelajaran
[Rujukan]
Bobot Penilaian
(%)
Indikator Teknik & Kriteria Luring (Tatap Muka) Daring (Online)
- - - - - - - 0