basigi@unp.ac.id (0751) 7050000 Jl. Prof. Dr. Hamka, Air Tawar, Padang
Matakuliah

Penentuan Struktur Senyawa Organik

- Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam
Penentuan Struktur Senyawa Organik

Deskripsi Mata Kuliah

Penentuan Struktur Senyawa Organik merupakan mata kuliah keilmuan kimia yang mencakup konsep dasar spektroskopi, prinsip dasar spektroskopi UV, IR, NMR, dan MS, serta menentukan struktur senyawa organik berdasarkan data-data spektroskopi tersebut.

CPL Program Studi pada MK

CPL-1 - Memiliki karakter yang baik, relijius, semangat nasionalisme dan jiwa entrepreneur dengan memperhatikan norma-etika serta nilai budaya dan kearifan lokal yang berlaku dalam segala aktivitas dan pekerjaan profesional (karakter yang baik / good character)
CPL-2 - Memiliki kemampuan komunikasi yang efektif dan kerjasama team dalam interaksi sosial dan pekerjaan (komunikasi dan Kerjasama team / transferable skill)
CPL-3 - Menguasai konsep teoritis tentang struktur, sifat, fungsi, perubahan, energi dan dinamika, identifikasi, pemisahan, karakterisasi, transformasi, dan sintesis bahan kimia mikromolekul serta terapannya
CPL-4 - Menguasai pengetahuan operasional tentang fungsi, cara mengoperasikan instrumen kimia, serta analisis data dan informasi dari instrumen tersebut
CPL-8 - Mampu memecahkan masalah IPTEKS di bidang kimia dengan penerapan teknologi yang relevan

CPMK

CPMK-1 - Menunjukkan sikap religius, jujur, bertanggung jawab, dan menjunjung tinggi etika akademik dan profesional dalam setiap aktivitas perkuliahan dan kehidupan sehari-hari
CPMK-2 - Mengembangkan kemampuan komunikasi efektif dan kerjasama team
CPMK-3 - Menganalisis secara sistematis terkait penentuan struktur senyawa organic
CPMK-4 - Menunjukkan kemampuan berpikir logis, kritis, dalam mengidentifikasi, menganalisis dan memberikan solusi terhadap permasalahaan yang sesuai dengan bidang keahlian

Aktivitas Pembelajaran

Pertemuan 1 - Konsep dasar spektroskopi: interaksi radiasi elektromagnetik dengan materi; spektrum elektromagnetik; hukum Lambert-Beer; gambaran umum UV-Vis, IR, MS, dan NMR; perhitungan derajat ketidakjenuhan (DoU/indeks hidrogen defisiensi).
Minggu 1

Sub-CPMK: Menganalisis konsep dasar spektroskopi interaksi radiasi elektromagnetik dengan molekul serta peran masing-masing metode spektroskopi dalam elusidasi struktur senyawa organik.
Materi: Konsep dasar spektroskopi: interaksi radiasi elektromagnetik dengan materi; spektrum elektromagnetik; hukum Lambert-Beer; gambaran umum UV-Vis, IR, MS, dan NMR; perhitungan derajat ketidakjenuhan (DoU/indeks hidrogen defisiensi).
Metode: Diskusi, ceramah, penugasan
Indikator: Ketepatan  menganalisis konsep dasar spektroskopi interaksi radiasi elektromagnetik dengan molekul serta peran masing-masing metode spektroskopi dalam elusidasi struktur senyawa organik
Penilaian: Tugas

Pertemuan 2 - Prinsip dasar spektroskopi inframerah: vibrasi molekul (stretching dan bending); daerah gugus fungsi (functional group region) dan daerah sidik jari (fingerprint region); instrumentasi FTIR.       Interpretasi spektrum IR gugus fungsi: alkohol, amina, karbonil (aldehid, keton, asam karboksilat, ester, amida), alkena, alkuna, aromatik; pengaruh efek induktif, konjugasi, dan ikatan hidrogen terhadap frekuensi serapan.    
Minggu 2

Sub-CPMK: Menginterpretasikan spektrum IR untuk mengidentifikasi gugus fungsi pada senyawa organik
Materi: Prinsip dasar spektroskopi inframerah: vibrasi molekul (stretching dan bending); daerah gugus fungsi (functional group region) dan daerah sidik jari (fingerprint region); instrumentasi FTIR.      
Interpretasi spektrum IR gugus fungsi: alkohol, amina, karbonil (aldehid, keton, asam karboksilat, ester, amida), alkena, alkuna, aromatik; pengaruh efek induktif, konjugasi, dan ikatan hidrogen terhadap frekuensi serapan.    
Metode: Diskusi, ceramah, penugasan
Indikator: Ketpatan menginterpretasikan spektrum IR untuk mengidentifikasi gugus fungsi pada senyawa organik 
Penilaian: Tugas; Kuis

Pertemuan 3 - Prinsip dasar spektroskopi inframerah: vibrasi molekul (stretching dan bending); daerah gugus fungsi (functional group region) dan daerah sidik jari (fingerprint region); instrumentasi FTIR.       Interpretasi spektrum IR gugus fungsi: alkohol, amina, karbonil (aldehid, keton, asam karboksilat, ester, amida), alkena, alkuna, aromatik; pengaruh efek induktif, konjugasi, dan ikatan hidrogen terhadap frekuensi serapan.    
Minggu 3

Sub-CPMK: Menginterpretasikan spektrum IR untuk mengidentifikasi gugus fungsi pada senyawa organik
Materi: Prinsip dasar spektroskopi inframerah: vibrasi molekul (stretching dan bending); daerah gugus fungsi (functional group region) dan daerah sidik jari (fingerprint region); instrumentasi FTIR.      
Interpretasi spektrum IR gugus fungsi: alkohol, amina, karbonil (aldehid, keton, asam karboksilat, ester, amida), alkena, alkuna, aromatik; pengaruh efek induktif, konjugasi, dan ikatan hidrogen terhadap frekuensi serapan.    
Metode: Diskusi, ceramah, penugasan
Indikator: Ketpatan menginterpretasikan spektrum IR untuk mengidentifikasi gugus fungsi pada senyawa organik 
Penilaian: Tugas; Kuis

Pertemuan 4 - Prinsip dasar spektroskopi UV-Vis: transisi elektronik (σ→σ*, n→σ*, π→π*, n→π*); kromofor dan auksokrom; hukum Lambert-Beer; instrumentasi dasar UV-Vis.       Kaidah Woodward-Fieser untuk prediksi λmax senyawa diena terkonjugasi dan enon; interpretasi spektrum UV-Vis senyawa organik sederhana (diena, enon, aromatik).    
Minggu 4

Sub-CPMK: Menginterpretasikan spektrum UV-Vis untuk senyawa organik
Materi: Prinsip dasar spektroskopi UV-Vis: transisi elektronik (σ→σ*, n→σ*, π→π*, n→π*); kromofor dan auksokrom; hukum Lambert-Beer; instrumentasi dasar UV-Vis.      
Kaidah Woodward-Fieser untuk prediksi λmax senyawa diena terkonjugasi dan enon; interpretasi spektrum UV-Vis senyawa organik sederhana (diena, enon, aromatik).    
Metode: Diskusi, ceramah, penugasan
Indikator: Ketapatan menginterpretasikan spektrum UV-Vis untuk senyawa organik
Penilaian: Tugas; Kuis

Pertemuan 5 - Prinsip dasar spektroskopi UV-Vis: transisi elektronik (σ→σ*, n→σ*, π→π*, n→π*); kromofor dan auksokrom; hukum Lambert-Beer; instrumentasi dasar UV-Vis.       Kaidah Woodward-Fieser untuk prediksi λmax senyawa diena terkonjugasi dan enon; interpretasi spektrum UV-Vis senyawa organik sederhana (diena, enon, aromatik).    
Minggu 5

Sub-CPMK: Menginterpretasikan spektrum UV-Vis untuk senyawa organik
Materi: Prinsip dasar spektroskopi UV-Vis: transisi elektronik (σ→σ*, n→σ*, π→π*, n→π*); kromofor dan auksokrom; hukum Lambert-Beer; instrumentasi dasar UV-Vis.      
Kaidah Woodward-Fieser untuk prediksi λmax senyawa diena terkonjugasi dan enon; interpretasi spektrum UV-Vis senyawa organik sederhana (diena, enon, aromatik).    
Metode: Diskusi, ceramah, penugasan
Indikator: Ketapatan menginterpretasikan spektrum UV-Vis untuk senyawa organik
Penilaian: Tugas; Kuis

Pertemuan 6 - Prinsip dasar spektrometri massa: teknik ionisasi (EI, ESI, CI); jenis analisis massa (TOF, kuadrupol); ion molekul [M]⁺; aturan nitrogen (nitrogen rule).     Pola fragmentasi senyawa organik (alkana, alkohol, keton, aromatik, dll.); mekanisme fragmentasi umum (α-cleavage, penataan ulang McLafferty); pola isotop (M+1, M+2) untuk identifikasi Cl, Br, S.     
Minggu 6

Sub-CPMK: Menginterpretasikan pola fragmentasi dan pola isotop spektrum massa untuk elusidasi struktur senyawa organik
Materi: Prinsip dasar spektrometri massa: teknik ionisasi (EI, ESI, CI); jenis analisis massa (TOF, kuadrupol); ion molekul [M]⁺; aturan nitrogen (nitrogen rule).    
Pola fragmentasi senyawa organik (alkana, alkohol, keton, aromatik, dll.); mekanisme fragmentasi umum (α-cleavage, penataan ulang McLafferty); pola isotop (M+1, M+2) untuk identifikasi Cl, Br, S.     
Metode: Diskusi, ceramah, penugasan
Indikator: Ketepatan  menginterpretasikan pola fragmentasi dan pola isotop spektrum massa untuk elusidasi struktur senyawa organik
Penilaian: Tugas; Kuis

Pertemuan 7 - Prinsip dasar spektrometri massa: teknik ionisasi (EI, ESI, CI); jenis analisis massa (TOF, kuadrupol); ion molekul [M]⁺; aturan nitrogen (nitrogen rule).     Pola fragmentasi senyawa organik (alkana, alkohol, keton, aromatik, dll.); mekanisme fragmentasi umum (α-cleavage, penataan ulang McLafferty); pola isotop (M+1, M+2) untuk identifikasi Cl, Br, S.     
Minggu 7

Sub-CPMK: Menginterpretasikan pola fragmentasi dan pola isotop spektrum massa untuk elusidasi struktur senyawa organik
Materi: Prinsip dasar spektrometri massa: teknik ionisasi (EI, ESI, CI); jenis analisis massa (TOF, kuadrupol); ion molekul [M]⁺; aturan nitrogen (nitrogen rule).    
Pola fragmentasi senyawa organik (alkana, alkohol, keton, aromatik, dll.); mekanisme fragmentasi umum (α-cleavage, penataan ulang McLafferty); pola isotop (M+1, M+2) untuk identifikasi Cl, Br, S.     
Metode: Diskusi, ceramah, penugasan
Indikator: Ketepatan  menginterpretasikan pola fragmentasi dan pola isotop spektrum massa untuk elusidasi struktur senyawa organik
Penilaian: Tugas; Kuis

Pertemuan 8 - Menganalisis secara sistematis terkait penentuan struktur senyawa organic
Minggu 8

Sub-CPMK: Menganalisis secara sistematis terkait penentuan struktur senyawa organic

Pertemuan 9 - Prinsip dasar resonansi magnetik inti (spin inti, momen magnetik, fenomena resonansi); instrumentasi NMR; konsep shielding/deshielding; pergeseran kimia (chemical shift) pada ¹H-NMR.       Kopling spin-spin (splitting pattern); kaidah n+1; konstanta kopling (J); integrasi sinyal; interpretasi spektrum ¹H-NMR senyawa organik sederhana.       Prinsip dasar ¹³C-NMR dan perbedaannya dengan ¹H-NMR (proton decoupling); pergeseran kimia karbon; teknik DEPT (DEPT-45, 90, 135) untuk menentukan jenis karbon (CH₃, CH₂, CH, C kuartener).       Prinsip dasar NMR dua dimensi: COSY (korelasi ¹H-¹H), HSQC (korelasi ¹H-¹³C satu ikatan), HMBC (korelasi ¹H-¹³C jarak jauh); strategi elusidasi struktur terintegrasi menggunakan data 1D dan 2D NMR.    
Minggu 9

Sub-CPMK: Menerapkan data NMR satu dimensi (H dan C NMR) dan dua dimensi (COSY, HSQC, HMBC) untuk melakukan elusidasi struktur senyawa organik secara komprehensif.
Materi: Prinsip dasar resonansi magnetik inti (spin inti, momen magnetik, fenomena resonansi); instrumentasi NMR; konsep shielding/deshielding; pergeseran kimia (chemical shift) pada ¹H-NMR.      
Kopling spin-spin (splitting pattern); kaidah n+1; konstanta kopling (J); integrasi sinyal; interpretasi spektrum ¹H-NMR senyawa organik sederhana.      
Prinsip dasar ¹³C-NMR dan perbedaannya dengan ¹H-NMR (proton decoupling); pergeseran kimia karbon; teknik DEPT (DEPT-45, 90, 135) untuk menentukan jenis karbon (CH₃, CH₂, CH, C kuartener).      
Prinsip dasar NMR dua dimensi: COSY (korelasi ¹H-¹H), HSQC (korelasi ¹H-¹³C satu ikatan), HMBC (korelasi ¹H-¹³C jarak jauh); strategi elusidasi struktur terintegrasi menggunakan data 1D dan 2D NMR.    
Metode: Diskusi, ceramah, penugasan
Indikator: Ketapatan menerapkan data NMR satu dimensi (H dan C NMR) dan dua dimensi (COSY, HSQC, HMBC) untuk melakukan elusidasi struktur senyawa organik secara komprehensif.
Penilaian: Tugas; Kuis

Pertemuan 10 - Prinsip dasar resonansi magnetik inti (spin inti, momen magnetik, fenomena resonansi); instrumentasi NMR; konsep shielding/deshielding; pergeseran kimia (chemical shift) pada ¹H-NMR.       Kopling spin-spin (splitting pattern); kaidah n+1; konstanta kopling (J); integrasi sinyal; interpretasi spektrum ¹H-NMR senyawa organik sederhana.       Prinsip dasar ¹³C-NMR dan perbedaannya dengan ¹H-NMR (proton decoupling); pergeseran kimia karbon; teknik DEPT (DEPT-45, 90, 135) untuk menentukan jenis karbon (CH₃, CH₂, CH, C kuartener).       Prinsip dasar NMR dua dimensi: COSY (korelasi ¹H-¹H), HSQC (korelasi ¹H-¹³C satu ikatan), HMBC (korelasi ¹H-¹³C jarak jauh); strategi elusidasi struktur terintegrasi menggunakan data 1D dan 2D NMR.    
Minggu 10

Sub-CPMK: Menerapkan data NMR satu dimensi (H dan C NMR) dan dua dimensi (COSY, HSQC, HMBC) untuk melakukan elusidasi struktur senyawa organik secara komprehensif.
Materi: Prinsip dasar resonansi magnetik inti (spin inti, momen magnetik, fenomena resonansi); instrumentasi NMR; konsep shielding/deshielding; pergeseran kimia (chemical shift) pada ¹H-NMR.      
Kopling spin-spin (splitting pattern); kaidah n+1; konstanta kopling (J); integrasi sinyal; interpretasi spektrum ¹H-NMR senyawa organik sederhana.      
Prinsip dasar ¹³C-NMR dan perbedaannya dengan ¹H-NMR (proton decoupling); pergeseran kimia karbon; teknik DEPT (DEPT-45, 90, 135) untuk menentukan jenis karbon (CH₃, CH₂, CH, C kuartener).      
Prinsip dasar NMR dua dimensi: COSY (korelasi ¹H-¹H), HSQC (korelasi ¹H-¹³C satu ikatan), HMBC (korelasi ¹H-¹³C jarak jauh); strategi elusidasi struktur terintegrasi menggunakan data 1D dan 2D NMR.    
Metode: Diskusi, ceramah, penugasan
Indikator: Ketapatan menerapkan data NMR satu dimensi (H dan C NMR) dan dua dimensi (COSY, HSQC, HMBC) untuk melakukan elusidasi struktur senyawa organik secara komprehensif.
Penilaian: Tugas; Kuis

Pertemuan 11 - Prinsip dasar resonansi magnetik inti (spin inti, momen magnetik, fenomena resonansi); instrumentasi NMR; konsep shielding/deshielding; pergeseran kimia (chemical shift) pada ¹H-NMR.       Kopling spin-spin (splitting pattern); kaidah n+1; konstanta kopling (J); integrasi sinyal; interpretasi spektrum ¹H-NMR senyawa organik sederhana.       Prinsip dasar ¹³C-NMR dan perbedaannya dengan ¹H-NMR (proton decoupling); pergeseran kimia karbon; teknik DEPT (DEPT-45, 90, 135) untuk menentukan jenis karbon (CH₃, CH₂, CH, C kuartener).       Prinsip dasar NMR dua dimensi: COSY (korelasi ¹H-¹H), HSQC (korelasi ¹H-¹³C satu ikatan), HMBC (korelasi ¹H-¹³C jarak jauh); strategi elusidasi struktur terintegrasi menggunakan data 1D dan 2D NMR.    
Minggu 11

Sub-CPMK: Menerapkan data NMR satu dimensi (H dan C NMR) dan dua dimensi (COSY, HSQC, HMBC) untuk melakukan elusidasi struktur senyawa organik secara komprehensif.
Materi: Prinsip dasar resonansi magnetik inti (spin inti, momen magnetik, fenomena resonansi); instrumentasi NMR; konsep shielding/deshielding; pergeseran kimia (chemical shift) pada ¹H-NMR.      
Kopling spin-spin (splitting pattern); kaidah n+1; konstanta kopling (J); integrasi sinyal; interpretasi spektrum ¹H-NMR senyawa organik sederhana.      
Prinsip dasar ¹³C-NMR dan perbedaannya dengan ¹H-NMR (proton decoupling); pergeseran kimia karbon; teknik DEPT (DEPT-45, 90, 135) untuk menentukan jenis karbon (CH₃, CH₂, CH, C kuartener).      
Prinsip dasar NMR dua dimensi: COSY (korelasi ¹H-¹H), HSQC (korelasi ¹H-¹³C satu ikatan), HMBC (korelasi ¹H-¹³C jarak jauh); strategi elusidasi struktur terintegrasi menggunakan data 1D dan 2D NMR.    
Metode: Diskusi, ceramah, penugasan
Indikator: Ketapatan menerapkan data NMR satu dimensi (H dan C NMR) dan dua dimensi (COSY, HSQC, HMBC) untuk melakukan elusidasi struktur senyawa organik secara komprehensif.
Penilaian: Tugas; Kuis

Pertemuan 12 - Prinsip dasar resonansi magnetik inti (spin inti, momen magnetik, fenomena resonansi); instrumentasi NMR; konsep shielding/deshielding; pergeseran kimia (chemical shift) pada ¹H-NMR.       Kopling spin-spin (splitting pattern); kaidah n+1; konstanta kopling (J); integrasi sinyal; interpretasi spektrum ¹H-NMR senyawa organik sederhana.       Prinsip dasar ¹³C-NMR dan perbedaannya dengan ¹H-NMR (proton decoupling); pergeseran kimia karbon; teknik DEPT (DEPT-45, 90, 135) untuk menentukan jenis karbon (CH₃, CH₂, CH, C kuartener).       Prinsip dasar NMR dua dimensi: COSY (korelasi ¹H-¹H), HSQC (korelasi ¹H-¹³C satu ikatan), HMBC (korelasi ¹H-¹³C jarak jauh); strategi elusidasi struktur terintegrasi menggunakan data 1D dan 2D NMR.    
Minggu 12

Sub-CPMK: Menerapkan data NMR satu dimensi (H dan C NMR) dan dua dimensi (COSY, HSQC, HMBC) untuk melakukan elusidasi struktur senyawa organik secara komprehensif.
Materi: Prinsip dasar resonansi magnetik inti (spin inti, momen magnetik, fenomena resonansi); instrumentasi NMR; konsep shielding/deshielding; pergeseran kimia (chemical shift) pada ¹H-NMR.      
Kopling spin-spin (splitting pattern); kaidah n+1; konstanta kopling (J); integrasi sinyal; interpretasi spektrum ¹H-NMR senyawa organik sederhana.      
Prinsip dasar ¹³C-NMR dan perbedaannya dengan ¹H-NMR (proton decoupling); pergeseran kimia karbon; teknik DEPT (DEPT-45, 90, 135) untuk menentukan jenis karbon (CH₃, CH₂, CH, C kuartener).      
Prinsip dasar NMR dua dimensi: COSY (korelasi ¹H-¹H), HSQC (korelasi ¹H-¹³C satu ikatan), HMBC (korelasi ¹H-¹³C jarak jauh); strategi elusidasi struktur terintegrasi menggunakan data 1D dan 2D NMR.    
Metode: Diskusi, ceramah, penugasan
Indikator: Ketapatan menerapkan data NMR satu dimensi (H dan C NMR) dan dua dimensi (COSY, HSQC, HMBC) untuk melakukan elusidasi struktur senyawa organik secara komprehensif.
Penilaian: Tugas; Kuis

Pertemuan 13 - Elusidasi struktur senyawa organik menggunakan data spektroskopi lengkap; presentasi hasil analisis sementara dan diskusi kelompok
Minggu 13

Sub-CPMK: Menganalisis data spektroskopi gabungan secara kolaboratif untuk mengidentifikasi kemungkinan struktur senyawa organik dalam studi kasus.
Materi: Elusidasi struktur senyawa organik menggunakan data spektroskopi lengkap; presentasi hasil analisis sementara dan diskusi kelompok
Metode: Case method, diskusi, penugasan
Indikator: Ketepatan  menganalisis data spektroskopi gabungan secara kolaboratif untuk mengidentifikasi kemungkinan struktur senyawa organik dalam studi kasus.
Penilaian: Tugas; Kuis; Case-Based

Pertemuan 14 - Elusidasi struktur senyawa organik menggunakan data spektroskopi lengkap; presentasi hasil analisis sementara dan diskusi kelompok
Minggu 14

Sub-CPMK: Menganalisis data spektroskopi gabungan secara kolaboratif untuk mengidentifikasi kemungkinan struktur senyawa organik dalam studi kasus.
Materi: Elusidasi struktur senyawa organik menggunakan data spektroskopi lengkap; presentasi hasil analisis sementara dan diskusi kelompok
Metode: Case method, diskusi, penugasan
Indikator: Ketepatan  menganalisis data spektroskopi gabungan secara kolaboratif untuk mengidentifikasi kemungkinan struktur senyawa organik dalam studi kasus.
Penilaian: Tugas; Kuis; Case-Based

Pertemuan 15 - Elusidasi struktur senyawa organik menggunakan data spektroskopi lengkap; presentasi hasil analisis sementara dan diskusi kelompok
Minggu 15

Sub-CPMK: Menganalisis data spektroskopi gabungan secara kolaboratif untuk mengidentifikasi kemungkinan struktur senyawa organik dalam studi kasus.
Materi: Elusidasi struktur senyawa organik menggunakan data spektroskopi lengkap; presentasi hasil analisis sementara dan diskusi kelompok
Metode: Case method, diskusi, penugasan
Indikator: Ketepatan  menganalisis data spektroskopi gabungan secara kolaboratif untuk mengidentifikasi kemungkinan struktur senyawa organik dalam studi kasus.
Penilaian: Tugas; Kuis; Case-Based

Pertemuan 16 - Menganalisis secara sistematis terkait penentuan struktur senyawa organic
Minggu 16

Sub-CPMK: Menganalisis secara sistematis terkait penentuan struktur senyawa organic

Rencana Pembelajaran Semester (RPS)

Buka RPS

Lecture Note

Lecture Note Terkunci

Masuk terlebih dahulu untuk melihat konten pada menu ini.

Login

Lecture Video

Lecture Video Terkunci

Masuk terlebih dahulu untuk melihat konten pada menu ini.

Login

Assignments

Assignments Terkunci

Masuk terlebih dahulu untuk melihat konten pada menu ini.

Login

E-Book

E-Book Terkunci

Masuk terlebih dahulu untuk melihat konten pada menu ini.

Login

UTS

UTS Terkunci

Masuk terlebih dahulu untuk melihat konten pada menu ini.

Login

UAS

UAS Terkunci

Masuk terlebih dahulu untuk melihat konten pada menu ini.

Login
Related

Course Terkait