basigi@unp.ac.id (0751) 7050000 Jl. Prof. Dr. Hamka, Air Tawar, Padang

Mata Kuliah Cloud Computing

Fisika (S2) ยท Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam

Deskripsi Mata Kuliah

Mata kuliah Cloud Computing pada Fisika (S2) membekali mahasiswa dengan landasan konseptual dan keterampilan terapan untuk menganalisis persoalan akademik maupun profesional. Perkuliahan dirancang melalui ceramah interaktif, studi kasus, diskusi kelompok, serta refleksi mandiri agar mahasiswa mampu mengambil keputusan berbasis data dan etika keilmuan.

CPL Program Studi pada MK

  • CPL-1 - Memiliki karakter yang baik, relijius, semangat nasionalisme dan jiwa entrepreneur dengan memperhatikan norma-etika serta nilai budaya dan kearifan lokal yang berlaku dalam segala aktivitas dan pekerjaan profesional (karakter yang baik / good character)
  • CPL-3 - Menguasai metode fisika untuk aplikasi IPTEK yang berkaitan dengan bidang-bidang keahlian yang berhubungan dengan kebencanaan.
  • CPL-4 - Mahasiswa mampu mengoperasikan alat-alat penelitian dan menghasilkan aplikasi sederhana sesuai bidang kajian mahasiswa dalam bentuk proyek akhir dalam mengatasi pemecahan permasalahan.
  • CPL-9 - Mampu mengembangkan dan mengelola penelitian fisika terkait gejala dan masalah fisis melalui analisis dan sintesis hasil riset, serta mempublikasikan karya ilmiah di tingkat nasional atau internasional.
  • CPL-10 - Mampu mengembangkan model matematis dan/atau model fisis dengan pendekatan inter- atau multidisipliner untuk memecahkan masalah IPTEKS terkait fisika.

CPMK

  • CPMK-1 - Mahasiswa mampu menyajikan hasil analisis dan visualisasi spasial dalam bentuk peta tematik dan dashboard interaktif
  • CPMK-2 - Mahasiswa mampu mengevaluasi hasil belajar dan memberikan refleksi kritis terhadap aplikasi cloud computing untuk mitigasi bencana.
  • CPMK-3 - Mahasiswa mampu menjelaskan konsep dasar cloud computing, big data, dan manfaatnya untuk analisis ilmiah berbasis data besar.
  • CPMK-4 - Mahasiswa mampu mengidentifikasi dan membedakan model layanan IaaS, PaaS, dan SaaS serta contoh penerapannya di bidang geospasial.
  • CPMK-5 - Mahasiswa mampu menjelaskan arsitektur GEE, struktur sistem, dan prinsip pemrosesan data berbasis cloud.
  • CPMK-6 - Mahasiswa mampu mengidentifikasi dan mengakses dataset geospasial (Landsat, Sentinel, MODIS, CHIRPS, DEM) menggunakan GEE.
  • CPMK-7 - Mahasiswa mampu melakukan operasi spasial dasar (clip, mask, filter, map, reduce) dan visualisasi citra satelit.
  • CPMK-8 - Mahasiswa mampu menerapkan indeks NDWI, NDMI, dan VHI untuk mendeteksi banjir dan kekeringan secara spasial-temporal.
  • CPMK-9 - Mahasiswa mampu menerapkan indeks NDWI, NDMI, dan VHI untuk mendeteksi banjir dan kekeringan secara spasial-temporal.
  • CPMK-10 - Mahasiswa mampu menggunakan data DEM dan katalog gempa untuk memetakan zona rawan gempa dan potensi run-up tsunami.
  • CPMK-11 - Mahasiswa mampu mengembangkan model potensi longsor berbasis kemiringan lereng, curah hujan, dan tutupan lahan.
  • CPMK-12 - Mahasiswa mampu mendeteksi anomali termal dan abu vulkanik menggunakan data MODIS dan Sentinel- 3.
  • CPMK-13 - Mahasiswa mampu menjelaskan konsep analisis multi-hazard dan desain sistem pendukung keputusan berbasis cloud.
  • CPMK-14 - Mahasiswa mampu mengintegrasikan berbagai layer bahaya (banjir, kebakaran, longsor, tsunami) menjadi peta risiko terpadu.
  • CPMK-15 - Mahasiswa mampu menyajikan hasil analisis dan visualisasi spasial dalam bentuk peta tematik dan dashboard interaktif
  • CPMK-16 - Mahasiswa mampu mengevaluasi hasil belajar dan memberikan refleksi kritis terhadap aplikasi cloud computing untuk mitigasi bencana.
  • CPMK-17 - Mahasiswa mampu menjelaskan konsep analisis multi-hazard dan desain sistem pendukung keputusan berbasis cloud.
  • CPMK-18 - Mahasiswa mampu mengintegrasikan berbagai layer bahaya (banjir, kebakaran, longsor, tsunami) menjadi peta risiko terpadu.
  • CPMK-19 - Mahasiswa mampu menyajikan hasil analisis dan visualisasi spasial dalam bentuk peta tematik dan dashboard interaktif
  • CPMK-20 - Mahasiswa mampu mengevaluasi hasil belajar dan memberikan refleksi kritis terhadap aplikasi cloud computing untuk mitigasi bencana.
  • CPMK-21 - Mahasiswa mampu menerapkan indeks NDWI, NDMI, dan VHI untuk mendeteksi banjir dan kekeringan secara spasial-temporal.
  • CPMK-22 - Mahasiswa mampu menggunakan data DEM dan katalog gempa untuk memetakan zona rawan gempa dan potensi run-up tsunami.
  • CPMK-23 - Mahasiswa mampu mengembangkan model potensi longsor berbasis kemiringan lereng, curah hujan, dan tutupan lahan.
  • CPMK-24 - Mahasiswa mampu mendeteksi anomali termal dan abu vulkanik menggunakan data MODIS dan Sentinel- 3.
  • CPMK-25 - Mahasiswa mampu menjelaskan konsep analisis multi-hazard dan desain sistem pendukung keputusan berbasis cloud.
  • CPMK-26 - Mahasiswa mampu mengintegrasikan berbagai layer bahaya (banjir, kebakaran, longsor, tsunami) menjadi peta risiko terpadu.
  • CPMK-27 - Mahasiswa mampu menyajikan hasil analisis dan visualisasi spasial dalam bentuk peta tematik dan dashboard interaktif
  • CPMK-28 - Mahasiswa mampu mengevaluasi hasil belajar dan memberikan refleksi kritis terhadap aplikasi cloud computing untuk mitigasi bencana.
  • CPMK-29 - Mahasiswa mampu menjelaskan konsep dasar cloud computing, big data, dan manfaatnya untuk analisis ilmiah berbasis data besar.
  • CPMK-30 - Mahasiswa mampu mengidentifikasi dan membedakan model layanan IaaS, PaaS, dan SaaS serta contoh penerapannya di bidang geospasial.
  • CPMK-31 - Mahasiswa mampu menjelaskan arsitektur GEE, struktur sistem, dan prinsip pemrosesan data berbasis cloud.
  • CPMK-32 - Mahasiswa mampu mengidentifikasi dan mengakses dataset geospasial (Landsat, Sentinel, MODIS, CHIRPS, DEM) menggunakan GEE.
  • CPMK-33 - Mahasiswa mampu melakukan operasi spasial dasar (clip, mask, filter, map, reduce) dan visualisasi citra satelit.
  • CPMK-34 - Mahasiswa mampu menerapkan indeks NDWI, NDMI, dan VHI untuk mendeteksi banjir dan kekeringan secara spasial-temporal.
  • CPMK-35 - Mahasiswa mampu menggunakan data DEM dan katalog gempa untuk memetakan zona rawan gempa dan potensi run-up tsunami.
  • CPMK-36 - Mahasiswa mampu mengembangkan model potensi longsor berbasis kemiringan lereng, curah hujan, dan tutupan lahan.
  • CPMK-37 - Mahasiswa mampu mendeteksi anomali termal dan abu vulkanik menggunakan data MODIS dan Sentinel- 3.
  • CPMK-38 - Mahasiswa mampu menjelaskan konsep analisis multi-hazard dan desain sistem pendukung keputusan berbasis cloud.
  • CPMK-39 - Mahasiswa mampu mengintegrasikan berbagai layer bahaya (banjir, kebakaran, longsor, tsunami) menjadi peta risiko terpadu.

Daftar Konten Course

Rencana Pembelajaran Semester (RPS)

Download PDF