Sastra Bandingan
Deskripsi Mata Kuliah
Perkuliahan ini diisi dengan pembahasan tentang hakikat sastra bandingan dan metodologi perbandingan sastra. Ke dalamnya tercakup tentang perbandingan antarsastra nusantara dan antara sastra nusantara dengan sastra mancanegara.
CPL Program Studi pada MK
CPMK
Aktivitas Pembelajaran
Sub-CPMK: Mahasiswa mampu mendeskripsikan gambaran umum ilmu sastra bandingan, yaitu konsep dasar, bidang kajian, dan ruang lingkup sastra bandingan.
Materi: Konsep dasar ilmu sastra bandingan
Bidang kajian sastra bandingan
Ruang lingkup sastra bandingan
Metode: Case Method (CM) dan Pembelajaran Transformatif.
Dosen membuka perkuliahan (orientasi, apersepsi, dan motivasi) serta menyepakati kontrak perkuliahan.
Mahasiswa menganalisis kasus pemantik berupa contoh artikel/esai sastra bandingan yang disajikan dosen, lalu merefleksikan pemahaman awal tentang sastra bandingan.
Secara berkelompok, mahasiswa memetakan konsep dasar, bidang kajian, dan ruang lingkup sastra bandingan menggunakan sumber belajar yang beragam.
Mahasiswa mempresentasikan peta konsep, dosen membuka ruang tanya jawab dan memberi penguatan.
Dosen menutup perkuliahan dengan refleksi dan tindak lanjut berupa mempelajari bahan pertemuan berikutnya di LMS.
Estimasi waktu: TM 2 x 50 menit.; Sebelum tatap muka, mahasiswa membaca dan merangkum bahan ajar (salindia) tentang konsep sastra bandingan di LMS UNP (www.smile.unp.ac.id).
Ringkasan dalam bentuk peta konsep diunggah ke LMS H-2 sebelum pertemuan.
Estimasi waktu: PT 2 x 60 menit dan BM 2 x 60 menit.
Indikator: 1. Ketepatan dalam mendeskripsikan konsep dasar sastra bandingan.
2. Ketepatan dalam mendeskripsikan bidang kajian sastra bandingan.
3. Ketepatan dalam mendeskripsikan ruang lingkup sastra bandingan.
Penilaian: Case-Based
Sub-CPMK: Mahasiswa mampu mendeskripsikan tujuan dan sejarah perkembangan sastra bandingan.
Materi: Tujuan sastra bandingan
Sejarah perkembangan sastra bandingan
Metode: Case Method (CM) dan Pembelajaran Transformatif.
Dosen menyajikan kasus: contoh artikel/esai sastra bandingan dan cuplikan video/film adaptasi dari sastra daerah atau sastra asing.
Mahasiswa menyampaikan apresiasi spontan terhadap bacaan atau tontonan tersebut.
Secara berkelompok, mahasiswa menelusuri tujuan dan tahap sejarah perkembangan sastra bandingan dari kasus yang diberikan.
Mahasiswa mempresentasikan temuan, dosen memberi umpan balik dan penguatan.
Estimasi waktu: TM 2 x 50 menit.; Mahasiswa mempelajari PEM tentang tujuan dan sejarah sastra bandingan di LMS UNP, lalu membuat dan mengunggah ringkasan materi.
Dikumpulkan/diunggah ke LMS H-2 setiap minggu/penugasan.
Estimasi waktu: PT 2 x 60 menit dan BM 2 x 60 menit.
Indikator: 1. Ketepatan dalam mendeskripsikan tujuan sastra bandingan.
2. Ketepatan dalam mendeskripsikan sejarah perkembangan sastra bandingan.
Penilaian: Case-Based
Sub-CPMK: Case Method (CM) dan Pembelajaran Transformatif.
Mahasiswa membaca dua contoh teks sastra dalam bahasa yang berbeda (kasus).
Mahasiswa mengidentifikasi dan menganalisis kekhasan bahasa pada kedua teks.
Mahasiswa mengidentifikasi persoalan kultural pada kedua teks.
Mahasiswa mempresentasikan hasil analisis, dosen memberi penguatan atau koreksi.
Estimasi waktu: TM 2 x 50 menit.
Materi: Persoalan batas linguistik dalam sastra bandingan
Persoalan kultural dalam sastra bandingan
Metode: Case Method (CM) dan Pembelajaran Transformatif.
Mahasiswa membaca dua contoh teks sastra dalam bahasa yang berbeda (kasus).
Mahasiswa mengidentifikasi dan menganalisis kekhasan bahasa pada kedua teks.
Mahasiswa mengidentifikasi persoalan kultural pada kedua teks.
Mahasiswa mempresentasikan hasil analisis, dosen memberi penguatan atau koreksi.
Estimasi waktu: TM 2 x 50 menit.; Mahasiswa mempelajari PEM tentang batas linguistik dan kultural di LMS UNP dan mengunggah ringkasan.
Mahasiswa mengunggah catatan analisis kasus dua teks ke LMS H-2.
Estimasi waktu: PT 2 x 60 menit dan BM 2 x 60 menit.
Indikator: 1. Ketepatan dalam menganalisis persoalan batas linguistik dalam sastra bandingan.
2.Ketepatan dalam menganalisis persoalan kultural dalam sastra bandingan.
Penilaian: Case-Based
Sub-CPMK: Mahasiswa mampu menganalisis persoalan batas linguistik, kultural, geografi, dan politik dalam sastra bandingan.
Materi: Persoalan batas geografis dalam sastra bandingan
Persoalan politik dalam sastra bandingan
Metode: Case Method (CM) dan Pembelajaran Transformatif.
Melanjutkan pembahasan dua teks sastra dari dua bahasa yang berbeda (kasus pertemuan 3).
Mahasiswa mengidentifikasi dan menganalisis kekhasan kultur yang tergambar pada kedua teks.
Mahasiswa mengidentifikasi persoalan batas geografis dan politik yang tergambar pada kedua teks.
Mahasiswa menyimpulkan hasil analisis, dosen memberi penguatan atau koreksi.
Estimasi waktu: TM 2 x 50 menit.; Mahasiswa mempelajari PEM tentang batas geografi dan politik di LMS UNP dan mengunggah ringkasan.
Dikumpulkan/diunggah ke LMS H-2.
Estimasi waktu: PT 2 x 60 menit dan BM 2 x 60 menit.
Indikator: 1. Ketepatan dalam menganalisis persoalan batas geografis dalam sastra bandingan.
2. Ketepatan dalam menganalisis persoalan politik dalam sastra bandingan.
Penilaian: Case-Based
Sub-CPMK: Mahasiswa mampu menganalisis konsep asli, pinjaman, dan tradisi serta teks sastra umum, lokal, nasional, dan supranasional dalam sastra bandingan.
Materi: Konsep asli, pinjaman, dan tradisi
Teks sastra umum, lokal, nasional
Konsep sastra supranasional
Metode: Case Method (CM) dan Pembelajaran Transformatif.
Mahasiswa membaca contoh teks adaptasi dari karya asing, karya yang mencerminkan persoalan multikultural, atau karya berhipogram (kasus).
Mahasiswa mengidentifikasi dan menganalisis konsep asli, pinjaman, dan tradisi pada teks tersebut.
Mahasiswa mengidentifikasi konsep teks sastra umum, lokal, nasional, dan supranasional pada kedua teks.
Dosen memberi penguatan atau koreksi.
Estimasi waktu: TM 2 x 50 menit.; Mahasiswa mempelajari PEM tentang konsep asli, pinjaman, dan tradisi di LMS UNP dan mengunggah ringkasan.
Dikumpulkan/diunggah ke LMS H-2.
Estimasi waktu: PT 2 x 60 menit dan BM 2 x 60 menit.
Indikator: 1. Ketepatan dalam menganalisis konsep asli, pinjaman, dan tradisi.
2. Ketepatan dalam menganalisis konsep teks sastra umum, lokal, nasional, dan supranasional.
Penilaian: Case-Based
Sub-CPMK: Mahasiswa mampu menganalisis sumber penciptaan, ideologi, dan produksi sosial teks (persoalan kemiripan dan plagiat) dalam sastra bandingan.
Materi: Sumber penciptaan
Ideologi dan produksi sosial teks
Persoalan kemiripan dan plagiat dalam sastra bandingan
Metode: Case Method (CM) dan Pembelajaran Transformatif.
Melanjutkan pembahasan dua teks adaptasi/berhipogram dengan kasus kemiripan teks.
Mahasiswa menganalisis konsep supranasional pada teks tersebut.
Mahasiswa menganalisis sumber penciptaan, ideologi, dan produksi sosial teks serta menimbang persoalan kemiripan dan plagiat.
Mahasiswa mempresentasikan hasil analisis, dosen memberi penguatan atau koreksi.
Estimasi waktu: TM 2 x 50 menit.; Mahasiswa mempelajari PEM tentang sumber penciptaan, ideologi, dan produksi sosial teks di LMS UNP.
Mahasiswa mengunggah laporan analisis kasus kemiripan teks ke LMS H-2.
Estimasi waktu: PT 2 x 60 menit dan BM 2 x 60 menit.
Indikator: 1. Ketepatan dalam menganalisis sumber penciptaan, ideologi, dan produksi sosial teks.
2. Ketepatan dalam membedakan persoalan kemiripan dan plagiat dalam sastra bandingan.
Penilaian: Case-Based
Sub-CPMK: Mahasiswa mampu menganalisis folklor (tradisi dan sastra lisan), teka-teki, lelucon, anekdot, dan cerita rakyat dari sisi persoalan migrasi, perbandingan, dan kearifan lokal.
Materi: 1. Ketepatan dalam menganalisis folklor (tradisi dan sastra lisan), teka-teki, lelucon, dan anekdot.
2. Ketepatan dalam menganalisis persoalan migrasi dan kearifan lokal.
Metode: Case Method (CM) dan Pembelajaran Transformatif.
Mahasiswa membaca contoh teks folklor (tradisi dan sastra lisan), teka-teki, lelucon, dan anekdot (kasus).
Mahasiswa mengidentifikasi dan menganalisis struktur intrinsik teks folklor tersebut.
Mahasiswa mengidentifikasi dan menganalisis fungsi folklor dalam masyarakat tradisional.
Dosen memberi penguatan atau koreksi.
Estimasi waktu: TM 2 x 50 menit.
Indikator: 1. Ketepatan dalam menganalisis folklor (tradisi dan sastra lisan), teka-teki, lelucon, dan anekdot.
2. Ketepatan dalam menganalisis persoalan migrasi dan kearifan lokal.
Penilaian: Case-Based
Sub-CPMK: Mahasiswa mampu menganalisis folklor (tradisi dan sastra lisan), teka-teki, lelucon, anekdot, dan cerita rakyat dari sisi persoalan migrasi, perbandingan, dan kearifan lokal.
Materi: Cerita rakyat: migrasi, perbandingan, dan kearifan lokal
Metode: Case Method (CM) dan Pembelajaran Transformatif.
Mahasiswa mengidentifikasi lebih lanjut persoalan migrasi dan kearifan lokal dalam kasus cerita rakyat.
Mahasiswa membandingkan persoalan migrasi, perbandingan, dan kearifan lokal pada contoh teks folklor, teka-teki, lelucon, dan anekdot.
Mahasiswa mempresentasikan hasil perbandingan, dosen memberi penguatan atau koreksi.
Estimasi waktu: TM 2 x 50 menit.; Mahasiswa mempelajari PEM tentang cerita rakyat dan kearifan lokal di LMS UNP serta mengunggah ringkasan.
Mahasiswa mempersiapkan diri untuk UTS dengan mereview materi pertemuan 1-8.
Estimasi waktu: PT 2 x 60 menit dan BM 2 x 60 menit.
Indikator: 1. Ketepatan dalam menganalisis migrasi dan perbandingan cerita rakyat.
2. Ketepatan dalam menganalisis kearifan lokal cerita rakyat.
Penilaian: Case-Based
Sub-CPMK: Melakukan telaah dan apresiasi dengan mengaplikasikan ISP pada berbagai sastra dalam kerangka supranasional dan alih wahana.