Filsafat Ilmu Pendidikan Bahasa dan Sastra
Deskripsi Mata Kuliah
Perkuliahan ini diisi dengan pokok-pokok gagasan yang hidup di dalam dunia filsafat, dan aksiologi serta terminologi ilmu, proses penguasaan pengetahuan, nilai, kegunaan ilmu dan kaitannya dengan teknologi, kebudayaan, agama serta pengambilan keputusan, logika, matematika, statistika dan bahasa dalam kegiatan berpikir.
CPL Program Studi pada MK
Data CPL Program Studi pada mata kuliah ini belum tersedia.
CPMK
Aktivitas Pembelajaran
Sub-CPMK: Mampu menjelaskan tentang pengkajian ilmu (ontology), cara memperoleh
pengetahuan yang benar, metode ilmiah (epistemology), serta bagaimana nilai
pemanfaatan ilmu (aksiologi)
Materi: Mendeskripsikan gambaran umum hakikat ilmu filsafat ilmu dan metode ilmu filsafat
Metode: Pertemuan 1
Kuliah: Presentasi dan Tanya Jawab tentang hakikat ilmu filsafat ilmu dan metode ilmu filsafat ; tugas filsafat, mengapa kita memerlukan filsafat, arti metode filsafat, cabang-cabang tradisional dari filsafat, serta manfaat filsafat.
Indikator: 1. Ketepatan mendeskripsikan tugas filsafat,
2. Ketepatan mendeskripsikan mengapa kita memerlukan filsafat,
3. Ketepatan mendeskripsikan arti metode filsafat,
4. Ketepatn mendeskripsikan cabang-cabang tradisional dari filsafat,
5. Ketepatan mendeskripsikan manfaat filsafat
Penilaian: Case-Based
Sub-CPMK: Mampu menjelaskan tentang pengkajian ilmu (ontology), cara memperoleh
pengetahuan yang benar, metode ilmiah (epistemology), serta bagaimana nilai
pemanfaatan ilmu (aksiologi)
Materi: Mendeskripsikan gambaran umum hakikat ilmu filsafat ilmu dan metode ilmu filsafat
Metode: Pertemuan 1
Kuliah: Presentasi dan Tanya Jawab tentang hakikat ilmu filsafat ilmu dan metode ilmu filsafat ; tugas filsafat, mengapa kita memerlukan filsafat, arti metode filsafat, cabang-cabang tradisional dari filsafat, serta manfaat filsafat.
Indikator: 1. Ketepatan mendeskripsikan tugas filsafat,
2. Ketepatan mendeskripsikan mengapa kita memerlukan filsafat,
3. Ketepatan mendeskripsikan arti metode filsafat,
4. Ketepatn mendeskripsikan cabang-cabang tradisional dari filsafat,
5. Ketepatan mendeskripsikan manfaat filsafat
Penilaian: Case-Based
Sub-CPMK: Mampu menjelaskan Aliran-aliran dalam filsafat,
Materi: Pertemuan 3 Flipped Classroom, Case-Method Sebelum masuk kelas, mahasiswa ditugasi membaca materi Mampu menjelaskan Aliran-aliraan dalam
filsafat, kemudian membahas materi secara simultan.
Pertemuan 4 : Case-Method (lanjutan) Pada pertemuan 3 ini mahasiswa membahas materi Mampu menjelaskan Aliran-aliraan dalam filsafat
Indikator: Mampu menjelaskan Aliran-aliran dalam filsafat,
Penilaian: Case-Based
Sub-CPMK: Mampu menjelaskan Aliran-aliran dalam filsafat,
Materi: Pertemuan 3 Flipped Classroom, Case-Method Sebelum masuk kelas, mahasiswa ditugasi membaca materi Mampu menjelaskan Aliran-aliraan dalam
filsafat, kemudian membahas materi secara simultan.
Pertemuan 4 : Case-Method (lanjutan) Pada pertemuan 3 ini mahasiswa membahas materi Mampu menjelaskan Aliran-aliraan dalam filsafat
Indikator: Mampu menjelaskan Aliran-aliran dalam filsafat,
Penilaian: Case-Based
Sub-CPMK: Menganalisis dan menjelaskan dasar- dasar pengetahuan penalaran logika, benar dan kebenaran; sumber-sumber pengetahuan : teori pengetahuan,
tradisi akal sehat (common sense), serta paham barat dan timur watak pengetahuan subjektivisme dan objektivisme. sains dan filsafat: sahnya
pengetahuan skeptisme,postulat ilmiah, metode memperoleh pengetahuan.
Materi: Dasar-dasar pengetahuan penalaran logika, benar dan kebenaran; sumber-sumber pengetahuan : teori pengetahuan, tradisi akal sehat
(common sense), serta paham barat dan timur watak pengetahuan subjektivisme dan objektivisme. sains dan filsafat: sahnya pengetahuan
Metode: Pertemuan 5:
Pada pertemuan 5 ini mahasiswa membahas dan mendiskusikan dasar- dasar pengetahuan, penalaran dan logika, benar dan kebenaran.
Pertemuan 6:
Pada pertemuan 6 mahasiswa membahas lebih mendalam dasar-dasar pengetahuan : teori pengetahuan, tradisi akal sehat (common sense) dan berbagai perspektif yang dikemukakan para filsuf tentang teori dasar-dasar pengetahuan.
Pertemuan 7:
Pada pertemuan 7 ini mahasiswa menganalisis dan mendiskusikan watak pengetahuan subjektivisme dan objektivisme dan menemukan fenomena-fenomena yang bersifat subjektif dan objektif
Pertemuan 8:
Pada pertemun 8 ini mahasiswa membahas lebih dalam dan mendiskusikan konsep sains dan filsafat yang berhubungan dengan sahnya pengetahuan, skeptisme, postulat ilmiah, dan metode memperoleh pengetahuan
Indikator: 1. Ketepatan mendeskripsikan tugas filsafat,
2. Ketepatan mendeskripsikan mengapa kita memerlukan filsafat,
3. Ketepatan mendeskripsikan arti metode filsafat,
4. Ketepatn mendeskripsikan cabang-cabang tradisional dari filsafat,
5. Ketepatan mendeskripsikan manfaat filsafat
Penilaian: Tugas
Sub-CPMK: Menganalisis dan menjelaskan dasar- dasar pengetahuan penalaran logika, benar dan kebenaran; sumber-sumber pengetahuan : teori pengetahuan,
tradisi akal sehat (common sense), serta paham barat dan timur watak pengetahuan subjektivisme dan objektivisme. sains dan filsafat: sahnya
pengetahuan skeptisme,postulat ilmiah, metode memperoleh pengetahuan.
Materi: Dasar-dasar pengetahuan penalaran logika, benar dan kebenaran; sumber-sumber pengetahuan : teori pengetahuan, tradisi akal sehat
(common sense), serta paham barat dan timur watak pengetahuan subjektivisme dan objektivisme. sains dan filsafat: sahnya pengetahuan
Metode: Pertemuan 5:
Pada pertemuan 5 ini mahasiswa membahas dan mendiskusikan dasar- dasar pengetahuan, penalaran dan logika, benar dan kebenaran.
Pertemuan 6:
Pada pertemuan 6 mahasiswa membahas lebih mendalam dasar-dasar pengetahuan : teori pengetahuan, tradisi akal sehat (common sense) dan berbagai perspektif yang dikemukakan para filsuf tentang teori dasar-dasar pengetahuan.
Pertemuan 7:
Pada pertemuan 7 ini mahasiswa menganalisis dan mendiskusikan watak pengetahuan subjektivisme dan objektivisme dan menemukan fenomena-fenomena yang bersifat subjektif dan objektif
Pertemuan 8:
Pada pertemun 8 ini mahasiswa membahas lebih dalam dan mendiskusikan konsep sains dan filsafat yang berhubungan dengan sahnya pengetahuan, skeptisme, postulat ilmiah, dan metode memperoleh pengetahuan
Indikator: 1. Ketepatan mendeskripsikan tugas filsafat,
2. Ketepatan mendeskripsikan mengapa kita memerlukan filsafat,
3. Ketepatan mendeskripsikan arti metode filsafat,
4. Ketepatn mendeskripsikan cabang-cabang tradisional dari filsafat,
5. Ketepatan mendeskripsikan manfaat filsafat
Penilaian: Tugas
Sub-CPMK: Menganalisis dan menjelaskan dasar- dasar pengetahuan penalaran logika, benar dan kebenaran; sumber-sumber pengetahuan : teori pengetahuan,
tradisi akal sehat (common sense), serta paham barat dan timur watak pengetahuan subjektivisme dan objektivisme. sains dan filsafat: sahnya
pengetahuan skeptisme,postulat ilmiah, metode memperoleh pengetahuan.
Materi: Dasar-dasar pengetahuan penalaran logika, benar dan kebenaran; sumber-sumber pengetahuan : teori pengetahuan, tradisi akal sehat
(common sense), serta paham barat dan timur watak pengetahuan subjektivisme dan objektivisme. sains dan filsafat: sahnya pengetahuan
Metode: Pertemuan 5:
Pada pertemuan 5 ini mahasiswa membahas dan mendiskusikan dasar- dasar pengetahuan, penalaran dan logika, benar dan kebenaran.
Pertemuan 6:
Pada pertemuan 6 mahasiswa membahas lebih mendalam dasar-dasar pengetahuan : teori pengetahuan, tradisi akal sehat (common sense) dan berbagai perspektif yang dikemukakan para filsuf tentang teori dasar-dasar pengetahuan.
Pertemuan 7:
Pada pertemuan 7 ini mahasiswa menganalisis dan mendiskusikan watak pengetahuan subjektivisme dan objektivisme dan menemukan fenomena-fenomena yang bersifat subjektif dan objektif
Pertemuan 8:
Pada pertemun 8 ini mahasiswa membahas lebih dalam dan mendiskusikan konsep sains dan filsafat yang berhubungan dengan sahnya pengetahuan, skeptisme, postulat ilmiah, dan metode memperoleh pengetahuan
Indikator: 1. Ketepatan mendeskripsikan tugas filsafat,
2. Ketepatan mendeskripsikan mengapa kita memerlukan filsafat,
3. Ketepatan mendeskripsikan arti metode filsafat,
4. Ketepatn mendeskripsikan cabang-cabang tradisional dari filsafat,
5. Ketepatan mendeskripsikan manfaat filsafat
Penilaian: Tugas
Sub-CPMK: Menganalisis dan menjelaskan dasar- dasar pengetahuan penalaran logika, benar dan kebenaran; sumber-sumber pengetahuan : teori pengetahuan,
tradisi akal sehat (common sense), serta paham barat dan timur watak pengetahuan subjektivisme dan objektivisme. sains dan filsafat: sahnya
pengetahuan skeptisme,postulat ilmiah, metode memperoleh pengetahuan.
Materi: Dasar-dasar pengetahuan penalaran logika, benar dan kebenaran; sumber-sumber pengetahuan : teori pengetahuan, tradisi akal sehat
(common sense), serta paham barat dan timur watak pengetahuan subjektivisme dan objektivisme. sains dan filsafat: sahnya pengetahuan
Metode: Pertemuan 5:
Pada pertemuan 5 ini mahasiswa membahas dan mendiskusikan dasar- dasar pengetahuan, penalaran dan logika, benar dan kebenaran.
Pertemuan 6:
Pada pertemuan 6 mahasiswa membahas lebih mendalam dasar-dasar pengetahuan : teori pengetahuan, tradisi akal sehat (common sense) dan berbagai perspektif yang dikemukakan para filsuf tentang teori dasar-dasar pengetahuan.
Pertemuan 7:
Pada pertemuan 7 ini mahasiswa menganalisis dan mendiskusikan watak pengetahuan subjektivisme dan objektivisme dan menemukan fenomena-fenomena yang bersifat subjektif dan objektif
Pertemuan 8:
Pada pertemun 8 ini mahasiswa membahas lebih dalam dan mendiskusikan konsep sains dan filsafat yang berhubungan dengan sahnya pengetahuan, skeptisme, postulat ilmiah, dan metode memperoleh pengetahuan
Indikator: 1. Ketepatan mendeskripsikan tugas filsafat,
2. Ketepatan mendeskripsikan mengapa kita memerlukan filsafat,
3. Ketepatan mendeskripsikan arti metode filsafat,
4. Ketepatn mendeskripsikan cabang-cabang tradisional dari filsafat,
5. Ketepatan mendeskripsikan manfaat filsafat
Penilaian: Tugas
Sub-CPMK: Mampu menerapkan prinsip ontologis, epistemologis, dan aksiologis dalam merancang penelitian dalam bentuk proposal penelitian dan mempresentasikannya dengan kinerja mandiri, bermutu, dan terukur
Sub-CPMK: Mahaiswa mampu menganalisis dan menjelaskan ontology: metafisika, asumsi, peluang, batas- batas penjelajahan ilmu; epistemology: pengetahuan,
Materi: ontology: metafisika, asumsi, peluang, batas- batas penjelajahan ilmu; epistemology: pengetahuan, metode ilmiah,keterbatasan metode ilmiah,
hubungan antara filsafat, agama,dan sains, serta menerapkan sarana berpikir ilmiah: bahasa,matekatika, statistika
Metode: FLIPPEN CLASSROOM PjBL
Pada pertemuan ini dosen dan mahasiswa membahas sintak PjBL(Team-Based Project) dan implementasinya dalam proyek
penulisan proposal yang akan dikerjakan. Sintak atau langkah-langkah pembelajaran Project Based.
Learning/PjBL adalah;
1) menetapkan tema proyek,
2) menetapkan konteks belajar,
3) merencanakan aktivitas-aktivitas,
4) memproses aktivitas-aktivitas,
5) penerapan aktivitas-aktivitas untuk
menyelesaikan proyek.
Pertemuan 10 PjBL(Team-Based Project):
Mahasiswa membahas secara mendalam prinsip-prinsip ontology: metafisika, asumsi, peluang, batas-batas penjelajahan ilmu yang dibutuhkan untuk landasan keilmuan
Pertemuan 11 PjBL(Team-Based Project) :
Mahasiswa membahas secara mendalam konsep epistemology dan
pengaplikasiannya ke dalam proposal mencakup pengetahuan, metode ilmiah, keterbatasan metode ilmiah, hubungan antara filsafat, agama,dan sains,
Pertemuan 12 : PjBL(Team-Based Project) )
Mahasiswa menganalisis dan mendalami pengaplikasiaannya ke dalam penelitian ilmiah tentang sarana berpikir ilmiah:bahasa, matekatika, dan statistika. Tagihan adalah kerangka proposal
Indikator: 1. Ketepatan dalam Menganalisis dan menjelaskan ontology: metafisika, asumsi, peluang, batas-batas penjelajahan ilmu;
2. Ketepatan menjelaskan epistemology: pengetahuan, metode ilmiah,keterbata san metode ilmiah,
3. Ketepatan dalam menjelaskan hubungan antara filsafat, agama,dan sains, serta menerapkan sarana berpikir ilmiah: bahasa,matekati ka, statistika.
Penilaian: Project-Based
Sub-CPMK: Mahaiswa mampu menganalisis dan menjelaskan ontology: metafisika, asumsi, peluang, batas- batas penjelajahan ilmu; epistemology: pengetahuan,
Materi: ontology: metafisika, asumsi, peluang, batas- batas penjelajahan ilmu; epistemology: pengetahuan, metode ilmiah,keterbatasan metode ilmiah,
hubungan antara filsafat, agama,dan sains, serta menerapkan sarana berpikir ilmiah: bahasa,matekatika, statistika
Metode: FLIPPEN CLASSROOM PjBL
Pada pertemuan ini dosen dan mahasiswa membahas sintak PjBL(Team-Based Project) dan implementasinya dalam proyek
penulisan proposal yang akan dikerjakan. Sintak atau langkah-langkah pembelajaran Project Based.
Learning/PjBL adalah;
1) menetapkan tema proyek,
2) menetapkan konteks belajar,
3) merencanakan aktivitas-aktivitas,
4) memproses aktivitas-aktivitas,
5) penerapan aktivitas-aktivitas untuk
menyelesaikan proyek.
Pertemuan 10 PjBL(Team-Based Project):
Mahasiswa membahas secara mendalam prinsip-prinsip ontology: metafisika, asumsi, peluang, batas-batas penjelajahan ilmu yang dibutuhkan untuk landasan keilmuan
Pertemuan 11 PjBL(Team-Based Project) :
Mahasiswa membahas secara mendalam konsep epistemology dan
pengaplikasiannya ke dalam proposal mencakup pengetahuan, metode ilmiah, keterbatasan metode ilmiah, hubungan antara filsafat, agama,dan sains,
Pertemuan 12 : PjBL(Team-Based Project) )
Mahasiswa menganalisis dan mendalami pengaplikasiaannya ke dalam penelitian ilmiah tentang sarana berpikir ilmiah:bahasa, matekatika, dan statistika. Tagihan adalah kerangka proposal
Indikator: 1. Ketepatan dalam Menganalisis dan menjelaskan ontology: metafisika, asumsi, peluang, batas-batas penjelajahan ilmu;
2. Ketepatan menjelaskan epistemology: pengetahuan, metode ilmiah,keterbata san metode ilmiah,
3. Ketepatan dalam menjelaskan hubungan antara filsafat, agama,dan sains, serta menerapkan sarana berpikir ilmiah: bahasa,matekati ka, statistika.
Penilaian: Project-Based
Sub-CPMK: Mahaiswa mampu menganalisis dan menjelaskan ontology: metafisika, asumsi, peluang, batas- batas penjelajahan ilmu; epistemology: pengetahuan,
Materi: ontology: metafisika, asumsi, peluang, batas- batas penjelajahan ilmu; epistemology: pengetahuan, metode ilmiah,keterbatasan metode ilmiah,
hubungan antara filsafat, agama,dan sains, serta menerapkan sarana berpikir ilmiah: bahasa,matekatika, statistika
Metode: FLIPPEN CLASSROOM PjBL
Pada pertemuan ini dosen dan mahasiswa membahas sintak PjBL(Team-Based Project) dan implementasinya dalam proyek
penulisan proposal yang akan dikerjakan. Sintak atau langkah-langkah pembelajaran Project Based.
Learning/PjBL adalah;
1) menetapkan tema proyek,
2) menetapkan konteks belajar,
3) merencanakan aktivitas-aktivitas,
4) memproses aktivitas-aktivitas,
5) penerapan aktivitas-aktivitas untuk
menyelesaikan proyek.
Pertemuan 10 PjBL(Team-Based Project):
Mahasiswa membahas secara mendalam prinsip-prinsip ontology: metafisika, asumsi, peluang, batas-batas penjelajahan ilmu yang dibutuhkan untuk landasan keilmuan
Pertemuan 11 PjBL(Team-Based Project) :
Mahasiswa membahas secara mendalam konsep epistemology dan
pengaplikasiannya ke dalam proposal mencakup pengetahuan, metode ilmiah, keterbatasan metode ilmiah, hubungan antara filsafat, agama,dan sains,
Pertemuan 12 : PjBL(Team-Based Project) )
Mahasiswa menganalisis dan mendalami pengaplikasiaannya ke dalam penelitian ilmiah tentang sarana berpikir ilmiah:bahasa, matekatika, dan statistika. Tagihan adalah kerangka proposal
Indikator: 1. Ketepatan dalam Menganalisis dan menjelaskan ontology: metafisika, asumsi, peluang, batas-batas penjelajahan ilmu;
2. Ketepatan menjelaskan epistemology: pengetahuan, metode ilmiah,keterbata san metode ilmiah,
3. Ketepatan dalam menjelaskan hubungan antara filsafat, agama,dan sains, serta menerapkan sarana berpikir ilmiah: bahasa,matekati ka, statistika.
Penilaian: Project-Based
Sub-CPMK: Mampu merancang penerapan aksiologi: ilmu dan moral, tanggung jawab sosial ilmuwan; persoalan moralitas: pertimbangan
moral, situasi moral, ukuran- ukuran etika;watak nilai: fakta dan nilai, bagaimana nilai itu dibenarkan, nilai dan pengalaman
estetika, pilihan nilai-nilai; menjelaskan penerapan idealisme pendidikan dan pembelajaran untuk pembangunan bangsa dan negara
Materi: Penerapan aksiologi: ilmu dan moral, tanggung jawab sosial ilmuwan; persoalan moralitas: pertimbangan
moral, situasi moral, ukuran- ukuran etika;watak nilai: fakta dan nilai, bagaimana nilai itu dibenarkan, nilai dan pengalaman
estetika, pilihan nilai-nilai; menjelaskan penerapan idealisme pendidikan dan pembelajaran untuk pembangunan bangsa dan negara
Metode: Pertemuan 13:
Mahasiswa di bawah bimbingan dosen merancang proposal dan berdiskusi lebih jauh serta berupaya menerapkan prinsip-
pripsip ontologi, epistemologi, dan aksiologi.
Pertemuan 14:
Pada pertemuan ini mahasiswa membahas juga persoalan moralitas:
pertimbangan moral, situasi moral, ukuran-ukuran etika; watak nilai: fakta dan nilai, bagaimana nilai itu dibenarkan, nilai dan pengalaman estetika, pilihan nilai-nilai untuk diterapkan di dalam karya ilmiah (proposal mereka). Tagihan adalah draft lengkap proposal tesis dan atau artikel ilmiah.
Pertemuan 15:
Mahasiswa diproyeksikan pula menonton film “Alangkah Lucunya
Negeri Ini” dan mendiskusikan idealisme pendidikan dan pembelajaran
yang diungkap dalam film tersebut untuk pembangunan bangsa dan negara sebagai salah satu bentuk kepedulian dalam menyikapi persoalan bangsa berdasarkan konsep filsafat ilmu dan moralitas
pendidik. Karya/proyek yang telah direvisi untuk bisa ditindaklanjuti sebagai proposal tesis
Indikator: 1. Ketepatan dalam menerapkan aksiologi: ilmu dan moral, tanggung jawab sosial ilmuwan; persoalan moralitas:
2. Ketepatan majelaskan pertimbangan moral, situasi moral, ukuran- ukuran etika;
3. Ketepatan menjelaskan watak nilai: fakta dan nilai, bagaimana nilai itu dibenarkan, nilai dan pengalaman estetika, pilihan nilai-nilai dalam
menulis proposal;
3. Metepatan menjelaskan penerapan idealisme pendidikan dan pembelajaran untuk pembangunan bangsa dan negara
Penilaian: Project-Based
Sub-CPMK: Mampu merancang penerapan aksiologi: ilmu dan moral, tanggung jawab sosial ilmuwan; persoalan moralitas: pertimbangan
moral, situasi moral, ukuran- ukuran etika;watak nilai: fakta dan nilai, bagaimana nilai itu dibenarkan, nilai dan pengalaman
estetika, pilihan nilai-nilai; menjelaskan penerapan idealisme pendidikan dan pembelajaran untuk pembangunan bangsa dan negara
Materi: Penerapan aksiologi: ilmu dan moral, tanggung jawab sosial ilmuwan; persoalan moralitas: pertimbangan
moral, situasi moral, ukuran- ukuran etika;watak nilai: fakta dan nilai, bagaimana nilai itu dibenarkan, nilai dan pengalaman
estetika, pilihan nilai-nilai; menjelaskan penerapan idealisme pendidikan dan pembelajaran untuk pembangunan bangsa dan negara
Metode: Pertemuan 13:
Mahasiswa di bawah bimbingan dosen merancang proposal dan berdiskusi lebih jauh serta berupaya menerapkan prinsip-
pripsip ontologi, epistemologi, dan aksiologi.
Pertemuan 14:
Pada pertemuan ini mahasiswa membahas juga persoalan moralitas:
pertimbangan moral, situasi moral, ukuran-ukuran etika; watak nilai: fakta dan nilai, bagaimana nilai itu dibenarkan, nilai dan pengalaman estetika, pilihan nilai-nilai untuk diterapkan di dalam karya ilmiah (proposal mereka). Tagihan adalah draft lengkap proposal tesis dan atau artikel ilmiah.
Pertemuan 15:
Mahasiswa diproyeksikan pula menonton film “Alangkah Lucunya
Negeri Ini” dan mendiskusikan idealisme pendidikan dan pembelajaran
yang diungkap dalam film tersebut untuk pembangunan bangsa dan negara sebagai salah satu bentuk kepedulian dalam menyikapi persoalan bangsa berdasarkan konsep filsafat ilmu dan moralitas
pendidik. Karya/proyek yang telah direvisi untuk bisa ditindaklanjuti sebagai proposal tesis
Indikator: 1. Ketepatan dalam menerapkan aksiologi: ilmu dan moral, tanggung jawab sosial ilmuwan; persoalan moralitas:
2. Ketepatan majelaskan pertimbangan moral, situasi moral, ukuran- ukuran etika;
3. Ketepatan menjelaskan watak nilai: fakta dan nilai, bagaimana nilai itu dibenarkan, nilai dan pengalaman estetika, pilihan nilai-nilai dalam
menulis proposal;
3. Metepatan menjelaskan penerapan idealisme pendidikan dan pembelajaran untuk pembangunan bangsa dan negara
Penilaian: Project-Based
Sub-CPMK: Mampu merancang penerapan aksiologi: ilmu dan moral, tanggung jawab sosial ilmuwan; persoalan moralitas: pertimbangan
moral, situasi moral, ukuran- ukuran etika;watak nilai: fakta dan nilai, bagaimana nilai itu dibenarkan, nilai dan pengalaman
estetika, pilihan nilai-nilai; menjelaskan penerapan idealisme pendidikan dan pembelajaran untuk pembangunan bangsa dan negara
Materi: Penerapan aksiologi: ilmu dan moral, tanggung jawab sosial ilmuwan; persoalan moralitas: pertimbangan
moral, situasi moral, ukuran- ukuran etika;watak nilai: fakta dan nilai, bagaimana nilai itu dibenarkan, nilai dan pengalaman
estetika, pilihan nilai-nilai; menjelaskan penerapan idealisme pendidikan dan pembelajaran untuk pembangunan bangsa dan negara
Metode: Pertemuan 13:
Mahasiswa di bawah bimbingan dosen merancang proposal dan berdiskusi lebih jauh serta berupaya menerapkan prinsip-
pripsip ontologi, epistemologi, dan aksiologi.
Pertemuan 14:
Pada pertemuan ini mahasiswa membahas juga persoalan moralitas:
pertimbangan moral, situasi moral, ukuran-ukuran etika; watak nilai: fakta dan nilai, bagaimana nilai itu dibenarkan, nilai dan pengalaman estetika, pilihan nilai-nilai untuk diterapkan di dalam karya ilmiah (proposal mereka). Tagihan adalah draft lengkap proposal tesis dan atau artikel ilmiah.
Pertemuan 15:
Mahasiswa diproyeksikan pula menonton film “Alangkah Lucunya
Negeri Ini” dan mendiskusikan idealisme pendidikan dan pembelajaran
yang diungkap dalam film tersebut untuk pembangunan bangsa dan negara sebagai salah satu bentuk kepedulian dalam menyikapi persoalan bangsa berdasarkan konsep filsafat ilmu dan moralitas
pendidik. Karya/proyek yang telah direvisi untuk bisa ditindaklanjuti sebagai proposal tesis
Indikator: 1. Ketepatan dalam menerapkan aksiologi: ilmu dan moral, tanggung jawab sosial ilmuwan; persoalan moralitas:
2. Ketepatan majelaskan pertimbangan moral, situasi moral, ukuran- ukuran etika;
3. Ketepatan menjelaskan watak nilai: fakta dan nilai, bagaimana nilai itu dibenarkan, nilai dan pengalaman estetika, pilihan nilai-nilai dalam
menulis proposal;
3. Metepatan menjelaskan penerapan idealisme pendidikan dan pembelajaran untuk pembangunan bangsa dan negara
Penilaian: Project-Based
Sub-CPMK: Mampu menerapkan prinsip ontologis, epistemologis, dan aksiologis dalam merancang penelitian dalam bentuk proposal penelitian dan mempresentasikannya dengan kinerja mandiri, bermutu, dan terukur