Mata kuliah ini mengkaji prinsip fisika interaksi radiasi elektromagnetik dengan atmosfer dan permukaan bumi, kemudian menerapkannya secara langsung untuk kebutuhan industri energi, pertambangan, dan lingkungan Indonesia. Mahasiswa mempelajari alur kerja profesional penginderaan jauh — dari akuisisi dan koreksi citra satelit hingga ekstraksi informasi berbasis AI.
Studi kasus sepenuhnya berorientasi industri: pemetaan zona alterasi hidrotermal untuk eksplorasi geotermal dan mineral, pemantauan reklamasi lahan pascatambang, site assessment PLTS dan PLTB berbasis citra satelit, serta deteksi kebocoran dan subsiden infrastruktur energi menggunakan SAR. Seluruh praktikum menggunakan data citra wilayah Sumatera Barat
CPL-6
- Memecahkan masalah sistem fisik standar secara komprehensif menggunakan prinsip dasar fisika, persamaan matematika, alat komputasi/TIK
CPL-8
- Menerapkan ilmunya di bidang fisika pada bidang yang lebih luas/atau masalah interdisipliner dalam kegiatan profesionalnya
CPL-14
- Mengkomunikasikan karya ilmiah baik secara lisan maupun tertulis sesuai dengan etika ilmiah
CPMK-1
- Mampu menjelaskan prinsip fisika interaksi gelombang elektromagnetik dengan mineral, vegetasi, air, dan permukaan bumi pada berbagai panjang gelombang yang relevan untuk eksplorasi industri
CPMK-2
- Mampu melakukan koreksi radiometrik, atmosferik, dan geometrik pada citra multispektral, hiperspektral, dan SAR menggunakan Python dan QGIS untuk aplikasi industri
CPMK-3
- Mampu mengekstraksi informasi zona alterasi hidrotermal, tutupan lahan tambang, dan potensi energi terbarukan menggunakan transformasi spektral dan algoritma klasifikasi berbasis AI
CPMK-4
- Mampu menganalisis perubahan lahan, subsiden, dan dampak lingkungan industri menggunakan citra multi-temporal dan teknik InSAR pada wilayah operasi industri di Sumatera
CPMK-5
- Mampu menyusun laporan teknis analisis citra standar industri — dilengkapi peta, metadata, dan interpretasi fisik — yang siap digunakan dalam proses AMDAL, eksplorasi, atau site assessment EBT