Mata Kuliah Geologi Dasar
Teknik Pertambangan (Kampus Kabupaten Sawahlunto) (D III) ยท Vokasi
Deskripsi Mata Kuliah
Mata kuliah Geologi Dasar pada Teknik Pertambangan (Kampus Kabupaten Sawahlunto) (D III) membekali mahasiswa dengan landasan konseptual dan keterampilan terapan untuk menganalisis persoalan akademik maupun profesional. Perkuliahan dirancang melalui ceramah interaktif, studi kasus, diskusi kelompok, serta refleksi mandiri agar mahasiswa mampu mengambil keputusan berbasis data dan etika keilmuan.
CPL Program Studi pada MK
- CPL-1 - Memiliki karakter yang baik, relijius, semangat nasionalisme dan jiwa entrepreneur dengan memperhatikan norma-etika serta nilai budaya dan kearifan lokal yang berlaku dalam segala aktivitas dan pekerjaan profesional (karakter yang baik / good character)
- CPL-2 - Memiliki kemampuan komunikasi yang efektif dan kerjasama team dalam interaksi sosial dan pekerjaan (komunikasi dan Kerjasama team / transferable skill)
- CPL-3 - Menerapkan konsep teoritis bidang pengetahuan dan keterampilan tertentu secara umum
- CPL-4 - Mampu menyelesaikan pekerjaan berlingkup luas
- CPL-5 - Memilih metode yang sesuai dari beragam pilihan yang sudah maupun belum baku berdasarkan analisis data
- CPL-6 - Mampu menerapkan matematika, sains alam, dan prinsip rekayasa ke dalam prosedur dan praktek teknikal (technical practice) dalam bidang pertambangan untuk menyelesaikan masalah rekayasa yang terdefinisi dengan jelas (well defined) pada bidang pertambangan yang dihadapi
- CPL-7 - Mampu mengidentifikasi dan menyelesaikan masalah rekayasa untuk menyelesaikan permasalahan dalam bidang pertambangan dengan mempertimbangkan kesehatan, keselamatan publik, dan K3
- CPL-8 - Mampu menerapkan perancangan rekayasa untuk menyelesaikan permasalahan di bidang tambang bawah tanah yang berwawasan lingkungan
CPMK
- CPMK-1 - Mahasiswa (A) mampu mendeskripsikan dan mengklasifikasikan (B) mineral dan batuan (beku, sedimen, metamorf) secara megaskopis (C) dengan tingkat akurasi minimal 75% berdasarkan standar petrologi industri (D).
- CPMK-2 - Mahasiswa (A) mampu menganalisis (B) proses tektonik lempeng dan struktur geologi (lipatan, sesar, kekar) (C) untuk menentukan zona potensi cadangan dan risiko geoteknik pertambangan secara logis (D).
- CPMK-3 - Mahasiswa (A) mampu mengevaluasi (B) pengaruh geomorfologi dan urutan stratigrafi (C) dalam memprediksi sebaran lapisan pembawa batu bara atau mineral di lapangan (D).
- CPMK-4 - Mahasiswa (A) mampu membuat dan menginterpretasikan (B) peta topografi serta peta geologi (C) sebagai dokumen teknis dasar dalam perencanaan tambang sesuai kaidah pemetaan standar (D).
- CPMK-5 - Mahasiswa (A) mampu mengaplikasikan (B) prosedur geologi lapangan dengan mengintegrasikan prinsip K3 dan wawasan lingkungan (C) dalam penyelesaian studi kasus penambangan lokal di Sawahlunto atau Bukit Tui (D).
- CPMK-6 - Mahasiswa (A) mampu mendeskripsikan dan mengklasifikasikan (B) mineral dan batuan (beku, sedimen, metamorf) secara megaskopis (C) dengan tingkat akurasi minimal 75% berdasarkan standar petrologi industri (D).
- CPMK-7 - Mahasiswa (A) mampu menganalisis (B) proses tektonik lempeng dan struktur geologi (lipatan, sesar, kekar) (C) untuk menentukan zona potensi cadangan dan risiko geoteknik pertambangan secara logis (D).
- CPMK-8 - Mahasiswa (A) mampu mengevaluasi (B) pengaruh geomorfologi dan urutan stratigrafi (C) dalam memprediksi sebaran lapisan pembawa batu bara atau mineral di lapangan (D).
- CPMK-9 - Mahasiswa (A) mampu membuat dan menginterpretasikan (B) peta topografi serta peta geologi (C) sebagai dokumen teknis dasar dalam perencanaan tambang sesuai kaidah pemetaan standar (D).
- CPMK-10 - Mahasiswa (A) mampu mengaplikasikan (B) prosedur geologi lapangan dengan mengintegrasikan prinsip K3 dan wawasan lingkungan (C) dalam penyelesaian studi kasus penambangan lokal di Sawahlunto atau Bukit Tui (D).
- CPMK-11 - Mahasiswa (A) mampu menganalisis (B) proses tektonik lempeng dan struktur geologi (lipatan, sesar, kekar) (C) untuk menentukan zona potensi cadangan dan risiko geoteknik pertambangan secara logis (D).
- CPMK-12 - Mahasiswa (A) mampu mengevaluasi (B) pengaruh geomorfologi dan urutan stratigrafi (C) dalam memprediksi sebaran lapisan pembawa batu bara atau mineral di lapangan (D).
- CPMK-13 - Mahasiswa (A) mampu membuat dan menginterpretasikan (B) peta topografi serta peta geologi (C) sebagai dokumen teknis dasar dalam perencanaan tambang sesuai kaidah pemetaan standar (D).
- CPMK-14 - Mahasiswa (A) mampu mengaplikasikan (B) prosedur geologi lapangan dengan mengintegrasikan prinsip K3 dan wawasan lingkungan (C) dalam penyelesaian studi kasus penambangan lokal di Sawahlunto atau Bukit Tui (D).
- CPMK-15 - Mahasiswa (A) mampu mendeskripsikan dan mengklasifikasikan (B) mineral dan batuan (beku, sedimen, metamorf) secara megaskopis (C) dengan tingkat akurasi minimal 75% berdasarkan standar petrologi industri (D).
- CPMK-16 - Mahasiswa (A) mampu menganalisis (B) proses tektonik lempeng dan struktur geologi (lipatan, sesar, kekar) (C) untuk menentukan zona potensi cadangan dan risiko geoteknik pertambangan secara logis (D).
- CPMK-17 - Mahasiswa (A) mampu mengevaluasi (B) pengaruh geomorfologi dan urutan stratigrafi (C) dalam memprediksi sebaran lapisan pembawa batu bara atau mineral di lapangan (D).
- CPMK-18 - Mahasiswa (A) mampu membuat dan menginterpretasikan (B) peta topografi serta peta geologi (C) sebagai dokumen teknis dasar dalam perencanaan tambang sesuai kaidah pemetaan standar (D).
- CPMK-19 - Mahasiswa (A) mampu mengaplikasikan (B) prosedur geologi lapangan dengan mengintegrasikan prinsip K3 dan wawasan lingkungan (C) dalam penyelesaian studi kasus penambangan lokal di Sawahlunto atau Bukit Tui (D).
- CPMK-20 - Mahasiswa (A) mampu mendeskripsikan dan mengklasifikasikan (B) mineral dan batuan (beku, sedimen, metamorf) secara megaskopis (C) dengan tingkat akurasi minimal 75% berdasarkan standar petrologi industri (D).
- CPMK-21 - Mahasiswa (A) mampu menganalisis (B) proses tektonik lempeng dan struktur geologi (lipatan, sesar, kekar) (C) untuk menentukan zona potensi cadangan dan risiko geoteknik pertambangan secara logis (D).
- CPMK-22 - Mahasiswa (A) mampu mengevaluasi (B) pengaruh geomorfologi dan urutan stratigrafi (C) dalam memprediksi sebaran lapisan pembawa batu bara atau mineral di lapangan (D).
- CPMK-23 - Mahasiswa (A) mampu membuat dan menginterpretasikan (B) peta topografi serta peta geologi (C) sebagai dokumen teknis dasar dalam perencanaan tambang sesuai kaidah pemetaan standar (D).
- CPMK-24 - Mahasiswa (A) mampu mengaplikasikan (B) prosedur geologi lapangan dengan mengintegrasikan prinsip K3 dan wawasan lingkungan (C) dalam penyelesaian studi kasus penambangan lokal di Sawahlunto atau Bukit Tui (D).
- CPMK-25 - Mahasiswa (A) mampu mendeskripsikan dan mengklasifikasikan (B) mineral dan batuan (beku, sedimen, metamorf) secara megaskopis (C) dengan tingkat akurasi minimal 75% berdasarkan standar petrologi industri (D).
- CPMK-26 - Mahasiswa (A) mampu menganalisis (B) proses tektonik lempeng dan struktur geologi (lipatan, sesar, kekar) (C) untuk menentukan zona potensi cadangan dan risiko geoteknik pertambangan secara logis (D).
- CPMK-27 - Mahasiswa (A) mampu mengevaluasi (B) pengaruh geomorfologi dan urutan stratigrafi (C) dalam memprediksi sebaran lapisan pembawa batu bara atau mineral di lapangan (D).
- CPMK-28 - Mahasiswa (A) mampu membuat dan menginterpretasikan (B) peta topografi serta peta geologi (C) sebagai dokumen teknis dasar dalam perencanaan tambang sesuai kaidah pemetaan standar (D).
- CPMK-29 - Mahasiswa (A) mampu mengaplikasikan (B) prosedur geologi lapangan dengan mengintegrasikan prinsip K3 dan wawasan lingkungan (C) dalam penyelesaian studi kasus penambangan lokal di Sawahlunto atau Bukit Tui (D).
- CPMK-30 - Mahasiswa (A) mampu menganalisis (B) proses tektonik lempeng dan struktur geologi (lipatan, sesar, kekar) (C) untuk menentukan zona potensi cadangan dan risiko geoteknik pertambangan secara logis (D).
- CPMK-31 - Mahasiswa (A) mampu mengevaluasi (B) pengaruh geomorfologi dan urutan stratigrafi (C) dalam memprediksi sebaran lapisan pembawa batu bara atau mineral di lapangan (D).
- CPMK-32 - Mahasiswa (A) mampu membuat dan menginterpretasikan (B) peta topografi serta peta geologi (C) sebagai dokumen teknis dasar dalam perencanaan tambang sesuai kaidah pemetaan standar (D).
- CPMK-33 - Mahasiswa (A) mampu mengaplikasikan (B) prosedur geologi lapangan dengan mengintegrasikan prinsip K3 dan wawasan lingkungan (C) dalam penyelesaian studi kasus penambangan lokal di Sawahlunto atau Bukit Tui (D).
- CPMK-34 - Mahasiswa (A) mampu menganalisis (B) proses tektonik lempeng dan struktur geologi (lipatan, sesar, kekar) (C) untuk menentukan zona potensi cadangan dan risiko geoteknik pertambangan secara logis (D).
- CPMK-35 - Mahasiswa (A) mampu mengevaluasi (B) pengaruh geomorfologi dan urutan stratigrafi (C) dalam memprediksi sebaran lapisan pembawa batu bara atau mineral di lapangan (D).
- CPMK-36 - Mahasiswa (A) mampu membuat dan menginterpretasikan (B) peta topografi serta peta geologi (C) sebagai dokumen teknis dasar dalam perencanaan tambang sesuai kaidah pemetaan standar (D).
- CPMK-37 - Mahasiswa (A) mampu mengaplikasikan (B) prosedur geologi lapangan dengan mengintegrasikan prinsip K3 dan wawasan lingkungan (C) dalam penyelesaian studi kasus penambangan lokal di Sawahlunto atau Bukit Tui (D).
Daftar Konten Course
Belum ada konten course untuk mata kuliah ini.