basigi@unp.ac.id (0751) 7050000 Jl. Prof. Dr. Hamka, Air Tawar, Padang
Matakuliah

Kimia Organik 3

- Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam
Kimia Organik 3

Deskripsi Mata Kuliah

Mata kuliah ini mencakup berpikir kritis dalam menganalisis stereokimia senyawa organik berkenaan isomer geometri, konformasi dan kiralitas, senyawa aromatis polisiklik dan heterosiklik, reaksi perisiklik, dan prinsip-prinsip dasar spektroskopi IR dan UV-VIS serta penafsiran senyawa-senyawa organik sederhana

CPL Program Studi pada MK

CPL-1 - Memiliki karakter yang baik, relijius, semangat nasionalisme dan jiwa entrepreneur dengan memperhatikan norma-etika serta nilai budaya dan kearifan lokal yang berlaku dalam segala aktivitas dan pekerjaan profesional (karakter yang baik / good character)
CPL-2 - Memiliki kemampuan komunikasi yang efektif dan kerjasama team dalam interaksi sosial dan pekerjaan (komunikasi dan Kerjasama team / transferable skill)
CPL-3 - Menguasai konsep teoritis tentang struktur, sifat, fungsi, perubahan, energi dan dinamika, identifikasi, pemisahan, karakterisasi, transformasi, dan sintesis bahan kimia mikromolekul serta terapannya
CPL-4 - Menguasai pengetahuan operasional tentang fungsi, cara mengoperasikan instrumen kimia, serta analisis data dan informasi dari instrumen tersebut
CPL-8 - Mampu memecahkan masalah IPTEKS di bidang kimia dengan penerapan teknologi yang relevan

CPMK

CPMK-1 - Menunjukkan sikap religius, jujur, bertanggung jawab, dan menjunjung tinggi etika akademik dan profesional dalam setiap aktivitas perkuliahan dan kehidupan sehari-hari
CPMK-2 - Mengembangkan kemampuan komunikasi efektif dan kerjasama team
CPMK-3 - Menunjukkan kemampuan berpikir logis, kritis, dalam mengidentifikasi, menganalisis serta memberikan solusi terhadap permasalahaan yang sesuai dengan bidang keilmuan dan penguasaan teknologi
CPMK-4 - Menganalisis streokimia; isomer geometri dan konformasi untuk senyawa rantai terbuka dan senyawa siklik, serta kiralitas senyawa-senyawa organik
CPMK-5 - Menganalisis struktur, sifat, dan reaksi senyawa-senyawa organologam, aromatik polisiklik, heterosilklik, dan perisiklik
CPMK-6 - Menganalisis struktur senyawa organik berdasarkan data spektroskopi Inframerah (IR) dan spektroskopi Ultraviolet-tampak

Aktivitas Pembelajaran

Pertemuan 1 - 1. Perbedaan isomer struktural dengan stereoisomer   -  Sterokimia   -  3 jenis stereoisomer      - Isomer geometri cis-trans pada alkena rantai terbuka dan sikloalkana (Definisi dan penyebab terbentuknya)     2. Isomer E/Z   - Aturan deret Chan-Ingold-Prelog   -  Isomer geometrik E/Z pada alkena dengan ikatan C=C dua atau lebih  - Rumus 2n.    3. Isomer geometric cis-trans dan E-Z pada senyawa sikloalkana tersubstitusi.   - Penyebab terbentuknya   - Membedakan cis-trans pada senyawa sikloalkana   - Isomer geometrik sikloheksana tersubstitusi 1-2.   - Isomer geometric siklohesana tersubstitusi 1-3      - Pengaruh struktur Cis- Trans terhadap kestabilan senyawa.  
Minggu 1

Sub-CPMK: Menentukan E dan Z isomer geometri pada senyawa alkena dengan ikatan rangkap lebih dari satu dan sikloalkana 
Materi: 1. Perbedaan isomer struktural dengan stereoisomer  
-  Sterokimia  
-  3 jenis stereoisomer     
- Isomer geometri cis-trans pada alkena rantai terbuka dan sikloalkana (Definisi dan penyebab terbentuknya)  
 
2. Isomer E/Z  
- Aturan deret Chan-Ingold-Prelog  
-  Isomer geometrik E/Z pada alkena dengan ikatan C=C dua atau lebih  - Rumus 2n.   

3. Isomer geometric cis-trans dan E-Z pada senyawa sikloalkana tersubstitusi.  
- Penyebab terbentuknya  
- Membedakan cis-trans pada senyawa sikloalkana  
- Isomer geometrik sikloheksana tersubstitusi 1-2.  
- Isomer geometric siklohesana tersubstitusi 1-3     
- Pengaruh struktur Cis- Trans terhadap kestabilan senyawa.  
Metode: Case method
Indikator: Ketepatan hasil analisis isomer geometri dan stereoisomer pada alkena    
Ketepatan hasil analisis isomer geometri dan stereoisomer pada sikloalkana  
Penilaian: Tugas; Kuis; Case-Based

Pertemuan 2 - 1. Perbedaan isomer struktural dengan stereoisomer   -  Sterokimia   -  3 jenis stereoisomer      - Isomer geometri cis-trans pada alkena rantai terbuka dan sikloalkana (Definisi dan penyebab terbentuknya)     2. Isomer E/Z   - Aturan deret Chan-Ingold-Prelog   -  Isomer geometrik E/Z pada alkena dengan ikatan C=C dua atau lebih  - Rumus 2n.    3. Isomer geometric cis-trans dan E-Z pada senyawa sikloalkana tersubstitusi.   - Penyebab terbentuknya   - Membedakan cis-trans pada senyawa sikloalkana   - Isomer geometrik sikloheksana tersubstitusi 1-2.   - Isomer geometric siklohesana tersubstitusi 1-3      - Pengaruh struktur Cis- Trans terhadap kestabilan senyawa.  
Minggu 2

Sub-CPMK: Menentukan E dan Z isomer geometri pada senyawa alkena dengan ikatan rangkap lebih dari satu dan sikloalkana 
Materi: 1. Perbedaan isomer struktural dengan stereoisomer  
-  Sterokimia  
-  3 jenis stereoisomer     
- Isomer geometri cis-trans pada alkena rantai terbuka dan sikloalkana (Definisi dan penyebab terbentuknya)  
 
2. Isomer E/Z  
- Aturan deret Chan-Ingold-Prelog  
-  Isomer geometrik E/Z pada alkena dengan ikatan C=C dua atau lebih  - Rumus 2n.   

3. Isomer geometric cis-trans dan E-Z pada senyawa sikloalkana tersubstitusi.  
- Penyebab terbentuknya  
- Membedakan cis-trans pada senyawa sikloalkana  
- Isomer geometrik sikloheksana tersubstitusi 1-2.  
- Isomer geometric siklohesana tersubstitusi 1-3     
- Pengaruh struktur Cis- Trans terhadap kestabilan senyawa.  
Metode: Case method
Indikator: Ketepatan hasil analisis isomer geometri dan stereoisomer pada alkena    
Ketepatan hasil analisis isomer geometri dan stereoisomer pada sikloalkana  
Penilaian: Tugas; Kuis; Case-Based

Pertemuan 3 - Konformasi senyawa rantai terbuka dan senyawa siklik   Konformasi senyawa rantai terbuka:   - Definisi - Rumus dimensional, rumus bola-pasak, dan proyeksi Newman.   - Konformer   - Energi konformer   - Konformasi sikloheksana   -Konformasi kursi   - Konformasi Isomeri geometrik cis-trans sikloalkana tersubstitusi   - Kestabilan conformer  
Minggu 3

Sub-CPMK: Menentukan konformasi berdasarkan rumus dimensional, bola-pasak, dan proyeksi newman senyawa alkana rantai terbuka dan siklik 
Materi: Konformasi senyawa rantai terbuka dan senyawa siklik  
Konformasi senyawa rantai terbuka:  
- Definisi
- Rumus dimensional, rumus bola-pasak, dan proyeksi Newman.  
- Konformer  
- Energi konformer  
- Konformasi sikloheksana  
-Konformasi kursi  
- Konformasi Isomeri geometrik cis-trans sikloalkana tersubstitusi  
- Kestabilan conformer  
Metode: Case method
Indikator: Ketepatan hasil analisis konformasi senyawa rantai terbuka dan siklik
Penilaian: Tugas; Kuis; Case-Based

Pertemuan 4 - Konformasi senyawa rantai terbuka dan senyawa siklik   Konformasi senyawa rantai terbuka:   - Definisi - Rumus dimensional, rumus bola-pasak, dan proyeksi Newman.   - Konformer   - Energi konformer   - Konformasi sikloheksana   -Konformasi kursi   - Konformasi Isomeri geometrik cis-trans sikloalkana tersubstitusi   - Kestabilan conformer  
Minggu 4

Sub-CPMK: Menentukan konformasi berdasarkan rumus dimensional, bola-pasak, dan proyeksi newman senyawa alkana rantai terbuka dan siklik 
Materi: Konformasi senyawa rantai terbuka dan senyawa siklik  
Konformasi senyawa rantai terbuka:  
- Definisi
- Rumus dimensional, rumus bola-pasak, dan proyeksi Newman.  
- Konformer  
- Energi konformer  
- Konformasi sikloheksana  
-Konformasi kursi  
- Konformasi Isomeri geometrik cis-trans sikloalkana tersubstitusi  
- Kestabilan conformer  
Metode: Case method
Indikator: Ketepatan hasil analisis konformasi senyawa rantai terbuka dan siklik
Penilaian: Tugas; Kuis; Case-Based

Pertemuan 5 - Kiralitas   - Definisi  kiralitas   - Kiralitas objek  dan molekul   - Atom C kiral   - Rumus dimensional, bola – pasak, proyeksi Fischer.   - Enantiomer   - Rotasi spesifik   - Penetapan Konfigurasi (R) dan (S)   -Lebih dari satu pusat kiral - Sistem (R) dan (S)   - Rumus 2n (jumlah stereoisomer    optis)   - Enantiomer   - Diastereomer   - Senyawameso - Senyawa kiral siklik   - Pemisahan campuran rasemat  
Minggu 5

Sub-CPMK: Menentukan konfigurasi senyawa kiral yang mempunyai 1 pusat kiral dan lebih dari 1 pusat kiral    
Membuat rumus struktur berdasarkan konfigurasi senyawa kiral  
Menentukan konfigurasi enantiomer dan diastereomer senyawa kiral rantai terbuka, siklik, dan senyawa meso 
Materi: Kiralitas  
- Definisi  kiralitas  
- Kiralitas objek  dan molekul  
- Atom C kiral  
- Rumus dimensional, bola – pasak, proyeksi Fischer.  
- Enantiomer  
- Rotasi spesifik  
- Penetapan Konfigurasi (R) dan (S)  
-Lebih dari satu pusat kiral
- Sistem (R) dan (S)  
- Rumus 2n (jumlah stereoisomer    optis)  
- Enantiomer  
- Diastereomer  
- Senyawameso
- Senyawa kiral siklik  
- Pemisahan campuran rasemat  
Metode: Case method
Indikator: Ketepatan hasil analisis kiralitas molekul yang punya 1 pusat kiral dan yang mempunyai lebih dari 1 pusat kiral
Penilaian: Tugas; Kuis; Case-Based

Pertemuan 6 - Kiralitas   - Definisi  kiralitas   - Kiralitas objek  dan molekul   - Atom C kiral   - Rumus dimensional, bola – pasak, proyeksi Fischer.   - Enantiomer   - Rotasi spesifik   - Penetapan Konfigurasi (R) dan (S)   -Lebih dari satu pusat kiral - Sistem (R) dan (S)   - Rumus 2n (jumlah stereoisomer    optis)   - Enantiomer   - Diastereomer   - Senyawameso - Senyawa kiral siklik   - Pemisahan campuran rasemat  
Minggu 6

Sub-CPMK: Menentukan konfigurasi senyawa kiral yang mempunyai 1 pusat kiral dan lebih dari 1 pusat kiral    
Membuat rumus struktur berdasarkan konfigurasi senyawa kiral  
Menentukan konfigurasi enantiomer dan diastereomer senyawa kiral rantai terbuka, siklik, dan senyawa meso 
Materi: Kiralitas  
- Definisi  kiralitas  
- Kiralitas objek  dan molekul  
- Atom C kiral  
- Rumus dimensional, bola – pasak, proyeksi Fischer.  
- Enantiomer  
- Rotasi spesifik  
- Penetapan Konfigurasi (R) dan (S)  
-Lebih dari satu pusat kiral
- Sistem (R) dan (S)  
- Rumus 2n (jumlah stereoisomer    optis)  
- Enantiomer  
- Diastereomer  
- Senyawameso
- Senyawa kiral siklik  
- Pemisahan campuran rasemat  
Metode: Case method
Indikator: Ketepatan hasil analisis kiralitas molekul yang punya 1 pusat kiral dan yang mempunyai lebih dari 1 pusat kiral
Penilaian: Tugas; Kuis; Case-Based

Pertemuan 7 - Isomer geometri   Konformasi   Kiralitas   
Minggu 7

Sub-CPMK: Menganalisis stereokimia senyawa organik dari suatu artikel ilmiah
Materi: Isomer geometri  
Konformasi  
Kiralitas   
Metode: Case method
Indikator: Ketepatan enganalisis stereokimia senyawa organik dari suatu artikel ilmiah
Penilaian: Case-Based

Pertemuan 8 - Isomer geometri   Konformasi   Kiralitas   
Minggu 8

Sub-CPMK: Menganalisis stereokimia senyawa organik dari suatu artikel ilmiah
Materi: Isomer geometri  
Konformasi  
Kiralitas   
Metode: Case method
Indikator: Ketepatan enganalisis stereokimia senyawa organik dari suatu artikel ilmiah
Penilaian: Case-Based

Pertemuan 9 - Organologam   - Kegunaan   - Tatanama   - Reaksi radikal bebas   - Inisiator dan inhibitor radikal bebas.   -  Reagensia Grignard: Reaksi sintesa - Kereaktifan Reaksi kimia   -  Alkillitium dan kupra: - Reaksi sintesa   - Kereaktifan   - Reaksi-reaksi kimia.  
Minggu 9

Sub-CPMK: Menentukan nama, kereaktifan, sifat fisika dan kimia senyawa organologam
Membuat mekanisme reaksi sintesis dan reaksi kimia senyawa organologam 
Materi: Organologam  
- Kegunaan  
- Tatanama  
- Reaksi radikal bebas  
- Inisiator dan inhibitor radikal bebas.  
-  Reagensia Grignard: Reaksi sintesa
- Kereaktifan Reaksi kimia  
-  Alkillitium dan kupra:
- Reaksi sintesa  
- Kereaktifan  
- Reaksi-reaksi kimia.  
Metode: Case method
Indikator: Ketepatan hasil analisis kegunaan, tatanama, dan kereaktifan senyawa organologam    
Ketepatan hasil analisis sintesa dan reaksi senyawa organologam  
Penilaian: Tugas; Kuis; Case-Based

Pertemuan 10 - Organologam   - Kegunaan   - Tatanama   - Reaksi radikal bebas   - Inisiator dan inhibitor radikal bebas.   -  Reagensia Grignard: Reaksi sintesa - Kereaktifan Reaksi kimia   -  Alkillitium dan kupra: - Reaksi sintesa   - Kereaktifan   - Reaksi-reaksi kimia.  
Minggu 10

Sub-CPMK: Menentukan nama, kereaktifan, sifat fisika dan kimia senyawa organologam
Membuat mekanisme reaksi sintesis dan reaksi kimia senyawa organologam 
Materi: Organologam  
- Kegunaan  
- Tatanama  
- Reaksi radikal bebas  
- Inisiator dan inhibitor radikal bebas.  
-  Reagensia Grignard: Reaksi sintesa
- Kereaktifan Reaksi kimia  
-  Alkillitium dan kupra:
- Reaksi sintesa  
- Kereaktifan  
- Reaksi-reaksi kimia.  
Metode: Case method
Indikator: Ketepatan hasil analisis kegunaan, tatanama, dan kereaktifan senyawa organologam    
Ketepatan hasil analisis sintesa dan reaksi senyawa organologam  
Penilaian: Tugas; Kuis; Case-Based

Pertemuan 11 - Senyawa aromatik polisiklik dan heterosilklik   Senyawa Aromatis Polisiklik -Definisi   -Tatanama   - Reaksi kimia:  ● Oksidasi    ● Subsitusi elektrofilik   Senyawa aromatis heterosiklik:   - Definisi   - Tatanama   - Reaksikimia:  ● Substitusi   nukleofilik  Substitusi  elektrofilik  
Minggu 11

Sub-CPMK: Menentukan nama, kereaktifan berdasarkan struktur senyawa aromatik polisiklik dan heterosilklik
Memprediksi produk reaksi senyawa aromatik polisiklik dan heterosilklik
Membuat mekanisme reaksi senyawa aromatik polisiklik dan heterosilklik 
Materi: Senyawa aromatik polisiklik dan heterosilklik  
Senyawa Aromatis Polisiklik
-Definisi  
-Tatanama  
- Reaksi kimia:  ● Oksidasi    ● Subsitusi elektrofilik  
Senyawa aromatis heterosiklik:  
- Definisi  
- Tatanama  
- Reaksikimia:  ● Substitusi   nukleofilik  Substitusi  elektrofilik  
Metode: Diskusi, ceramah, penugasan
Indikator: Ketepatan hasil analisis senyawa aromatik polisiklik, dan heterosiklik
Penilaian: Tugas; Kuis

Pertemuan 12 - Senyawa aromatik polisiklik dan heterosilklik   Senyawa Aromatis Polisiklik -Definisi   -Tatanama   - Reaksi kimia:  ● Oksidasi    ● Subsitusi elektrofilik   Senyawa aromatis heterosiklik:   - Definisi   - Tatanama   - Reaksikimia:  ● Substitusi   nukleofilik  Substitusi  elektrofilik  
Minggu 12

Sub-CPMK: Menentukan nama, kereaktifan berdasarkan struktur senyawa aromatik polisiklik dan heterosilklik
Memprediksi produk reaksi senyawa aromatik polisiklik dan heterosilklik
Membuat mekanisme reaksi senyawa aromatik polisiklik dan heterosilklik 
Materi: Senyawa aromatik polisiklik dan heterosilklik  
Senyawa Aromatis Polisiklik
-Definisi  
-Tatanama  
- Reaksi kimia:  ● Oksidasi    ● Subsitusi elektrofilik  
Senyawa aromatis heterosiklik:  
- Definisi  
- Tatanama  
- Reaksikimia:  ● Substitusi   nukleofilik  Substitusi  elektrofilik  
Metode: Diskusi, ceramah, penugasan
Indikator: Ketepatan hasil analisis senyawa aromatik polisiklik, dan heterosiklik
Penilaian: Tugas; Kuis

Pertemuan 13 - Reaksi perisiklik   - Definisi   - Tipe reaksi perisiklik   - Sifat gelombang electron   - Orbital poliena berkonyugasi   - Reaksi siklo adisi   - Reaksi elektro siklik   - Penataan ulang sigmatropik  
Minggu 13

Sub-CPMK: Menentukan nama, kereaktifan berdasarkan reaksi perisiklik  
Memprediksi produk reaksi perisiklik
Membuat mekanisme reaksi perisiklik 
Materi: Reaksi perisiklik  
- Definisi  
- Tipe reaksi perisiklik  
- Sifat gelombang electron  
- Orbital poliena berkonyugasi  
- Reaksi siklo adisi  
- Reaksi elektro siklik  
- Penataan ulang sigmatropik  
Metode: Diskusi, ceramah, penugasan
Indikator: Ketepatan hasil analisis reaksi perisiklik
Penilaian: Tugas; Kuis

Pertemuan 14 - Reaksi perisiklik   - Definisi   - Tipe reaksi perisiklik   - Sifat gelombang electron   - Orbital poliena berkonyugasi   - Reaksi siklo adisi   - Reaksi elektro siklik   - Penataan ulang sigmatropik  
Minggu 14

Sub-CPMK: Menentukan nama, kereaktifan berdasarkan reaksi perisiklik  
Memprediksi produk reaksi perisiklik
Membuat mekanisme reaksi perisiklik 
Materi: Reaksi perisiklik  
- Definisi  
- Tipe reaksi perisiklik  
- Sifat gelombang electron  
- Orbital poliena berkonyugasi  
- Reaksi siklo adisi  
- Reaksi elektro siklik  
- Penataan ulang sigmatropik  
Metode: Diskusi, ceramah, penugasan
Indikator: Ketepatan hasil analisis reaksi perisiklik
Penilaian: Tugas; Kuis

Pertemuan 15 - Spektroskopi Inframerah (IR) dan Spektroskopi Ultraviolet-tampak (UV-vis)     Pendahuluan:   - Pengertian spektroskopi   - Kegunaan spektoskopi   - Radiasi elektromagnetik   Spektroskopi infra merah (IR):   -Absorpsi radiasi inframerah   - Spektrum inramerah   - Penafsiran Spetra inframerah     Spektroskopi Ultraviolet – tampak :   Kegunaan Spektroskopi  ultraviolet-tampak     Tipe transisi elektron:  - Absorpsi oleh poliena  - Absorpsi oleh sistem aromatis  - Absorpsi ditimbulkan oleh transisi elektron   - Menafsirkan data spektra UV  
Minggu 15

Sub-CPMK: Menafsirkan data spektroskopi inframerah (IR)
Menafsirkan data spektroskopi ultraviolet-tampak (UV-vis) senyawa organik 
Materi: Spektroskopi Inframerah (IR) dan Spektroskopi Ultraviolet-tampak (UV-vis)    
Pendahuluan:  
- Pengertian spektroskopi  
- Kegunaan spektoskopi  
- Radiasi elektromagnetik  

Spektroskopi infra merah (IR):  
-Absorpsi radiasi inframerah  
- Spektrum inramerah  
- Penafsiran Spetra inframerah    

Spektroskopi Ultraviolet – tampak :  
Kegunaan Spektroskopi  ultraviolet-tampak    
Tipe transisi elektron:  - Absorpsi oleh poliena  - Absorpsi oleh sistem aromatis  - Absorpsi ditimbulkan oleh transisi elektron   - Menafsirkan data spektra UV  
Metode: Case method
Indikator: Ketepatan penjelasan dasar-dasar spektroskopi inframerah (IR) dan ultraviolet-tampak  
Ketepatan hasil analisis spektra IR senyawa dan spektra UV-Vis untuk senyawa-senyawa organik sederhana  
Penilaian: Tugas; Kuis; Case-Based

Pertemuan 16 - Spektroskopi Inframerah (IR) dan Spektroskopi Ultraviolet-tampak (UV-vis)     Pendahuluan:   - Pengertian spektroskopi   - Kegunaan spektoskopi   - Radiasi elektromagnetik   Spektroskopi infra merah (IR):   -Absorpsi radiasi inframerah   - Spektrum inramerah   - Penafsiran Spetra inframerah     Spektroskopi Ultraviolet – tampak :   Kegunaan Spektroskopi  ultraviolet-tampak     Tipe transisi elektron:  - Absorpsi oleh poliena  - Absorpsi oleh sistem aromatis  - Absorpsi ditimbulkan oleh transisi elektron   - Menafsirkan data spektra UV  
Minggu 16

Sub-CPMK: Menafsirkan data spektroskopi inframerah (IR)
Menafsirkan data spektroskopi ultraviolet-tampak (UV-vis) senyawa organik 
Materi: Spektroskopi Inframerah (IR) dan Spektroskopi Ultraviolet-tampak (UV-vis)    
Pendahuluan:  
- Pengertian spektroskopi  
- Kegunaan spektoskopi  
- Radiasi elektromagnetik  

Spektroskopi infra merah (IR):  
-Absorpsi radiasi inframerah  
- Spektrum inramerah  
- Penafsiran Spetra inframerah    

Spektroskopi Ultraviolet – tampak :  
Kegunaan Spektroskopi  ultraviolet-tampak    
Tipe transisi elektron:  - Absorpsi oleh poliena  - Absorpsi oleh sistem aromatis  - Absorpsi ditimbulkan oleh transisi elektron   - Menafsirkan data spektra UV  
Metode: Case method
Indikator: Ketepatan penjelasan dasar-dasar spektroskopi inframerah (IR) dan ultraviolet-tampak  
Ketepatan hasil analisis spektra IR senyawa dan spektra UV-Vis untuk senyawa-senyawa organik sederhana  
Penilaian: Tugas; Kuis; Case-Based

Rencana Pembelajaran Semester (RPS)

Buka RPS

Lecture Note

Lecture Note Terkunci

Masuk terlebih dahulu untuk melihat konten pada menu ini.

Login

Lecture Video

Lecture Video Terkunci

Masuk terlebih dahulu untuk melihat konten pada menu ini.

Login

Assignments

Assignments Terkunci

Masuk terlebih dahulu untuk melihat konten pada menu ini.

Login

E-Book

E-Book Terkunci

Masuk terlebih dahulu untuk melihat konten pada menu ini.

Login

UTS

UTS Terkunci

Masuk terlebih dahulu untuk melihat konten pada menu ini.

Login

UAS

UAS Terkunci

Masuk terlebih dahulu untuk melihat konten pada menu ini.

Login
Related

Course Terkait