Deskripsi Mata Kuliah
Rekayasa energi terbarukan adalah bidang multidisiplin yang berfokus pada desain, pengembangan, dan implementasi sistem energi yang berkelanjutan. Ini mencakup berbagai sumber energi terbarukan seperti tenaga surya, angin, hidroelektrik, biomassa, dan panas bumi. Mahasiswa dalam mata pelajaran ini mempelajari tentang prinsip, teknologi, dan aplikasi dari sumber energi terbarukan ini, serta integrasi sistem ini ke dalam infrastruktur yang ada. Topik yang biasanya termasuk proses konversi energi, penilaian sumber daya, optimisasi sistem, dampak lingkungan, kerangka kebijakan, dan analisis ekonomi. Melalui proyek dan penelitian langsung, mahasiswa memperoleh keterampilan yang diperlukan untuk mengatasi tantangan global dalam beralih ke masa depan energi yang lebih bersih dan berkelanjutan.
CPL Program Studi pada MK
CPL-1
- Mampu berkomunikasi efektif dan bekerjasama
CPL-2
- Mampu berpikir kritis dalam menganalisis dan mengevaluasi permasalahan serta memberikan solusi efektif
CPL-3
- Mampu merealisasikan rancangan sistem teknik elektro secara efektif dan efisien
CPL-4
- Menguasai konsep dasar sains rekayasa
CPMK
CPMK-1
- Mampu dan memahami pemanfaatan energi listrik dari jenis energi baru terbarukan, dengan permasalahan pada kualitas daya dan kontinuitas daya yang rendah. Mampu menghitung bagaimana frekuensi dipengaruhi oleh berbagai kejadian dalam sistem tenaga Listrik
CPMK-2
- Mampu memahami dan memberikan metoda serta analisis tentang desain MPPT, desain optimal sizing dan desain kendali
penyeimbang daya (power balancing) pada energy primer jenis energi baru terbarukan (renewable energy).
CPMK-3
- Mampu memahami dan memanfaatan komponen elektronika daya (converter ac-dc, converter dc-dc dan converter dc-ac),
sebagai peralatan kendali daya pada sistem EBT. Sehingga didapat sistem kelistrikan dengan kualitas daya listrik yang tinggi.
CPMK-4
- Mampu memahami dan memanfaatan kecerdasan buatan (dengan metoda Genetic Algorithm, atau Particle Swarm Optimization), untuk optimal sizing dari system kelistrikan pada EBT. Sehingga didapat kontinuitas serta efisiensi energi yang tinggi.